Categories
Hosting Uncategorized

Mengapa Anda Harus Menggunakan Domain .COM?

Mengapa Anda Harus Menggunakan Domain .COM?

Anda Sebaiknya Memiliki Domain .COM Terlebih Dahulu …
8 dari 10 website teratas dunia berdasarkan ranking Alexa menggunakan domain .COM. Hal ini menunjukkan bahwa domain .COM memiliki popularitas yang sangat tinggi, terbukti dari banyaknya website terkenal yang menggunakan domain tersebut. Dengan .COM, website Anda pun bisa meraih kesuksesan seperti mereka.

Menurut statistik yang dilansir Verisign, hingga kuartal keempat tahun 2016, terdapat 329,3 juta Top Level Domain (TLD) telah terdaftar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 21 juta domain, atau sekitar 6,8% dari tahun sebelumnya.

Dari jumlah total di atas, .COM masih merajai pasar domain dunia karena terdapat 126,9 juta domain yang didaftarkan hingga periode yang sama. Ini artinya, hampir 50% website yang ada di dunia menggunakan domain .COM.

Jika Anda membaca ulasan ini dan belum pernah memiliki domain sendiri, sekarang adalah momen yang tepat bagi Anda untuk memulai kesuksesan di dunia online. Anda dapat mulai dengan mendaftarkan domain .COM milik Anda sendiri di sini.

Mengapa Domain COM?
Pada awalnya suatu website diakses tanpa menggunakan nama domain, hanya melalui deretan angka sebagai IP address saja. Cara ini tentu sangat menyulitkan. Menyebutkan IP address http://93.188.165.229/ sebagai alamat website tentu bukanlah ide bagus, bukan?

Karenanya, pada tahun 1985 mulai digunakan tiga ekstensi domain yaitu .COM, .NET, dan .ORG dengan tujuan untuk mempermudah akses serta penyebutan suatu website. Seiring berjalannya waktu, tiga domain ini memang memiliki banyak peminat. Dan, tentu saja, hingga kini yang paling banyak digunakan adalah .COM.

Kami memiliki beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya menggunakan domain .com daripada beli domain lain yang tersedia.

1. Mudah Diingat
Apa yang terlintas di kepala Anda ketika berbicara tentang website? Yap, selain website media sosial, besar kemungkinan website dengan domain .COM-lah terlintas di kepala. Bagi banyak orang awam, website adalah .COM. Tidak hanya itu saja, di tridaya.cloud.com kami kerap menemui klien yang mengira memiliki domain .COM sama artinya dengan sudah memiliki website utuh. Ibaratnya, ini sudah seperti sebuah standar. Bahkan rasanya membuat website tanpa memiliki domain .COM adalah hal yang tabu. Seseorang harus memiliki domain ini terlebih dahulu sebelum berburu nama website dengan ekstensi berbeda.

2. Lebih Populer
Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, domain COM sangat populer di dunia. Hampir 50% website yang ada saat ini menggunakan ekstensi .COM sebagai alamat. Di tengah banyaknya website yang ada, bagaimana Anda bisa terlihat unik? Anda tidak perlu khawatir. Nama yang sama persis tidak akan bisa digunakan dua kali. Pun jika nama yang Anda inginkan tidak tersedia, Anda tetap bisa menggunakan nama lain yang masih ada hubungannya dengan Anda.

3. Ramah SEO
Jika Anda ingin agar website tampil lebih baik di mesin pencari, penggunaan domain .com sangat disarankan. Banyak yang berpendapat bahwa tidak ada domain yang memiliki keistimewaan performa di mesin pencari.

Akan tetapi, domain .COM memiliki cakupan internasional. Domain berkode daerah (seperti .co.id atau .us) sifatnya lokal dan Google menggunakan domain ini untuk melakukan geotarget suatu website. Ini artinya, website dengan domain kode daerah hanya akan relevan untuk daerah tertentu saja. Sebaliknya, domain COM bersifat lebih universal sehingga website Anda dapat lebih mudah muncul di mesin pencari.

