WP Rocket – Plugin Cache untuk Mempercepat WordPress

Apa itu WP Rocket?
WP Rocket adalah plugin cache WordPress dengan layanan premium atau berbayar yang dapat mempercepat loading website. Plugin ini sudah cukup populer sejak lama, terbukti dengan jumlah pengguna yang sudah mencapai lebih dari 1 juta akun.

Sayangnya, plugin ini tidak menyediakan paket free trial untuk pemakaian pertama. Mereka hanya menawarkan lisensi berbayar dengan pilihan 3 kategori, yaitu:

  • Single – seharga $49 dengan pemakaian 1 tahun untuk 1 website.
  • Plus – seharga $99 dengan pemakaian 1 tahun untuk 3 website.
  • Infinite – seharga $249 dengan pemakaian 1 tahun untuk unlimited website.

Keunggulan Plugin WP Rocket
Kalau dilihat-lihat, biaya lisensi WP Rocket memang cukup terbilang mahal untuk sebuah plugin. Apalagi tidak sedikit pengguna yang kerap membandingkannya dengan plugin lain. Misalnya WP Rocket vs W3 Total Cache, atau WP Rocket vs Litespeed Cache dimana kedua plugin cache ini sangat populer dan juga gratis.

Jadi sebenarnya, apa keunggulan dari WP Rocket? Berikut ulasannya:

1. Dashboard yang User-Friendly
WP Rocket plugin memiliki dashboard yang mudah digunakan, baik untuk pemula maupun profesional. Dengan begitu, Anda bisa mengaktifkan atau menonaktifkan setiap fitur yang ada di dalamnya dengan mudah.

2. Sudah memiliki Fitur Lazy Load Media
Dengan WP Rocket, Anda tidak perlu lagi menginstal plugin lazy load WordPress. Sebab WP Rocket sudah menyediakan fitur lazy load, yang artinya ia hanya akan memunculkan gambar atau video saat pengguna melihatnya.

3. Menghapus Database
Plugin ini menyediakan fitur untuk membersihkan database WordPress Anda dan menghapus jumlah resources yang sudah tidak dibutuhkan dengan otomatis. Fungsinya adalah untuk mengurangi beban database dan membuat proses pemuatan (loading) lebih cepat.

4. CloudFlare
WP Rocket juga telah terintegrasi dengan CloudFlare bagi Anda yang menggunakan layanan CDN server. Selain memberikan keamanan dari serangan DDoS, fitur ini juga menjadi faktor penunjang untuk website bisa bekerja lebih cepat. Selengkapnya tentang CloudFlare bisa Anda baca artikel kami di sini.

5. Kompresi GZIP
Supaya dapat mengurangi pemakaian bandwidth, WP Rocket menyediakan fitur untuk mengkompres GZIP. GZIP dapat memperkecil file Anda sehingga proses loading website bisa lebih cepat.

Cara Setting WP Rocket Plugin di WordPress
Setelah mengenal WP Rocket dan keunggulannya, sekarang kami akan membahas cara setting WP Rocket Plugin di WordPress. Silakan diikuti satu per satu ya!

Langkah 1 – Download dan Instal WP Rocket
Seperti yang kita tahu, plugin ini tidak menawarkan versi gratis. Jadi, mau tidak mau Anda harus membeli salah satu lisensi yang bisa dibeli melalui website resmi WP Rocket.

Setelah sukses berlangganan, Anda bisa langsung log in ke akun yang sudah terverifikasi melalui email dan mengunduh link plugin untuk disimpan pada komputer.

Cara setting WP Rocket dengan tahapan download dan instalasi plugin

Kalau sudah terunduh, sekarang Anda sudah bisa menginstal plugin WP Rocket ke akun WordPress Anda. Buat yang belum tahu cara menginstal plugin di WordPress, bisa ikuti langkahnya di artikel ini.

Kemudian, Anda bisa mulai mengubah pengaturan WP Rocket dengan cara klik WP Rocket yang terdapat di menu Settings WordPress.

Langkah 2 – Mengenal Dashboard WP Rocket
Setelah masuk ke pengaturan, Anda akan diarahkan ke halaman dashboard. Di sana Anda bisa melihat informasi jenis lisensi yang aktif digunakan disertai tanggal kedaluwarsa.

Tampilan dashboard WP Rocket

Pada langkah cara setting WP Rocket ini, Anda bisa mencoba fitur Rocket Tester, yaitu program untuk pengujian Beta. Anda juga bisa mengaktifkan Rocket Analytics untuk membagikan data secara anonim ke tim developer mereka. Tujuannya agar mereka bisa menganalisis kinerja WP Rocket Anda dan meningkatkannya.

Dua fitur WP Rocket yaitu Rocket Tester dan Rocket Analytics

Jika mendapati kendala di tengah penggunaan, Anda bisa menemukan solusinya pada kolom FAQ (Frequently Asked Questions). Anda juga bisa klik tombol Ask Support untuk menerima bantuan langsung dari tim support WP Rocket.

