Panduan Dasar Domain untuk Pemula

Bagaimana gambaran cara kerja domain?
Silakan simak ilustrasi dibawah ini untuk memahami cara kerja domain secara sederhana

Bila diibaratkan, dalam keseharian kita nama domain adalah alamat suatu tempat. Jika kita ingin pergi ke suatu tempat tersebut maka kita harus mengetahui alamatnya terlebih dahulu. Baru setelah kita berada di tempat kita bisa melihat dan mengetahui ada apa saja yang ada di alamat tujuan. Nama domain bersifat unik ( tidak boleh ada nama domain yang sama lebih dari 1) sehingga tidak ada lebih dari 1 domain dengan nama dan ekstensi yang sama persis.

Umur / Masa aktif sebuah domain minimal adalah 1 tahun, dan karena nama domain bersifat unik, maka nama domain yang sudah terdaftar tidak dapat didaftarkan oleh orang lain sebelum masa aktifnya habis dan terhapus dari registrar.

Untuk mengetahui kapan domain berakhir, kapan domain memasuki redemption period dan kapan domain terhapus dari registrar maka Anda harus mengetahui durasi alur hidup domain.

Gambar dibawah ini adalah life cycle (alur hidup) nama domain yang akan menjelaskan tahapan-tahapan yang dilewati oleh domain dari sejak didaftarkan hingga terhapus.

1. Pendaftaran Domain

Ketika domain didaftarkan & aktif maka durasi masa aktif domain tersebut akan dimulai. Masa aktif domain terkecil adalah 1 tahun / 365 Hari.

2. Grace period / masa tenggang

Setelah 365 hari domain akan mengalami expired / kadaluarsa dan memasuki masa grace period / masa tenggang. Pada masa ini domain anda akan tersuspend registrar & tidak berfungsi/ tidak dapat menampilkan website. Durasi grace period adalah 40 hari.

3. Redemption Period / Masa penebusan

Ketika domain Anda memasuki redemption period / masa tenggang, maka domain masih dapat diperpanjang. Namun biaya perpanjangan domain Anda biasanya bisa mencapai 10 kali lipat dari harga perpanjangan normal, tidak seperti saat Anda mendapatkan harga domain murah waktu pertama kali mendaftarkannya. Masa redemption period adalah 30 hari.

4. Pending Deletion

Ketika domain anda memasuki masa pending deletion, maka domain anda tidak dapat direnew / diperbarui. Anda hanya dapat menunggu selama 5 hari hingga domain didelete / dihapus oleh registrar & dapat didaftarkan kembali.

Yang perlu anda perhatikan, ketika domain Anda terdelete & ingin mempergunakannya kembali, maka sangat disarankan untuk segera mendaftarkannya kembali. Karena jika domain Anda berkualitas, bukan tidak mungkin ada orang lain yang tertarik mendaftarkan nama domain Anda juga.

Jenis domain yang dapat Anda daftarkan berikut fungsinya
Sejauh ini apa saja ekstensi domain yang Anda tahu? .com? .net atau .co.id?

Silakan simak diagram diatas yang kami dapatkan dari Domainstate.com. Marketshare domain di dunia didominasi oleh domain .com disusul domain .net, .org dan ekstensi domain lainnya.

Namun, tidak berarti nama domain yang lainnya tidak baik, Bagi Anda yang ingin menggunakan ekstensi domain .com tapi nama domain tersebut sudah didaftarkan oleh orang lain. maka Anda dapat menggunakan ekstensi nama domain lainnya sebagai alternatif.

TLD – Top Level Domains
Domain TLD merupakan tipe domain tertinggi pada struktur DNS di Internet. Domain TLD masih dibagi kembali menjadi beberapa jenis, yaitu:

ccTLD – country code Top Level Domains

ccTLD atau country code Top Level Domain adalah domain berekstensi dua huruf yang berpatokan pada penamaan geografis suatu negara seperti .id untuk ccTLD Indonesia, .us untuk United States, .au untuk Australia, dan lain-lain.