4. Pendaftaran Mudah
Nama domain .com bisa Anda daftarkan dengan sangat mudah. Tidak seperti domain berkode negara yang hanya tersedia di daerah tertentu dan membutuhkan persyaratan dokumen tertentu, Anda bisa mendapatkan domain ini dimana saja. Anda hanya perlu memilih domain yang Anda inginkan, selesaikan pembayaran, dan nama domain akan menjadi milik Anda dalam hitungan detik. Jadi tunggu apa lagi,

5. Lebih Murah
Selain mudah, domain .com tersedia dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan domain lain. Tidak hanya pendaftaran pertama saja, biaya perpanjangan tahunan domain ini juga sangat terjangkau. Di tridaya.cloud.com, domain murah .COM bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 105rb saja. Menarik, bukan?

6. Domain COM Menggambarkan Bisnis
Seperti domain lain, ekstensi domain .com juga memiliki peruntukan khusus. Domain .com merupakan kependekan dari ‘commercial’, atau ditujukan untuk para pemilik bisnis. Tentu ini menjadi kabar baik bagi Anda yang sedang berusaha atau malah sudah memiliki bisnis. Website Anda akan terasa lebih “resmi” karena akan sesuai dengan peruntukannya. Meskipun demikian, kini banyak juga pemilik website memilih domain .com karena lebih mudah diingat.

Haruskah Saya Membeli Nama Domain dengan Ekstensi Lain?
Ya, tentu saja! Selagi domain tersebut belum didaftarkan orang lain, kami sangat menyarankan Anda untuk melakukan ‘sapu bersih’ domain yang berhubungan dengan bisnis Anda. Domain .NET bisa Anda jadikan pilihan di sini, misalnya domainanda.net.

Bahkan, jika memungkinkan Anda juga dapat sekalian membeli nama domain yang mirip milik Anda namun terdapat typo atau salah ketik seperti domaianda.com (tanpa huruf ‘n’ di tengah), ataupun domainand.com. Pada domain ini Anda bisa tetapkan fungsi redirect, agar pengunjung yang salah ketik tetap bisa sampai ke website Anda. Cara serupa bahkan juga digunakan oleh Facebook dengan membeli domain typo seperti Facebok.com (dengan satu huruf ‘o’) maupun Faceboo.com (tanpa huruf ‘k’). Anda pun dapat melakukannya!

Memilih nama domain adalah soal citra. Meskipun demikian, bukan berarti Anda perlu menghalalkan segala cara. Kami sangat tidak menyarankan Anda mengambil domain yang jelas-jelas menjadi milik orang lain. Atau, malah memilih nama domain yang masuk dalam daftar hitam Google karena pemilik sebelumnya menyalahi aturan. Jika ini yang terjadi, bisa jadi website sama sekali tidak dapat ditemukan di mesin pencari, sekuat apapun Anda berusaha memperbaiki performa SEO-nya.

Akhir kata, selamat berburu domain COM! Jika Anda masih memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menyampaikannya pada kolom komentar di akhir halaman ini. Kemudian, klik Subscribe untuk terus mendapatkan ulasan terhangat mengenai dunia online langsung dari email Anda ??

 

Categories
Hosting Uncategorized

Cara Pindah Hosting WordPress ke Layanan Hosting Baru

Cara Pindah Hosting WordPress ke Layanan Hosting Baru

Apa yang Anda Butuhkan?
Sebelum memulai langkah pada tutorial ini, pastikan bahwa Anda memiliki:

  • Akses ke dashboard admin WordPress
  • Akses ke control panel dan database hosting
  • Akses ke control panel hosting baru
  • Akses ke domain panel

Langkah 1: Pindahkan File Website ke Hosting Baru
Pilihan 1: Cara Pindah Hosting WordPress Manual

Ini adalah cara yang disarankan jika Anda ingin migrasi website WordPress dari layanan hosting lama ke hosting baru. Syaratnya, Anda perlu memiliki akses ke file WordPress dan database terlebih dahulu. Secara sebenarnya yang Anda perlukan hanyalah memindahkan file dan database dari layanan hosting lama ke hosting baru serta mengedit code pada file wp-config.php.