Halaman support WP Rocket

Pada bagian paling kanan dashboard, terdapat 3 jenis fitur Quick Actions, yaitu:

  • Remove all clear cache – direkomendasikan untuk digunakan setelah Anda selesai mengkonfigurasikan pengaturan WP Rocket.
  • Start cache preloading – fitur untuk caching yang terdapat di halaman utama website, termasuk internal link.
  • Purge OPcache content – menghapus konten OPcache untuk mencegah adanya masalah saat mengupdate plugin.

Fitur Quick Actions yang disediakan plugin cache WP Rocket

Langkah 3 – Pengaturan Cache
Sebenarnya, WP Rocket telah mengaktifkan fitur caching secara default. Namun, Anda juga bisa mengubah beberapa pengaturan supaya mendapatkan kecepatan yang lebih mumpuni. Berikut adalah cara setting WP Rocket selanjutnya:

Halaman pengaturan cache

  1. Aktifkan kolom Enable caching for mobile devices untuk membuat website Anda lebih mobile-friendly. Lalu, pilih juga kolom Separate cache files for mobile devices untuk memastikan pengguna mobile mendapatkan pengalaman caching secara penuh.
  2. Kemudian, Anda bisa mengklik fitur Enable caching for logged in WordPress users. Fitur ini sangat berguna untuk Anda yang memiliki website dengan fitur membership atau sistem login bila pengguna ingin melihat konten Anda.
  3. Fitur Cache lifespan, berfungsi untuk mengatur jangka waktu Anda menyimpan file cache di dalam website. Di sini, Anda bisa bebas menetapkan waktu yang lebih atau kurang dari 10 jam, tergantung seberapa sering Anda mengupdate website.

Langkah 4 – Pengaturan Optimasi File

Halaman pengaturan optimasi file

Pada halaman ini, Anda bisa meminimalkan ukuran berbagai file seperti file HTML, CSS dan JavaScript. Anda bisa bebas mengaktifkan fitur mana saja yang sekiranya diperlukan.

Akan tetapi, dalam kebanyakan kasus, pengaturan ini tidak memberikan dampak yang begitu signifikan pada performa website secara keseluruhan.

Kecuali jika website Anda memiliki traffic yang begitu besar seperti e-commerce, barulah fitur ini bisa memberikan efek yang cukup nyata. Seperti mengurangi pemakaian bandwidth atau menghemat biaya hosting Anda.

Namun kadang kala, meminimalkan ukuran file juga bisa berpeluang terjadinya resiko yang tidak terduga.

Langkah 5 – Lazy Load Media
Gambar seringkali menjadi salah satu item terberat kedua di halaman website setelah video. Proses loadingnya pun jelas lebih lama dibandingkan teks. Maka, untuk menyiasati hal ini, banyak website yang menggunakan bantuan plugin lazy loading.

Alih-alih memuat (loading) seluruh gambar sekaligus, fitur lazy loading hanya akan menampilkan gambar saat pengguna melihatnya. Dengan cara ini, loading website Anda bisa berjalan lebih cepat.

Untungnya, WP Rocket plugin sudah dilengkapi dengan fitur lazy loading bawaan. Cara untuk mengaktifkannya adalah dengan membuka pengaturan Lazy Load seperti gambar di atas, lalu Anda bisa memilih fitur mana saja yang ingin diaktifkan. Berikut adalah penjelasan lengkap dari masing-masing fitur:

Halaman pengaturan Media di WP Rocket

  1. Lazy load images – fitur ini berfungsi untuk mengaktifkan lazy loading pada setiap foto yang ada di halaman website.
  2. Lazy load iframes and videos – Anda bisa mengaktifkan lazy loading untuk iframes dan video.
  3. Replace YouTube iframe with preview image – berfungsi untuk menggantikan iframe YouTube dengan gambar pratinjau yang membantu mempercepat halaman website apabila terdapat banyak video YouTube.
  4. Disable emoji – mengaktifkan fitur disable caching emoji dapat membantu mengurangi jumlah permintaan HTTP sehingga dapat meningkatkan pemuatan.
  5. Disable WordPress embeds – fitur ini sebaiknya diaktifkan untuk menghindari pengguna yang ingin menyematkan (embedding) konten Anda.
  6. Klik Save Changes.

Langkah 6 – Pengaturan Preload
Di bagian Preload, secara default plugin WP Rocket dapat meng-crawling halaman utama website Anda. Selain itu, WP Rocket juga telah melakukan preload cache di setiap link yang tertera di dalamnya.

