Cara Membuat Maintenance Page WordPress yang Menarik untuk Website Anda!

Apa itu Under Maintenance Page?

Apa itu Maintenance Mode

Under Maintenance Page adalah halaman website yang dibuat untuk memberitahukan pengunjung bahwa website dalam perbaikan atau pengembangan. Sehingga website tidak dapat diakses.

Maintenance mode membantu Anda menyembunyikan tampilan error atau blank yang mungkin muncul ketika update website, terutama update WordPress. Jadi, alih-alih pengunjung melihat tampilan error atau blank, Anda bisa mengaktifkan tampilan maintenance mode yang menarik.

Halaman ini bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan Anda. Misalnya, untuk menampilkan informasi maintenance, waktu hitung mundur website aktif kembali, dan contact form agar pengunjung bisa langsung menghubungi Anda untuk mendapatkan info terkini.

Kapan dan Mengapa Perlu Mengaktifkan Maintenance Mode?
Jika Anda bertanya kapan harus mengaktifkan maintenance mode? Jawabannya adalah ketika Anda hendak mengupdate website.

Memang, mengupdate konten, tema, atau plugin bisa dilakukan sembari website aktif tanpa mengalami down. Namun, nyatanya tak semua update website sesederhana itu.

Sebagai contoh, Anda hendak update WooCommerce toko online Anda yang memiliki banyak pengunjung dan trafik. Semisal ada masalah saat melakukan update, website bisa saja mengalami down dan mendadak tak bisa digunakan.

Maintenance Mode AWS Amazon

Alhasil, pengunjung Anda mendapati website Anda error atau tampilan halaman buruk. Misalnya, blank atau situs berantakan. Mereka akan mengira website Anda memang tak bisa digunakan. Hal ini tentu mempengaruhi citra bisnis Anda di mata pelanggan, bukan?

Oleh sebab itu, Anda perlu membuat halaman maintenance mode untuk supaya pelanggan mengetahui website sedang dalam pengembangan dan kembali di lain waktu.

Cara membuat halaman maintenance juga tidak susah kok. Simak tutorialnya di pembahasan berikut ini.

3+ Cara Membuat Website Maintenance Page Mode
Berikut ini empat cara membuat WordPress maintenance page yang bisa Anda coba:

  • Menggunakan plugin maintenance mode
  • Menggunakan page builder
  • Mengedit file function.php
  • Mengedit file

Anda bisa pilih salah satu dari empat cara di atas yang paling mudah menurut Anda. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Menggunakan Plugin Maintenance Mode
WordPress telah menyediakan berbagai plugin maintenance yang bisa Anda pakai untuk membuat halaman perbaikan. Cara ini bisa jadi pilihan terbaik jika Anda tak ingin repot utak-atik website dengan coding.

Di tutorial ini, kami menggunakan plugin SeedProd yang merupakan plugin maintenance populer. Begini cara menggunakannya.

1. Pertama login ke dashboard WordPress Anda. Setelah login, pilih menu Plugin > Add New.

Install Plugin di WordPress

2. Kemudian install cari plugin SeedProd di kolom pencarian. Klik Install > Activate untuk mengaktifkan plugin.

3. Setelah aktif, klik menu SeedProd > Pages. Lalu klik Create First Page.

Konfigurasi Plugin SeedProd

4. Pilih tipe halaman yang ingin Anda tampilkan. Anda bisa pilih Coming Soon Mode jika website Anda baru rilis dan Maintenance Mode untuk memberitahu pengunjung bahwa website dalam perbaikan. Kemudian klik Edit Page pada tipe yang Anda pilih.

SeedProd Pages

5. Lakukan kustomisasi tampilan maintenance page sesuai kebutuhan Anda. Tinggal drag and drop elemen yang ingin Anda tambahkan. Seperti logo, background gambar, form subscribe, waktu hitung mundur, dan lainnya.

Menu Drag n Drop Maintenance Mode

6. Jika sudah selesai, klik Save, lalu Publish. Selanjutnya, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa maintenance page telah ditampilkan di website Anda.

Publish Halaman Maintenance Mode

2. Menggunakan Page Builder
Selain menggunakan plugin, Anda juga bisa membuat website maintenance mode dengan menggunakan page builder. WordPress telah menyediakan plugin page builder yang mudah Anda gunakan.

Nah, pada tutorial ini, kami menggunakan plugin page builder populer, yaitu Elementor. Page builder Elementor ini akan memudahkan Anda untuk membuat dan mengedit halaman website, termasuk maintenance page.

1. Install dan aktifkan Elementor page builder. Klik menu Plugin > Add New. Kemudian cari plugin page builder Elementor. Klik Install Now lalu Activate untuk mengaktifkan.

Install Page Builder Elementor

2. Setelah aktif, klik menu Elementor > Tools. Pilih tab menu Maintenance Tools. Pada menu ini, jika Anda Anda baru pertama kali membuat halaman dengan Elementor, klik create one.

Buat Maintenance Page Melalui Elementor

2. Buat judul halaman yang akan Anda buat. Lalu klik Publish. Setelah itu, buka kembali halaman dan klik Edit with Elementor.

Membuat Halaman Under Maintenance dengan Elementor

3. Anda bisa kustomisasi halaman maintenance dengan widget Elementor yang tersedia. Nah, karena maintenance page pada dasarnya tidak membutuhkan header dan footer, Anda perlu menghilangkannya terlebih dulu. Caranya klik tombol Settings pada pojok kiri bawah.

Konfigurasi Maintenance Page di Elementor

3. Klik menu drop down pada Page Layout, kemudian pilih Elementor Canvas.

Pilih Elementor Canvas

4. Sekarang Anda bisa mulai mendesain maintenance page Anda pada tampilan blank berikut. Anda bisa menambahkan background, membuat judul, dan contact form.

Tampilan Mode Maintenance Menggunakan Elementor

5. Setelah selesai membuat halaman maintenance mode, klik Publish. Lalu kembali lagi ke menu Elementor > Tools > Maintenance Mode. Ganti Choose Mode dengan Maintenance atau Coming Soon. Lalu pilih menu Choose Template dengan halaman yang baru Anda buat tadi.

Publish Maintenance Mode di Elementor

6. Klik Save Changes untuk menyimpan pengaturan. Selanjutnya Anda akan mendapatkan notifikasi Maintenance Mode telah aktif.

Notifikasi Maintenance Mode Aktif

3. Mengedit File Function.php
Selain dua cara di atas, Anda bisa membuat maintenance page dengan mengedit file function.php. Langkah ini merupakan cara untuk menampilkan default maintenance page yang ada di WordPress.