Cara Install Moodle di VPS Ubuntu dalam 7 Langkah

Mengapa Harus Install Moodle di VPS?
Sebagai sebuah platform yang andal, Moodle cukup mumpuni digunakan untuk membuat sebuah website e-learning. Namun, untuk memastikan pengguna dapat mengakses website dengan lancar, VPS hosting sangat disarankan.

Kenapa demikian? Ada beberapa alasan utama.

Pertama, sebuah website e-learning sering diakses secara bersamaan di satu waktu. Bisa saja dalam satu hari mencapai ribuan pengunjung. Nah, jika tidak memiliki daya tampung yang baik, website bisa saja mengalami overload bahkan down.

Ibarat sebuah kelas yang diisi terlalu banyak siswa, akibatnya kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan dengan baik, bukan?

Kedua, materi pembelajaran dalam e-learning sangat beragam dengan berbagai format. Mulai dari text, PDF, audio hingga video. Semua format tersebut harus mampu disimpan dengan baik.

Nah, VPS hosting memungkinkan Anda mengatur kebutuhan resources sesuai kebutuhan kelas pembelajaran yang diinginkan. Jika fokus pada audio visual, tentu perlu menambah resource yang digunakan.

Ketiga, cara install Moodle di VPS tidaklah terlalu rumit. Dengan mengikuti panduan yang tepat, Anda bisa melakukannya. Bagaimana caranya?

Cara Install Moodle di VPS
Berikut beberapa cara yang harus dilakukan untuk install Moodle di VPS:

1. Mengecek Status Layanan VPS
Jika sudah berlangganan layanan VPS hosting, Anda bisa melakukan pengecekan status terlebih dahulu sebelum install Moodle. Caranya, login ke panel VPS Anda, lalu klik menu Cloud VPS > Kelola VPS.

Setelah masuk di panel VPS, Anda bisa mengetahui informasi tentang VPS yang digunakan.Mulai dari sistem operasi hingga IP. Sesuai dengan panduan ini, pastikan VPS Anda menggunakan sistem operasi Ubuntu, ya…

2. Menghubungkan Domain dengan VPS
Selanjutnya, yang harus Anda lakukan adalah menghubungkan domain dengan VPS. Bagaimana caranya? Simak panduan ini, ya!

1. Masuk ke Member Area tridaya.cloud.com

2. Klik menu Layanan Anda > Domain. Kemudian, klik tombol Kelola Domain

3. Setelah berhasil masuk ke halaman domain yang dipilih, pilih Child Name > Add New Record

4. Isikan ns1 pada kolom Child Name Server Name dan isikan IP VPS Anda pada kolom IP Address.

Setelah itu, tambahkan record lagi dan isikan Child Name Server Name dengan ns2. Pastikan hasilnya seperti contoh berikut:

5. Setelah membuat Child Name, klik tab Name Server dan masukkan name server yang telah dibuat sebelumnya pada bagian Nameserver 1 dan Nameserver 2. Kemudian, klik Update dan domain Anda berhasil terhubung dengan VPS.

3. Menginstal Tools Pendukung
Setelah domain berhasil terhubung dengan VPS, Anda memerlukan berbagai tools pendukung supaya website dapat online, yaitu Apache, PHP, MySQL dan PHPMyAdmin. Di panduan ini, kami akan menggunakan PuTTy untuk proses instalasi tools tersebut.

1. Apache
Apache akan digunakan sebagai server supaya website bisa diakses online. Menggunakan PuTTY, ketikkan perintah berikut:

sudo apt-get install apache2
2. MySQL
MySQL adalah sistem manajemen database yang berfungsi untuk menyimpan berbagai data website. Ketikkan perintah di bawah ini pada PuTTY:

sudo apt-get install mysql-server

3. PHP
PHP adalah bahasa pemrograman yang berfungsi untuk menghubungkan Moodle dengan VPS. Sebelum instalasi PHP, Anda perlu menginstal software pendukung lain dengan perintah:

sudo apt-get install -y software-properties-common
Setelah itu, Anda bisa melakukan instalasi PHP versi 7.0 yang cocok dengan Moodle terbaru dengan perintah berikut:

sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
sudo apt-get update
sudo apt-get install php7.0 php7.0-cli php7.0-common php7.0-json php7.0-opcache php7.0-mysql php7.0 mbstring php7.0-mcrypt php7.0-zip php7.0-fpm php7.0-curl php7.0-xml php7.0-soap php7.0-xmlrpc php7.0-gd php7.0-intl
Setelah instalasi PHP berhasil, maka lakukan restart Apache dengan perintah ini:

systemctl restart apache2

4. PHPMyAdmin
PHPMyAdmin berfungsi untuk mengelola data yang dibutuhkan oleh Moodle. Sebelum instalasi, lakukan pemindahan direktori dengan mengetikkan perintah ini:

cd /var/www/html/
Setelah itu, silakan untuk mengetikkan perintah di bawah:

sudo apt-get install phpmyadmin
Akan muncul permintaan password dengan username default phpmyadmin atau root. Anda bebas mengisikan passwordnya dan jangan sampai lupa, ya.

