Apa itu Top Level Domain (TLD)? Berikut Pengertian dan Kegunaannya!

Apa itu TLD?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, TLD adalah ekstensi dari suatu domain. Anda pasti sering melihatnya dalam bentuk .com, .net, atau .co.id.

Tapi tunggu dulu, sebelum lanjut, sudahkah Anda familiar dengan domain? Jika belum, domain adalah alamat suatu website.

Domain fungsinya kurang lebih sama seperti nama kontak di handphone. Anda tidak perlu mengingat IP Address – yang terdiri dari deretan angka rumit – untuk mengakses suatu website. Cukup ketikan nama domainnya saja dan Anda akan langsung tiba di websitenya.

Sejak tahun 2014, The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) telah merilis lebih dari 2000 TLD, dan jumlahnya tentu akan terus bertambah seiring dengan fungsi website yang semakin bervariasi.

Jika Anda ingin melihat daftar lengkap TLD yang beredar di luar sana, Anda bisa kunjungi website Internet Assigned Number Authority (IANA), yaitu salah satu cabang ICANN yang bertugas untuk menghubungkan TLD dengan IP address.

Apa Kegunaan TLD?
Domain berfungsi sebagai identitas website. Nah, untuk memperkuat identitas tersebut, Anda perlu memilih TLD yang tepat.

TLD dapat menunjukkan tema atau isi dari suatu website. Contohnya seperti .gov yang menunjukkan bahwa websitenya merupakan milik pemerintah (government). Atau .edu yang menunjukkan bahwa websitenya milik institusi pendidikan (education).

Fungsi lain dari TLD adalah menunjukkan asal website tersebut. Contohnya, website dengan ekstensi .id mengindikasikan bahwa website tersebut berbahasa Indonesia. Sama halnya seperti website berekstensi .jp yang berbahasa Jepang.

Oh ya, Anda juga bisa lho menggunakan nama domain yang sudah terpakai. Dengan catatan ekstensinya harus berbeda. Contohnya seperti astra.com dan astra.co.id. Walaupun namanya sama, tapi isi websitenya berbeda.

Walaupun demikian, hindari penggunaan nama domain yang sudah eksis walaupun ekstensinya berbeda. Karena ini akan membuat nama domain Anda kurang otentik.

Dari banyaknya pilihan, TLD yang paling populer adalah .com – lebih dari 40% domain yang terdaftar di internet menggunakannya. Sehingga, jika Anda ingin memilih TLD yang paling mudah diingat, pilih .com saja!

Masih banyak lagi TLD yang ada di luar sana. Dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Jenis-Jenis TLD
Walaupun jumlahnya sangat banyak, tapi TLD dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu: gTLD, ccTLD, dan sTLD.

Sebenarnya masih ada satu jenis TLD lagi, yaitu Infrastructure Top Level Domain (.arpa). Tapi karena hanya terdiri dari satu ekstensi, kami hanya akan membahas yang umum digunakan saja.

Mari kita lihat satu-persatu!

1. Generic Top Level Domain (gTLD)
Sesuai dengan namanya, jenis TLD ini sangat umum dan bisa dipakai siapa saja. Berikut adalah sebagian contoh gTLD yang populer:

  • .com – untuk website komersial. Walaupun saat ini bisa dipakai oleh website apapun.
  • .org – untuk organisasi.
  • .net – untuk jaringan (network).
  • .biz – untuk bisnis.
  • .info – untuk situs terkait informasi.

Ada juga jenis-jenis gTLD yang sifatnya lebih fleksibel. Bentuknya bisa berupa merk atau produk:

  • .google
  • .android
  • .mitsubishi
  • .motorcycle
  • .basketball

Selain itu, ada juga beberapa gTLD lain yang populer. Contohnya seperti .xyz yang harganya dikenal terjangkau. Lalu ada .store dan .tech yang sering digunakan oleh website-website bisnis.

2. Country Code Top Level Domain (ccTLD)
ccTLD adalah jenis TLD yang mewakili negara tertentu. Berikut adalah beberapa di antaranya:

ccTLDNegara
.cnChina
.deJerman
.euUni Eropa
.esSpanyol
.frPrancis
.inIndia
.idIndonesia
.jpJepang
.usAmerika Serikat
.ukInggris

Seperti yang Anda lihat, masing-masing ccTLD hanya terdiri dari dua huruf saja. Ini karena kedua huruf tersebut dibuat berdasarkan ISO Code, yaitu kode yang mewakili suatu wilayah.

Jenis ini cocok jika Anda menargetkan website Anda pada wilayah tertentu. Contohnya, jika target audiens Anda hanya berasal dari Indonesia, maka Anda bisa menggunakan domain .id.

3. Sponsored Top Level Domain (sTLD)
sTLD adalah jenis TLD yang digunakan untuk situs-situs organisasi atau agensi swasta. Berikut adalah contohnya:

sTLDOrganisasi
.aeroIndustri Penerbangan
.eduInstitusi pendidikan
.govPemerintah
.jobsPengelola Sumber Daya Manusia
.museumMuseum
.postJasa pengiriman
.travelAgen travel

Karena sTLD mewakili suatu komunitas atau organisasi, Anda harus memenuhi persyaratan khusus untuk bisa menggunakannya.

Contohnya, domain .aero harus digunakan oleh website yang berasal dari industri penerbangan. Jika tidak, maka TLD nya tidak akan bisa digunakan.