Pemindahan file dapat melalui File Manager, FTP client, maupun phpMyAdmin. Silakan ikuti petunjuk di bawah ini guna memindahkan website WordPres Anda ke hosting baru.

1. Pertama-tama, Anda perlu mengunduh file WordPress dari hosting lama dan letakkan pada komputer Anda. Anda dapat menggunakan File Manager atau FTP client. Silakan unduh semua file dari direktori website WordPress Anda ke komputer.

Pada contoh ini, WordPress terinstal di folder public_html. Anda perlu mengunduh semua file dari folder ini.

a. Silakan pilih semua file dengan cara klik Select All, kemudian klik kanan dan pilih Compress.

b. Pilih format Zip dan klik tombol Compress File(s).

c. Setelah itu silakan klik kanan pada file hasil kompresi dan klik Download.

2. Ketika file sudah diunduh, Anda dapat melanjutkan ke proses selanjutnya dan mengeksport database MySQL. Cara export database MySQL silakan ikuti petunjuk berikut ini.

a. Masuk ke cPanel dan pilih menu phpMyAdmin.

b. Pilih nama database yang ingin di export, jika Anda tidak mengetahui dengan pasti databasenya, dapat di lihat di dalam file wp-config.php yang ada pada direktori public_html (jika WordPress diinstal pada domain utama).

c. Setelah itu silakan pilih tab Export (ditandai dengan angka 1), pilih Quick pada Export Method (2), dan pilih SQL pada bagian Format (3). Klik Go (4) untuk melanjutkan.

3. Silakan unggah file WordPress ke hosting baru yang sebelumnya sudah Anda unduh. Proses unggahan dapat dilakukan melalui File Manager atau FTP Client. Anda dapat mengikuti tutorial cara upload website ke hosting dengan file manager atau FTP.

4. Silakan untuk membuat database MySQL pada akun hosting baru melalui cPanel, Anda dapat mengikuti tutorial cara membuat database MySQL di cPanel. Silakan masukkan nama, username, dan password database. Setelah itu import file MySQL yang sebelumnya di-export melalui phpMyAdmin.

5. Selanjutnya Anda perlu mengedit file wp-config.php di hosting baru dan menentukan detail database MySQL. File wp-config.php dapat dicek pada folder utama WordPress. Silakan ubah 3 nilai di bawah ini.

DB_NAME – nama database MySQL
DB_USER – username database MySQL
DB_PASSWORD – password user MySQL

Hostname biasanya menggunakan localhost. Akan tetapi, kami menyarankan untuk memastikannya ke penyedia hosting Anda. Jika terdapat error pada proses pemindahan file WordPress, silakan minta bantuan tim support hosting yang digunakan

Pilihan 2: Cara Pindah Hosting WordPress dari WordPress.com Menjadi Self Host
Cara ini tepat bagi Anda yang memiliki blog di WordPress.com. Hosting di WordPress.com berarti Anda tidak memiliki akses ke database dan file. Tapi Anda tidak perlu khawatir, langkah migrasinya lebih mudah dibandingkan cara pindah hosting WordPress secara manual. Untuk melakukannya Anda perlu menginstal WordPress terlebih dahulu di akun hosting milik Anda.

Silakan ikuti langkah sederhana berikut ini. Prosesnya cepat, tidak lebih dari 10 menit.

1. Login ke admin area WordPress.com.

2. Pada dashborad WordPress.com klik tombol Settings dan pilih tab Export seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

3. Klik tombol Export All, ini akan menghasilkan file .ZIP.

4. Klik tombol download dan download file .ZIP ke komputer Anda. Ketika download sudah selesai, silakan di extract.

5. Sekarang silakan masuk ke Dashboard Admin WordPress di hosting tujuan yang sebelumnya harus sudah Anda install WordPress.

6. Pada menu sebelah kiri silakan pilih Tools kemudian klik tombol Import.

7. Pada bagian ini Anda akan melihat pilihan import, silakan pilih WordPress yang terletak di bagian bawah.

8. Setelah itu akan muncul pilihan untuk menginstal plugin WordPress Importer, silakan klik tombol Install Now untuk memperosesnya.