Sebelumnya, domain ccTLD hanya tersedia untuk warga negara sesuai ekstensi tldnya, akan tetapi saat ini sebagian besar domain ccTLD dapat didaftarkan oleh siapapun meskipun bukan warga negara bersangkutan.

Kelebihan domain ccTLD

  • Kejelasan identitas ( mendaftar domain ccTLD bisanya mengharuskan mengupload scan identitas atau passport )
  • Peluang digunakan untuk penipuan ataupun kegiatan melanggar hukum sangat kecil karena pendaftaran diharuskan menggunakan identitas.
  • Lebih banyak pilihan nama domain karena pengguna domain ‘.ccTLD’ belum sebanyak ‘.com’
  • Pada search engine didahulukan untuk pasar negara bersangkutan.

Kekurangan domain ccTLD

  • Penamaan ekstensi nama domain kurang populer.
  • Prosedur pendaftaran yang membutuhkan verifikasi identitas sehingga aktivasi tidak secepat .com & sejenisnya.
  • Pada beberapa ekstensi cctld harga domain cenderung lebih tinggi dari domain gTLD seperti .com & sejenisnya.

Domain ccTLD cocok untuk …

  • Pemilik bisnis yang ingin terlihat lebih profesional.
  • Alternatif domain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

gTLD – generic Top Level

Tipe domain yang umum ditemui dan dapat didaftarkan oleh siapapun. Beberapa jenis gTLD domain yang dikenal adalah .com, .net, .org dan sejenisnya.

Kelebihan domain gTLD

  • Ekstensi terpopuler dibandingkan TLD lainnya.
  • Tidak dibutuhkan dokumen identitas untuk mendaftarkan.
  • Harga yang relatif murah dari domain Premium atau beberapa ccTLD.

Kekurangan domain gTLD

  • Pencarian nama domain yang sulit karena banyak yang telah mendaftarkan nama yang sama sebelumnya.
  • Relatif rentan dipergunakan untuk tindak kejahatan karena tidak dibutuhkan scan identitas yang valid.

Domain TLD cocok untuk …

  • Anda yang membutuhkan domain ektensi populer seperti .com, .net .org agar lebih mudah diingat.
  • Anda yang tidak ingin terlalu direpotkan dengan persyaratan dokumen.

Premium TLD
Walaupun terhitung baru, domain premium TLD merupakan alternatif penamaan domain yang menggunakan ekstensi-ekstensi premium seperti .site, .web , .travel , .host , .doctor dan ekstensi lainnya. Domain Premium TLD cenderung menekankan ke spesifikasi sebuah website. Misalkan domain yang menggunakan ekstensi .travel kemungkinan besar akan membahas tentang travel atau merupakan layanan produk / jasa travel. Begitupula dengan ekstensi lainnya.

Kelebihan domain Premium TLD

  • Spesifik merujuk ke spesifikasi suatu website.
  • Alternatif domain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

Kekurangan domain Premium TLD

  • Harga yang relatif lebih mahal dari ekstensi domain lainnya.
  • Ekstensi domain yang tidak sefamiliar domain gTLD biasa.

Domain premium TLD cocok untuk …

  • Website dengan kategori spesifik. Misalnya domain .host untuk layanan hosting, kemudian domain .travel untuk penyedia layanan travel.
  • Alternatif nama domain selain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

Bagaimana Cara Kerja Domain Hingga dapat Diakses & Memiliki Tampilan?
Jika tujuan Anda mendaftarkan suatu domain, maka ada 2 hal yang perlu anda ketahui untuk membangun sebuah website yaitu hosting dan file website itu sendiri.

Bagaimana hubungan ketiganya?

Secara sederhana, hubungan antara hosting, domain dan file website bisa dijelaskan dengan gambaran di bawah ini.

Hosting bisa diibaratkan sebuah rumah yang memiliki lokasi di suatu tempat.

