10 Tips Memilih Nama Domain yang Tepat untuk Website Anda

10 Tips Memilih Nama Domain
Berikut adalah beberapa tips memilih nama domain yang dapat Anda terapkan:

  1. Tentukan nama yang singkat dan mudah diingat
  2. Pastikan domain mudah diketik
  3. Selipkan kata kunci jika memungkinkan
  4. Gunakan nama brand sebagai domain
  5. Pikirkan nama yang akan selalu relevan
  6. Cantumkan nama daerah bila perlu
  7. Gunakan ekstensi yang sesuai
  8. Pastikan domain belum digunakan pihak lain
  9. Beli beberapa ekstensi domain sekaligus

Segera beli domain yang telah Anda tentukan
1. Tentukan Nama yang Singkat dan Mudah Diingat
Sebenarnya Anda bebas menentukan panjang pendeknya nama domain. Akan tetapi, usahakan agar tidak terlalu panjang. Sebagai patokan, jangan buat nama domain yang berisi lebih dari tiga kata.

Nama domain pendek cenderung lebih mudah dibaca dan diingat. Coba ingat kembali waktu Anda pertama mengenali facebook.com atau twitter.com. Anda tentu dapat menghafal kedua domain tersebut dengan cepat, bukan?

Selain itu, nama domain yang pendek lebih hemat tempat. Misalnya jika Anda cantumkan di profil online, portofolio, atau kartu nama.

Hanya saja, domain singkat biasanya paling diincar. Jadi, Anda harus segera mengamankan ide nama domain begitu menemukannya!

Baca Juga: 10+ Domain Name Generator Gratis untuk Situs atau Blog Anda

2. Pastikan Domain Mudah Diketik
Pernahkah Anda harus mengetik domain yang sangat panjang? Contohnya seperti ini-tas-merah-boedi99.com.

Tidak hanya susah diingat, domain tersebut juga susah diketik. Alasannya ada beberapa:

  • Pertama, nama yang digunakan terlalu panjang.
  • Kedua, ada hyphen atau tanda hubung (-). Orang belum tentu tahu bahwa domain Anda menggunakan tanda baca.
  • Ketiga, ada ejaan yang tidak baku. Daripada menggunakan “boedi”, sebaiknya Anda menggunakan “budi”.
  • Keempat, ada angka. Penggunaan angka pada nama domain tidak dilarang, tapi perlu Anda hindari agar orang yang ingin mengaksesnya tidak keliru antara “9” atau “sembilan”.

3. Selipkan Kata Kunci jika Memungkinkan

Sebagai pemilik usaha, Anda pastinya ingin situs Anda mudah ditemukan di hasil pencarian Google.

Meskipun ada berbagai cara agar website tampil di halaman pertama Google, Anda juga dapat melakukannya dengan meletakkan kata kunci penting bisnis Anda dalam domain.

Misalnya, bisnis Anda menjual keripik. Apabila memungkinkan, Anda bisa memilih nama “keripiksepik.com” atau “juarakeripik.co.id”.

Namun, lakukan tips ini hanya jika memungkinkan. Memang, 63 persen website bisnis yang tampil di halaman pertama Google memiliki kata kunci di domainnya. Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan kiat-kiat lain di artikel ini.

4. Gunakan Nama Brand sebagai Domain
Setiap bisnis tentunya perlu memiliki brand. Dengannya, produk atau layanan Anda akan lebih dikenal dan dipercaya oleh konsumen.

Selain itu, brand membuat bisnis Anda diingat oleh masyarakat. Coba saja, apa yang ada di bayangan Anda ketika mendengar nama Indomie? Anda akan langsung memikirkan mie instan bukan? Inilah kekuatan brand.

Menariknya lagi, Indomie menggunakan nama brandnya sebagai domain situsnya. Dengan cara tersebut, orang pasti akan langsung tahu bahwa website tersebut dimiliki Indomie.

Bagi yang sudah menentukan nama brand, Anda juga dapat menggunakannya sebagai nama domain website. Selain agar bisnis Anda terkenal secara online, pihak lain tidak dapat menggunakan domain dengan nama brand Anda.

5. Pikirkan Nama yang Akan Selalu Relevan
Relevansi domain perlu diperhatikan jika Anda menggunakan kata kunci atau nama brand di dalamnya. Mengapa? Karena Anda tidak dapat mengubah nama domain yang telah dibeli.

Coba bayangkan. Misalnya, bisnis Anda berputar haluan dari menjual sabun herbal menjadi penyedia pewangi alami. Padahal, Anda sebelumnya memiliki domain sabunherbaloye.com. Tentunya domain tersebut tidak cocok dengan usaha yang baru bukan?

Nah, Anda bisa saja membeli domain baru sesuai yang diinginkan dan redirect ke situs yang sudah ada. Namun, reputasi domain Anda dimulai dari nol lagi. Artinya, semua optimasi mesin pencarian yang telah Anda lakukan untuk domain sebelumnya sia-sia.

6. Cantumkan Nama Daerah Bila Perlu
Apabila bisnis Anda beroperasi hanya di daerah tertentu, Anda dapat memasukkan nama tempat tersebut ke dalam domain.

Misalnya, usaha Anda berada di Semarang dan hanya melayani konsumen di kota tersebut. Dengan demikian, sah-sah saja jika Anda menggunakan nama domain bajuanaksemarang.com.

7. Gunakan Ekstensi yang Sesuai
Huruf-huruf yang terdapat di belakang domain, seperti .com, .org, dan .net dinamakan ekstensi domain. Beberapa ekstensi domain memiliki fungsi tersendiri, contohnya:

.org — biasanya digunakan untuk organisasi dan lembaga
.net — biasanya digunakan untuk situs yang berkaitan dengan teknologi dan jaringan
.co — biasanya digunakan situs perusahaan
.biz — biasanya digunakan untuk situs bisnis
.info — biasanya digunakan untuk situs yang bersifat informatif
.me — biasanya digunakan untuk situs atau blog pribadi
Untuk domain komersial, .com memang masih menjadi ekstensi nomor satu hingga saat ini. Oleh karena itu, tidak heran jika mendapatkan domain dengan ekstensi .com cukup sulit. Apalagi jika domain yang ingin Anda pilih mirip dengan yang dimiliki situs lain.

Apabila Anda telah mencoba beberapa variasi dan tidak mendapatkan ekstensi .com, jangan putus asa. Masih ada ekstensi-ekstensi populer lainnya seperti .online, .site, dan .xyz. Ditambah lagi, harga ketiga ekstensi tersebut lebih terjangkau dari .com.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan ekstensi .id yang tidak kalah terkenal. Baik website pribadi maupun perusahaan dapat memanfaatkan ekstensi ini.

Domain dengan akhiran .id juga memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah kredibilitas tinggi.

8. Pastikan Domain Belum Digunakan Pihak Lain
Di samping semua tips yang tadi telah dibahas, tentunya Anda tidak boleh menggunakan domain yang sudah digunakan situs lain.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu menghindari nama domain yang mirip dengan milik brand atau perusahaan lain. Apalagi jika brand tersebut sudah mematenkan nama domainnya. Apabila nekat melakukannya, bisa-bisa Anda berurusan dengan hukum.

Di tridaya.cloud.com Anda akan dibantu untuk memilih domain yang belum digunakan. Coba Anda ketikkan nama domain pilihan pada kolom di halaman cek domain tridaya.cloud.com. Kemudian, klik Cek Domain.

Jika domain yang Anda ketikkan telah diregistrasi oleh orang lain, Anda akan mendapatkan pemberitahuan seperti pada gambar di bawah ini.