9. Setelah selesai menginstall, silakan klik link Activate Plugin & Run Importer untuk mengaktifkan plugin, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

10. Kembali lagi ke halaman menu Importer dan pilih lagi WordPress.

11. Klik Choose File dan pilih file .XML yang sebelumnya sudah Anda extract dari file .ZIP. Kemudian klik tombol Upload file and import.

12. Pada halaman baru, Anda akan diminta untuk menentuka author untuk konten yang di import. Supaya lebih mudah, direkomendasikan untuk memilih bagian existing user dan mencentang Import Attachments, kemudian klik tombol Submit, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

13. Untuk proses import tidak memerlukan waktu lama, setelah import file selesai maka akan tampil pesan selesai pada bagian atas halaman, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

14. Pada langkah ini transfer website dari WordPress.com ke selft hosted sudah selesai, dan caranya cukup mudah. Jika Anda menemukan error pada proses import file .XML, silakan untuk menghubungi staf support hosting yang Anda gunakan.

PENTING: Untuk cara ini, Anda hanya mentransfer postingan, halaman dan media file saja. Untuk plugin dan template yang digunakan pada WordPress.com tidak akan ikut ditransfer. Sehingga Anda perlu melakukan instalasi plugin dan template secara manual.

Pilihan 3: Menggunakan Plugin Cloning Untuk Migrasi WordPress
Plugin cloning pada WordPress dapat digunakan untuk memindahkan website WordPress dengan mudah ke hosting baru. Plugin ini membuat backup semua website WordPress Anda dan dapat dengan mudah direstor pada hosting yang baru.

Terdapat banyak plugin untuk melakukan cloning script PHP, kami merekomendasikan untuk menggunakan plugin WP Clone by WP Academy. Karena menggunakannya cukup mudah dan menawarkan semua fitur yang Anda butuhkan untuk melakukan transfer. Langkah di bawah ini adalah cara pindah hosting WordPress menggunakan plugin WP Clone:

1. Silakan lakukan instalasi plugin pada dashboard admin WordPress Anda, pilih menu Plugins > Add New dan ketikkan pada tombol search WP Clone. Klik tombol install dan setelah selesai proses instalasi klik Activate untuk mengaktifkan plugin.

2. Setelah plugin WP Clone sudah aktif, silakan pilih menu WP Clone pada dashboard admin WordPress Anda, kemudian klik tombol Create Backup.

3. Untuk proses backup memerlukan waktu berdasarkan ukuran file dari website WordPress Anda. Setelah file backup sudah berhasil dibuat, silakan klik tombol Copy Url.

4. Sekarang silakan ulangi lagi untuk melakukan instalasi plugin WP Clone pada WordPress di hosting baru Anda. Setelah selesai di install dan diaktifkan silakan pilih menu WP CLone, kemudian pastekan link backup yang sebelumnya sudah Anda copy ke kolom Restore from URL, centang I AGREE dan klik tombol Restore From URL, seperti yang terliat pada gambar di bawah ini.

5. Anda memerlukan waktu beberapa menit agar plugin dapat mengunduh serta me-restore file backup. Setelah proses migrasi sudah selesai, Anda akan melihat notifikasi pesan sukses seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Kini Anda telah berhasil memindahkan website WordPress dari hosting lama ke hosting baru menggunakan plugin WP Clone.

Langkah 2: Arahkan Domain ke Nameserver Hosting Baru
Setelah proses pemindahan file selesai, langkah selanjutnya adalah mengubah nameserver pada domain sesuai dengan nameserver hosting baru Anda. Cara mengubah nameserver, dapat mengikuti panduan berikut ini. Jika hosting anda berada di WordPress.com, untuk mengarahkan nameservernya silakan ikuti tutorial berikut.

Domain Anda mengarah ke Hosting baru biasanya memerlukan waktu maksimal 2×24 jam.

Kesimpulan
Cara memindahkan website ke hosting baru sebenarnya cukup mudah jika Anda melakukannya sesuai dengan langkah yang benar. Dengan menyelesaikan tutorial cara pindah hosting WordPress ini, Anda telah mempelajari tiga cara berbeda untuk transfer website WordPress.