File website dapat digambarkan sebagai “isi” rumah tersebut seperti pintu, jendela beserta furnitur didalamnya.

Sedangkan domain adalah alamat dari rumah tersebut.

Ketika anda ingin mengunjungi suatu tempat/bangunan, maka Anda harus mengetahui alamatnya terlebih dahulu, setelah itu Anda menuju alamat yang telah anda ketahui.

Setelah sampai maka Anda akan menjumpai sebuah bangunan, lengkap dengan tampilan dan segala isinya.

Perumpamaan diatas sama seperti ketika Anda mengakses sebuah website, langkah yang pertama dilakukan adalah mengakses nama domain melalui browser. Selanjutnya browser akan menampilkan file website beserta tampilannya yang disimpan pada server hosting.

Dari beberapa penjelasan diatas, Anda sudah mengetahui apa itu domain serta bagaimana domain bekerja.

Namun anda juga perlu tahu beberapa hal yang berfungsi untuk menghubungkan domain dengan hosting yaitu Domain Name System (DNS) dan Nameserver (NS).

Domain Name System & Nameserver
Ketika anda membeli domain dan hosting, mereka tidak langsung terhubung begitu saja. Karena pada dasarnya keduanya adalah 2 hal yang berbeda. Namun, anda bisa menghubungkan keduannya dengan bantuan DNS. Nah apa itu DNS dan apa saja komponennya? Silakan simak penjelasan berikut ini.

Domain Name System (DNS): DNS adalah suatu sistem database yang berfungsi untuk mentranslasi / mengarahkan nama domain menjadi IP address atau sebaliknya.

DNS terdiri dari beberapa Record, diantaranya NS Record, A Record, PTR, CNAME, TXT, SOA, dan sebagainya.

Dengan DNS ini anda bisa mengarahkan domain ke IP server yang Anda kehendaki melalui setting DNS di domain panel tempat anda membeli / mendaftarkan domain.

Nameserver (NS): Nameserver adalah nama unik yang mewakili nama server penyimpan database domain name system (Server DNS) di mana di dalamnya terdapat keterangan IP address yang menuju ke server hosting yang telah ditentukan sebelumnya. Umumnya nameserver dibuat menggunakan nama domain agar lebih mudah diingat dan digunakan.

Contoh:

Ns1.domainku.com
Ns2.domainku.com

Dari penjelasan di atas, Anda saat ini mengetahui bahwa Anda membutuhkan bantuan DNS agar domain dan hosting yang Anda miliki dapat saling terhubung. Dengan DNS tersebut pula, Anda bisa leluasa mengarahkan domain ke layanan manapun yang anda inginkan.

Agar Anda lebih memahami tentang cara menghubungkan domain hosting, penjelasan dibawah ini akan membahas lebih dalam lagi.

Cara Menggunakan Domain
Apabila Anda sudah memahami bagaimana cara kerja domain hingga jenis domain kini Anda akan mendapatkan penjelasan bagaimana cara menggunakan domain. Pada penjelasan di bawah ini, hal yang dibahas ialah cara menggunakan domain untuk dihubungkan dengan hosting dan platform lain seerti Weebly dan Blogspot.

Menghubungkan Domain dengan Hosting
Untuk mengarahkan nama domain ke layanan web hosting, Anda cukup mengarahkan nameserver domain tersebut ke nameserver hosting yang dituju.

Pengarahan nameserver bisa dilakukan melalui DNS Management maupun member area layanan hosting Anda.

Berikut ini salah satu contoh tutorial teknis mengarahkan domain ke hosting –> Cara Menghubungkan Domain dan Hosting

Meskipun interfacenya berbeda, yang perlu Anda perhatikan adalah bagian setting pengarahan nameservernya.

Jika Anda sudah memiliki domain dan ingin berganti penyedia layanan hosting, Anda bisa melakukan transfer domain. Untuk membaca tutorial lengkapnya, Anda bisa mengunjungi halaman cara transfer domain.