Cara Install MongoDB di Ubuntu 20.04

Apa itu MongoDB?
MongoDB adalah salah satu database NoSQL yang cukup populer. Berbeda dari database SQL, database NoSQL seperti MongoDB tidak menggunakan relasi antar tabel dan tidak menyimpan data dalam format tabel. Untuk menyimpan data, MongoDB menggunakan dokumen dengan format JSON.

MongoDB juga termasuk database yang sering digunakan alasannya karena memiliki high performance, flexibility, dan scalability.

  • High Performance: artinya adalah MongoDB menyediakan pemindaian read and writes yang lebih cepat.
  • Flexibility: Anda dapat menerapkan semua jenis data dalam MongoDB. Data dalam MongoDB memiliki skema yang fleksibel. Fleksibilitas ini memberi Anda pilihan pemodelan data agar sesuai dengan aplikasi dan kinerjanya dilakukan secara dinamis.
  • Scalability: adalah kemampuan sistem MongoDB yang dapat menangani peningkatan jumlah proses data.

Yang membuat MongoDB memiliki keunggulan seperti di atas karena MongoDB menggunakan Javascript untuk melakukan operasi seperti CRUD (Create, Read, Update and Delete), agregasi, indexing, dan operasi database lainnya.

Cara Install MongoDB di Ubuntu 20.04
Berikut ini adalah langkah-langkah cara install MongoDB di Ubuntu 20.04.

Langkah 1 Update Server
Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah meng-update Ubuntu 20.04 menggunakan perintah berikut:

sudo apt-get update

Yang membuat MongoDB memiliki keunggulan seperti di atas karena MongoDB menggunakan Javascript untuk melakukan operasi seperti CRUD (Create, Read, Update and Delete), agregasi, indexing, dan operasi database lainnya.

Cara Install MongoDB di Ubuntu 20.04
Berikut ini adalah langkah-langkah cara install MongoDB di Ubuntu 20.04.

Langkah 1 Update Server
Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah meng-update Ubuntu 20.04 menggunakan perintah berikut:

sudo apt-get update

Perintah Dasar MongoDB
Setelah berhasil menginstall dan mengaktifkan MongoDB di Ubuntu, Anda perlu mempelajari beberapa perintah dasarnya. Berikut adalah sejumlah perintah dasar MongoDB yang sering digunakan:

1. Masuk Database MongoDB
Untuk masuk ke dalam database MongoDB, Anda bisa menggunakan perintah berikut:

mongo
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini:

2. Membuat Database
Untuk membuat database pada MongoDB, Anda bisa menggunakan perintah di bawah ini. Pada panduan ini kami akan membuat database dengan nama admin-dev. Anda bisa mengganti perintah admin-dev dengan nama database yang akan Anda buat.

use admin-dev
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini:

3. Melihat Database
Untuk melihat database saat ini yang digunakan pada server, Anda bisa menggunakan perintah berikut:

db
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini. Setiap output akan berbeda-beda hasilnya, tergantung dari database yang sudah Anda tambahkan pada server.

4. Menghapus Database
Untuk menghapus database, Anda bisa menggunakan perintah berikut

db.dropDatabase()
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini yang artinya database admin-dev telah dihapus. Hasil dari output akan berbeda-beda, tergantung dari database mana yang telah dihapus.

5. Insert Data
Dalam panduan ini kami akan memasukan data ke dalam database admin-dev. Di sini kami akan membuat sekaligus memasukkan data ke collection admin-dev menggunakan perintah insert() dengan nama collection “admin”.

Pilih database menggunakan perintah berikut:

use nama_database_anda
Masukkan data ke dalam database Anda menggunakan perintah berikut:

db.admin.insert({“nama” : “Dapit Kurniawan”, “alamat” : “Jl. Ninjaku” , “jenkel” : “laki-laki”})
Output dari perintah di atas akan seperti pada gambar di bawah ini.

6. Melihat Daftar Collection dalam Database
Untuk melihat daftar collection dalam database, Anda bisa menggunakan perintah berikut:

show collections
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini. admin dan person adalah data collections dari database admin-dev.

7. Melihat Isi Collection
Untuk melihat isi data collection, Anda bisa menggunakan perintah find. Pada panduan ini kami akan melihat isi data collection dari admin.

db.admin.find()
Outputnya seperti pada gambar di bawah ini:

8. Melihat Isi Collection Dalam Bentuk JSON
Untuk melihat isi data collection dalam bentuk JSON, Anda bisa menggunakan perintah berikut. Perintah Admin adalah nama data collection yang akan kami lihat. Anda bisa menggantinya dengan nama data collection yang akan Anda lihat.

db.admin.find().pretty()
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini, _id adalah nama kode file JSON.

9. Melihat Isi Collection Hanya 1 Result
Anda juga bisa melihat 1 data collection saja dalam database menggunakan perintah di bawah ini. Pada panduan ini kami akan melihat 1 data collection pada collection person.

db.person.findone()
Output dari perintah di atas seperti pada gambar di bawah ini. Perintah findone akan menampilkan 1 data dari collection.

10. Menghapus Data
Untuk menghapus data, hal pertama yang harus dilakukan adalah cek nama file JSON menggunakan .pretty. Pada tutorial ini kami akan menghapus data pada collection person. Salin kode _id dan masukkan pada perintah berikut.

db.person.remove({“_id” : ObjectId(“Masukkan_Kode_Disini”)})
Apabila perintah di atas berhasil, hasil outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini:

11. Mengubah Data
Anda juga bisa melakukan perubahan pada data yang sudah ada menggunakan perintah di bawah ini. Pada panduan ini kami akan mengubah data pada collection admin. Kami akan mengubah informasi data dari nama, alamat, dan jenis kelamin dari data collection admin.

db.admin.update({“_id” : ObjectId(“5e231fd59e0e6311da623a04”)},{“nama” : “Amanda Belina”, “alamat” : “Jln. Taubat Nasuha”, “jenkel” : “Perempuan”})
Outputnya adalah seperti pada gambar di bawah ini. Terlihat hasil perubahan dari nama, alamat, dan jenis kelamin.

12. Menghapus Collection
Untuk menghapus collection, Anda bisa menggunakan perintah berikut.

db.Nama_Collection.drop()
Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini.

Kelebihan MongoDB

  1. Lebih cepat – Performa yang ditawarkan MongoDB lebih cepat karena tidak menggunakan transactions, tidak menggunakan relasi tabel dan format dokumennya yang berbentuk JSON.
  2. Anda tidak perlu membuat struktur tabel – MongoDB akan secara otomatis membuatkan struktur tabelnya pada saat proses insert (fleksibel skema)

Kekurangan MongoDB

  1. Belum banyak hosting yang support – Hanya hosting-hosting tertentu saja yang bisa menggunakan MongoDB. Solusinya Anda bisa menggunakan VPS untuk menginstall MongoDB.
  2. Fleksibilitas dalam query– Fleksibilitas query disini yang dimaksud adalah tidak adanya JOIN di dalam penggunaan MongoDB