Jika ada pertanyaan atau masukan mengenai artikel ini, jangan ragu untuk menuliskannya pada kolom komentar yang terletak di bagian bawah halaman ini. Untuk berlangganan artikel kami langsung dari email Anda, silakan klo tombol Subscribe pada form yang disediakan.

Categories
Hosting Uncategorized

Cara Membuat Live Chat di Website dengan Facebook Messenger

Cara Membuat Live Chat di Website dengan Facebook Messenger

Apa yang Anda Butuhkan?
Untuk memulai langkah pada tutorial ini, Anda membutuhkan dua hal ini:

  • Website WordPress – sebelumnya harus memiliki hosting yang telah Anda instal WordPress
  • Halaman Facebook

Berikut adalah cara membuat live chat di website dengan Facebook messenger
Langkah 1: Buat Halaman Facebook
Persyaratan utama mengaktifkan tool live chat Facebook di website adalah memiliki halaman Facebook. Silakan buat Facebook Page terlebih dahulu jika Anda belum memilikinya. Tutorial lebih lengkap bisa Anda lihat pada halaman berikut ini.

Setelah memiliki halaman Facebook, selanjutnya Anda perlu melakukan pengaturan fitur live chat Facebook pada website Anda. Dalam tutorial ini kami menggunakan halaman Facebook tridaya.cloud.com dan tridaya.cloud.org.

Langkah 2: Pengaturan Live Chat
Cara membuat live chat di website dalam tutorial ini menggunakan bantuan tool online Zotabox. Tool ini memiliki beragam fitur menarik untuk keperluan marketing, salah satunya live chat.

Anda dapat melakukan pengaturan seperti tampilan dan pengunjung yang dapat melihat live chat di website anda. Selengkapnya silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Silakan akses Zotabox.

2. Pilih menu Support > Facebook Live Chat.

3. Pada tab Basic Settings, Anda dapat melakukan 3 jenis pengaturan.

  • Customize Your Tab – Anda dapat mengubah bentuk tombol chat yang akan ditampilkan. Ada empat jenis pilihan, yaitu berupa teks, gambar, tombol, dan ikon. Menariknya lagi, Anda dapat mengubah tampilannya dengan gambar figur seorang customer support. Selain itu Anda juga dapat mengubah ukuran dan posisi gambar.

  • Enter Your Facebok Fanpage – Silakan masukkan URL dari fanpage Facebook Anda. URL laman tridaya.cloud.com sendiri adalah https://www.facebook.com/niagahoster. Silakan sesuaikan bagian ini dengan URL halaman Facebook Anda.

  • Choose Tab Action – Ketika pengunjung menekan tombol live chat, Anda dapat menetapkan apakah mereka tetap di halaman yang sama atau membuka tab baru. Selain itu, ketika pengunjung membuka website, Anda dapat menentukan live chat terbuka otomatis atau harus diklik terlebih dahulu.

4. Pada bagian tab Display Rules Anda dapat melakukan beberapa pengaturan.

  • Who to show – Siapa saja yang dapat melihat tombol chatting di website Anda.
  • Minimum screen size – Untuk mengatur ukuran minimal perangkat yang akan menampilkan tombol live chat.
  • Max display frequency – Seberapa sering tombol live chat akan ditampilkan.

5. Setelah selesai melakukan pengaturan, silakan simpan dengan menekan tombol Save. Pada langkah ini Anda perlu membuat akun terlebih dahulu, atau login dengan menekan tombol verifikasi login Facebook maupun Google Anda.

6. Untuk mendapatkan kode yang nantinya dipasang pada website Anda, silakan aktifkan dengan menekan tombol OFF menjadi ON yang ada di bagian atas.

Langkah 3: Pasang Kode di Website WordPress
Langkah selanjutnya adalah memasang tombol live chat di website anda. Ada beberapa pilihan untuk memasangnya yaitu dengan meletakkan kode tersebut pada baris sebelum tag </blody> atau dengan menginstal plugin.