Namun, di pengaturan ini ada beberapa fitur lain yang bisa Anda aktifkan atau nonaktifkan dengan fungsi berikut:

Halaman pengaturan Preload

  1. Activate sitemap-based cache preloading – fitur untuk dapat menggunakan seluruh URL pada XML sitemap Anda agar dapat melakukan preload ketika masa cache telah kedaluwarsa atau yang sudah dihapus.
  2. Yoast SEO XML sitemap – Anda juga bisa mengaktifkan fitur ini untuk bisa melakukan preload pada setiap XML sitemap yang dihasilkan dari plugin Yoast SEO.
  3. Preload bot – berfungsi untuk melakukan caching otomatis setiap kali Anda menambahkan atau mengupdate konten di website.
    Jika sudah selesai mengaktifkan beberapa fitur di atas, klik Save Changes.

Langkah 7 – Pengaturan Advance Rules

Halaman pengaturan Advanced Rules

WP Rocket plugin memberikan Anda kemudahan untuk mengontrol proses caching di halaman website. Termasuk menentukan halaman mana saja yang tidak ingin di-cache. Untuk melakukannya, Anda bisa membuka halaman pengaturan di tab Advanced Rules seperti gambar di atas.

Di sana, Anda bisa menonaktifkan caching pada URL tertentu, cookies, user agents (browser dan tipe device), hingga mengaktifkan kembali secara otomatis jika dibutuhkan. Tapi sebenarnya, pengaturan default sudah cukup mumpuni untuk membuat website bekerja cepat.

Biasanya, pengaturan Advanced Rules seperti ini hanya dibutuhkan oleh para developer dengan sistem website yang cenderung kompleks.

Langkah 8 – Pengaturan Database
Selain dapat menentukan halaman tertentu yang tidak ingin di-cache, WP Rocket juga menyediakan fitur untuk menghapus database WordPress Anda.

Fitur ini sebenarnya tidak begitu memberikan efek yang signifikan terhadap kinerja website. Namun, Anda bisa meninjau beberapa opsi yang ada pada pengaturan Database ini:

Halaman pengaturan Database WP Rocket

  1. Post cleanup – di opsi ini Anda bisa menghapus berbagai data revisi, auto drafts, atau halaman-halaman di trash. Namun, kami tidak begitu merekomendasikan Anda untuk mengaktifkannya, kecuali Anda sudah membackup data-data tersebut sebelum terhapus secara permanen.
  2. Comments cleanup – untuk menghapus spam dan komentar yang sudah terbuang.
  3. Transient cleanup – berfungsi menghapus data-data yang tersimpan sementara.
  4. Database cleanup – menghapus tabel database.
  5. Automatic cleanup – fitur ini berfungsi untuk mengatur jadwal penghapusan database secara otomatis.

Langkah 9 – Pengaturan CDN

Halaman pengaturan CDN

Jika menggunakan layanan CDN (Content Delivery Network) server untuk website, Anda bisa menghubungkannya dengan WP Rocket. Caranya adalah dengan membuka tab pengaturan CDN, kemudian centang fitur Enable Content Delivery Network untuk mengaktifkannya.

Dengan mengaktifkan fitur ini, kecepatan website Anda dapat meningkat pesat. Sebab CDN memungkinkan pengguna untuk mengunduh file yang ada pada website Anda melalui lokasi server terdekat.

Selain itu, CDN juga efektif untuk mengurangi beban server hosting yang menghasilkan kinerja website semakin responsif.

Langkah 10 – Add Ons
Selain bisa terintegrasi dengan layanan CDN server, Anda juga bisa mengintegrasikan akun Cloudflare dengan WP Rocket melalui tab pengaturan Add-Ons. Setelah itu, Anda bisa mengisi beberapa kolom seperti:

Berbagai Addons yang disediakan oleh WP Rocket

  1. Global API Key – nah, untuk tahu API key Anda, caranya adalah dengan log in akun CloudFlare, lalu scroll down ke bawah dan Anda akan menemukan API key di sana. Setelah itu, copy dan paste ke kolom Global API Key di pengaturan ini.
  2. Account email – isi nama email Anda yang digunakan pada akun Cloudflare.
  3. Domain – isi nama domain website Anda.
  4. Optimal Settings – aktifkan fitur Optimal Settings untuk meningkatkan konfigurasi, kecepatan, dan kompatibilitas Cloudflare Anda.
  5. Klik Save Changes.

Langkah 11 – Pengaturan Tools
Cara setting WP Rocket yang terakhir adalah pengaturan Tools, Anda bisa melakukan export dan import data pengaturan plugin yang sudah Anda lakukan. Sehingga, saat Anda hendak memindahkan WordPress dari server ke server, atau mengganti domain lama ke domain baru, Anda tidak harus repot melakukan setting WP Rocket lagi dari awal.

Berikut adalah fungsi dari masing-masing opsi:

Halaman pengaturan Tools yang digunakan di plugin cache ini

  1. Export settings – memungkinkan Anda untuk mengekspor pengaturan WP Rocket ke situs Anda yang lain.
  2. Import settings – berguna untuk mengimpor pengaturan WP Rocket yang sudah terkonfigurasi sebelumnya.
  3. Rollback – Anda bisa mengembalikan plugin ke versi sebelumnya apabila ada kendala di versi yang baru.