Leverage Browser Caching: Cara Mudah Meningkatkan Kecepatan Website

Apa Itu Leverage Browser Caching?
Leverage browser caching adalah upaya untuk meningkatkan penyimpanan sementara (cache) di browser pengunjung agar halaman website bisa loading lebih cepat.

Leverage browser caching juga menjadi salah satu rekomendasi saat Anda melakukan pengecekan kecepatan website menggunakan Google PageSpeed Insights. Pada versi terbaru, tampilannya akan seperti ini:

leverage browser caching wordpress pada google pagespeed insights

Dari tampilan di atas, terdapat temuan indikator orange (kurang baik) pada Serve static asset with and efficient cache policy. Ini artinya, terjadi kendala pada cache sehingga Anda direkomendasikan untuk melakukan leverage browsing caching.

Apa sih yang menyebabkan munculnya rekomendasi perbaikan tersebut?

Website Anda belum menggunakan browser cache, sehingga performa kurang maksimal.
Anda sudah menggunakan browser cache, tapi pengaturan masa aktif cache tak bisa ditemukan.
Masa aktif cache ditemukan, tapi durasinya terlalu pendek sehingga performa tidak signifikan.
Oleh karena itu, Anda perlu mengaktifkan WordPress leverage browser caching dengan tiga cara yang akan kami jelaskan di bawah.

3 Cara Leverage Browser Caching di WordPress
Berikut ini beberapa cara melakukan leverage browser caching untuk mengatasi kendala loading website sesuai penyebabnya. Apa saja?

1. Install Plugin Leverage Browser Caching
Kalau website Anda belum menggunakan cache, Anda bisa melakukan leverage browser caching dengan bantuan plugin. Untuk mengaktifkannya, ikuti langkah berikut:

1.Klik menu Plugins > Add New di dashboard WordPress Anda. Lalu, ketikkan “Leverage Browser Caching” di kotak pencarian.

langkah pertama cara leverage browser caching dengan menginstall plugin di wordpress

2. Klik Install Now pada plugin Leverage Browser Caching.
3. Klik Activate dan plugin Leverage Browser Caching akan bekerja secara otomatis.
4. Lakukan pengecekan di Google PageSpeed Insight kembali apakah rekomendasi untuk leverage browser caching WordPress masih muncul.

2. Tambahkan Expires Headers
Kalau masa aktif cache tidak ditemukan, Anda akan mendapatkan informasi terkait Time to Live (TTL) seperti di bawah ini:

masa aktif cache tidak ditemukan pada google pagespeed insights

Untuk itu, Anda perlu menambahkan expires header, yaitu barisan kode untuk mengatur berapa lama cache disimpan di browser (Time to Live).

3. Pindahkan Cache Google Analytics ke Server Anda
Jika masa aktif cache Anda terlalu pendek, seperti terjadi pada cache Google Analytics dengan masa aktif dua jam, Anda akan mendapat informasi sebagai berikut:

masa aktif cache yang terlalu pendek akan tampil di google pagespeed insights

Solusinya, Anda bisa memindahkan cache Google Analytics ke server Anda. Dengan begitu, permintaan data tak harus selalu dari server Google langsung sehingga bisa lebih cepat.

Pun demikian, cara tersebut tidak direkomendasikan Google karena bisa memperlambat update fitur atau informasi terkait Google Analytics.

Nah, jika Anda tetap ingin melakukannya, Anda bisa memanfaatkan plugin CAOS – Host Google Analytics Locally.

Sayangnya, plugin CAOS ini pun tidak kompatibel dengan plugin Google Analytics lainnya. Jadi, nonaktifkan plugin Google Analytics tersebut agar CAOS bisa berfungsi maksimal dan menghindari crash.

1. Install plugin CAOS di website Anda.

langkah pertama install plugin CAOS untuk leverage browser caching wordpress

2.Pilih menu Settings > Optimize Google Analytics

Masukkan ID Google Analytics Anda pada Google Analytics Tracking ID. Lalu, klik Save Changes & Update untuk menyimpan pengaturan. Sekarang, cache Google Analytics akan disimpan di server Anda dengan masa aktif 30 hari.