Pada contoh ini kami meletakkannya pada bagian footer sebelum tag </body>. Berikut ini adalah langkah lengkapnya:

1. Login ke dashboard WordPress

2. Klik menu Apperance > Editor dan klik footer.php.

3. Letakkan kode yang sebelumnya disalin sebelum tag </body>, kemudian klik tombol Update File.

Pada langkah ini, tombol live chat Facebook sudah berhasil ditambahkan pada website Anda. Untuk melakukan pengecekan silakan akses website Anda. Jika berhasil Anda akan melihat gambar seperti di bawah ini.

Jika Facebook Messenger anda bermasalah, kemungkinan halaman Facebook anda belum dikonfigurasi untuk dapat menerima pesan. Silakan buka halaman Facebook anda, kemudian klik menu Settings > General dan lakukan pengaturan pada bagian Page Visibility, Messeges dan Country Restrictions.

[ecko_alert color=”gray”]Agar dapat membalas pesan pengunjung blog supaya respon lebih cepat, silakan instal aplikasi Pages Manager di smartphone Anda.[/ecko_alert]

 

Categories
Hosting Uncategorized

Apa itu Malware? Pengertian dan Cara Mengatasinya

Apa itu Malware? Pengertian dan Cara Mengatasinya

Apa itu Malware?
Malware adalah perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan memasuki dan terkadang merusak sistem komputer, jaringan, atau server tanpa diketahui oleh pemiliknya. Istilah malware diambil dari gabungan potongan dua kata yaitu malicious “berniat jahat” dan software “perangkat lunak”. Tujuannya tentu untuk merusak atau mencuri data dari perangkat yang dimasuki.

Tidak sembarangan orang yang dapat membuat perangkat lunak seperti ini. Biasanya mereka adalah orang-orang yang sudah paham mengenai cara membuat perangkat lunak dan sistem keamanan pada perangkat lunak. Meskipun begitu saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat membuat malware.

Malware biasanya disusupkan ke dalam jaringan internet. Jika secara manual memasukkan ke dalam komputer korban tentu saja sangat sulit. Jadi kebanyakan peretas melakukan aksinya menggunakan bantuin jaringan internet.

Perbedaan Malware, Virus, dan Trojan
Setelah Anda mengetahui apa itu malware, kini Anda akan mengetahui cara kerja malware. Selain malware, virus dan trojan juga sekaligus akan dibahas di ulasan berikut ini. Malware berbeda dengan virus dan trojan, meskipun terkadang tujuannya adalah sama, tetapi ketiga istilah tersebut ternyata berbeda:

1. Trojan
Trojan adalah sebuah perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak sebuah sistem, perangkat, atau jaringan. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi penting yang tercantum di dalam log komputer. Informasi ini dapat berupa password, transaksi, dan lain sebagainya.

Penyebaran Trojan sering tidak bisa diprediksi dikarenakan terkadang disembunyikan di dalam kode program.. Kebanyakan pemilik tidak mengetahui bahwa program yang dijalankan merupakan Trojan yang sudah siap disebarkan yang biasanya berbentuk executable file.

2. Virus
Virus adalah perangkat lunak yang menyebar di dalam sebuah sistem dan mengganggu penggunaannya. Virus tidak ditujukan untuk mencuri data atau menganalisa penggunaan data. Virus komputer dapat merusak atau menghapus data di sebuah komputer, menggunakan program email untuk menyebarkan virus ke komputer lain, atau bahkan menghapus apa pun yang ada di dalam hard disk.

Virus adalah perangkat lunak yang menyebar di dalam sebuah sistem dan mengganggu penggunaannya. Virus tidak ditujukan untuk mencuri data atau menganalisa penggunaan data. Virus komputer dapat merusak atau menghapus data di sebuah komputer, menggunakan program email untuk menyebarkan virus ke komputer lain, atau bahkan menghapus apa pun yang ada di dalam hard disk.