4. Install Moodle
Setelah instalasi berbagai tools di atas, saatnya untuk install Moodle. Pertama, Anda perlu mendownloadnya dengan perintah:

wget https://download.moodle.org/download.php/direct/stable33/moodle-latest-33.tgz
Oiya, pastikan koneksi internet Anda stabil agar proses download tak memakan waktu lama dan file tidak bermasalah (corrupt). Nah, setelah proses download berhasil, ekstrak Moodle dengan perintah di bawah inI:

tar -zxvf moodle-latest-33.tgz
Untuk memastikan proses berjalan baik, silakan lakukan pengecekan direktori dengan perintah:

ls
Pastikan hasilnya akan menampilkan direktori moodle seperti di bawah:

Setelah mengekstrak Moodle, Anda bisa membuat direktori baru untuk menyimpan data. Caranya, menggunakan perintah mkdir diikuti nama pathnya. Pada contoh ini kami menggunakan datamoodle:

mkdir /var/www/html/datamoodle
Nah, agar direktori tersebut dapat terbaca, Anda bisa ketikkan perintah ini:

sudo chown -R www-data:www-data /var/www/html/moodle/
sudo chmod -R 755 /var/www/html/moodle/
sudo chown www-data /var/www/html/datamoodle

6. Membuat Database
Langkah selanjutnya dalam instalasi Moodle di VPS Ubuntu adalah membuat database di PHPMyAdmin.

Caranya, ketikkan domainanda.com/phpmyadmin pada address bar hingga muncul halaman seperti ini:

Masukkan username phpmyadmin dan password sesuai yang Anda buat. Setelah itu, klik tombol Go.

Setelah berhasil login, Anda bisa klik tab Databases seperti di bawah:

Jika muncul keterangan No Privileges seperti gambar nomor 2, Anda perlu melakukan beberapa konfigurasi VPS terlebih dahulu. Caranya adalah sebagai berikut:

Buka aplikasi PuTTy, kemudian ketikkan perintah:

sudo mysql
Setelah itu, Anda bisa jalankan perintah:

ALTER USER ‘phpmyadmin’@’localhost’ IDENTIFIED WITH mysql_native_password BY ‘password Anda’’;
FLUSH PRIVILEGES;
Setelah berhasil, halaman PHPMyAdmin > Databases akan menjadi seperti ini:

Selanjutnya, Anda bisa mengisi database tersebut dengan klik Create dan muncul halaman sebagai berikut:

7. Mengatur Konfigurasi Moodle
Setelah berhasil membuat database, saatnya melakukan pengaturan pada Moodle.

Anda bisa menentukan bahasa yang akan digunakan pada Moodle. Pada contoh kali ini, kita akan menggunakan English. Setelah memilih bahasa, klik tombol Next.

Setelah itu, Anda diminta untuk memasukkan direktori untuk data Moodle. Pada panduan ini, nama direktorinya adalah datamoodle.

Setelah mengisi data direktori, klik Next.

Jika Anda menjumpai keterangan Dataroot location is not secure, artinya direktori yang digunakan masih berada di dalam /var/www/html.

Untuk memindahkannya, ketikkan perintah berikut pada PuTTy:

mkdir /moodle/
mv /var/www/html/datamoodle/ /moodle/
Setelah berhasil memindahkan direktori datamoodle, sekarang isikan direktori baru pada kolom Data Directory di Moodle sehingga tampilannya seperti ini:

Selanjutnya, pilih Improved MySQL (native/mysqli) sebagai tipe database dan klik Next.

Isikan data yang diperlukan di dalam kotak merah. Selanjutnya, klik Next.

Anda telah berhasil menyambungkan database dengan Moodle. Jika melihat halaman Terms of Service, klik Continue.

Kemudian, Anda akan melihat halaman yang berisi daftar modul yang dibutuhkan pada Moodle. Pastikan semua status instalasinya bertuliskan OK.

Jika masih banyak pesan error pada extension, Anda perlu memastikan kendalanya. Biasanya error terjadi pada shared hosting karena keterbatasan fitur untuk digunakan dengan Moodle.

Setelah semuanya terinstall dengan baik, klik Continue untuk melanjutkan.

Kemudian, Anda bisa mengisi data login dan data profil pada Moodle. Untuk email, username, dan password jangan sampai lupa karena itu akan digunakan untuk masuk ke akses admin.

Setelah mengisi data dengan lengkap, selanjutnya Anda bisa klik tombol Next.

Setelah berhasil mengisi data login, Anda bisa mengisi tampilan deskripsi kelas online. Berikut contohnya:

Untuk pengaturan lokasi, Anda bisa mengisi Asia/Jakarta. Sedangkan untuk autentikasi, Anda bisa mengisi Disabled saja. Setelah itu, Anda bisa klik tombol Save