Virus kebanyakan disebarkan melalui lampiran email dan pesan. Jadi Anda harus berhati-hati jika terdapat email atau pesan yang masuk ke dalam inbox menggunakan alamat yang mencurigakan atau melampirkan link yang tidak valid. Selain itu virus juga dapat menyebar melalui unduhan yang ada di internet dan menyebar di sistem lokal. Virus dapat bersembunyi di dalam perangkat lunak bajakan atau di file lainnya yang Anda unduh.

Perangkat lunak yang dibuat untuk menyebarkan virus biasanya harus mendapat persetujuan dari pihak ketiga yang tak lain adalah pemilik sistem. Perangkat lunak penyebar virus dapat terdeteksi bahkan sebelum dieksekusi karena terkadang nama file dan program yang dimunculkan berbeda.

3. Malware
Sedangkan apa itu malware? Malware dapat mencangkup dari semua perangkat lunak yang digunakan untuk mencuri, memanipulasi, menghapus, atau bahkan memata-matai sebuah sistem. Malware merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan perangkat lunak berbahaya.

Malware dapat disebarkan melalui beberapa metode. Kebanyakan adalah melalui jaringan internet, email, pesan pribadi, atau halaman situs web. Tidak hanya perangkat komputer saja, server situs web juga banyak menjadi korban dari malware.

Bagaimana Cara Kerja Malware di Website dan Komputer?
Pada situs web malware sering didistribusikan melalui plugin atau tema, sedangkan pada perangkat desktop malware disebarkan melalui perangkat lunak atau kode program. Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat digunakan untuk menyebarkan malware pada sistem atau situs web.

1. Website

  • Plugin

Sekarang ini banyak sekali plugin-plugin yang ditawarkan di berbagai situs untuk memaksimalkan fungsi situs web. Tidak jarang plugin-plugin ini mempunyai fitur yang sangat menarik dan cukup mempermudah mengelola situs web.

Namun perlu diwaspadai saat menggunakan plugin, apalagi menggunakan plugin bajakan. Bisa jadi plugin tersebut sudah disusupi kode program yang dapat merusak situs web yang Anda miliki. Jadi gunakan plugin yang terpercaya dan selalu perbarui versi plugin Anda ke versi yang lebih baru.

  • Tema

Selain melalui plugin, kebanyakan malware banyak tersebar melalui tema bajakan. Tawaran tema yang menarik tetapi murah bahkan gratis menjadikan banyak orang tidak berhati-hati dalam memilih tema.

Gunakan tema yang berbayar atau premium, bukan tema yang diambil dari situs yang tidak terpercaya. Anda juga dapat menggunakan tema gratis yang disediakan oleh penyedia resmi. Meskipun tidak menjamin 100% aman, paling tidak Anda sudah mengurangi sedikit resiko terkena malware.

  • Perangkat Desktop

Saat menggunakan perangkat desktop dan ingin menginstal perangkat lunak Anda perlu berhati-hati dalam mengeksekusi kode programnya. Bisa jadi aplikasi yang Anda unduh merupakan aplikasi yang sudah disusupi malware di dalamnya. Ketika dieksekusi maka malware otomatis akan menyebar di dalam sistem.

Tidak jarang di dalam kode program terdapat backdoor yang digunakan untuk memberikan hak akses kepada pembuat malware supaya dapat mengakses sistem dari jarak jauh.

Bagaimana Cara Mengatasi Malware?
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan atau mengatasi malware yang sudah tersebar di dalam sistem. Pada pembahasan ini kami akan membahas cara mengatasi malware di WordPress dan komputer atau perangkat desktop.

Cara Mengatasi Malware di WordPress

1. Atasi Malware Menggunakan Wordfence

Anda dapat menggunakan cara menghilangkan malware di WordPress dengan menggunakan Wordfence. Wordfence merupakan plugin yang terdapat di WordPress yang digunakan untuk melakukan pemindaian virus dan membersihkannya. Ini termasuk layanan anti virus enterprise yang dapat Anda gunakan secara gratis.

Kami sudah membuat panduan untuk menggunakan Wordfence untuk menghilangkan malware pada WordPress. Anda dapat mengikuti panduannya di artikel cara menghapus malware WordPress dengan Wordfence.

Selain menggunakan Wordfence Anda juga dapat menggunakan beberapa plugin pengaman lain seperti BulletProof, iThemes, All In One WP, dan lain sebagainya.

2. Mengatasi Halaman Website “The site ahead contains malware”

Saat membuka website Anda tiba-tiba memunculkan pesan “The site ahead contains harmful programs Error” atau “The site ahead contains malware”. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan terdapat malware yang menginfeksi situs web tersebut. Tentu saja halaman ini akan menghilangkan banyak trafik yang masuk jika tidak segera diatasi.

Kami sudah pernah membuat panduan terkait dengan cara mengatasi malware seperti ini, Anda dapat mengaksesnya melalui artikel cara menghilangkan halaman the site ahead contains malware.

Mengatasi Malware di Komputer
Terkadang sumber malware muncul dari perangkat desktop yang digunakan. Dikarenakan beberapa pengguna atau user sering mengembangkan situs web melalui komputer lokal yang kemudian diunggah ke server situs web menggunakan koneksi FTP.

Sebelum diunggah terkadang malware sudah masuk ke dalam folder atau file situs web. Setelah diunggah malware semakin banyak dan menyebar. Jadi, sebelum mengunggah file situs web pastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada malware di dalamnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ini, yaitu dengan melakukan pemindaian malware atau meneliti satu persatu file yang terdapat didalamnya. Melihat satu persatu file untuk memastikan tidak ada file yang mencurigakan.

Jika menggunakan Windows, Anda dapat mengikuti langkah ampuh mengatasi malware dengan cepat di artikel 7+ Cara Menghilangkan Malware dan Tips Terhindar dari Malware.

Categories
Hosting Uncategorized

Cara Install Laravel di cPanel Hosting

Cara Install Laravel di cPanel Hosting

Apa itu Laravel?
Laravel adalah framework PHP yang dibuat dengan tujuan memudahkan developer untuk mengembangkan situs web dengan sederhana, elegan, menyenangkan, dan ekspresif.

Framework Laravel diluncurkan sekitar tahun 2011 dan sekarang sudah banyak dikenal dan digunakan di berbagai situs web karena sifatnya yang elegan dan dinamis. Framework ini juga terkenal dengan dokumentasinya yang lengkap dan selalu up to date, tak heran jika banyak orang yang ingin belajar laravel.

MVC atau Model, View, Controller menjadi pondasi Laravel yang dilengkapi dengan tool teks perintah (command line) yang bernama “Artisan” yang bisa digunakan untuk packaging bundle dan instalasi bundle melalui command prompt.

Laravel bukan satu-satunya framework PHP yang saat ini populer, ada beberapa framework lain juga yang sama populernya, seperti Codeigniter, Symfony, Phalcon, Yii, dan lain sebagainya.

Kelebihan Laravel
Dan, apa keuntungan dan kelebihan menggunakan Laravel?

Sederhananya, kita bagi menjadi tiga, yaitu Expressif, Simple, dan Accessible.

  • Expressif, artinya ketika menggunakan Laravel, programmer diharapkan memahami langsung kegunaan dari suatu sintaks meskipun belum mempelajari atau bahkan menggunakannya.
  • Simple, artinya tidak perlu mendeklarasikan banyak fungsi untuk mengambil beberapa data. Sebagai contoh kita ingin mengambil semua data yang ada di dalam table users, maka hanya perlu membuat class model bernama user: kemudian memasukan semua data dari tabel users tersebut dengan cara sebagai berikut:

$all_user = User::all();

  • Accessible, artinya Laravel dapat dijangkau dengan mudah. Dokumentasi framework ini dibuat selengkap mungkin sehingga jika terdapat rilis terbaru akan segera mendapatkan panduan bagaimana cara menggunakannya.

Laravel di Softaculous
Softaculous adalah auto-installer ‘aplikasi instalasi otomatis’ untuk cPanel dan DirectAdmin. Tersedia ratusan skrip dan ribuan PHP Class yang dapat dipasang di hosting. Proses instalasi sangat mudah dan sederhana.

Di Softaculous, Laravel dapat diinstall dengan mudah.

Sedangkan proses instalasi manual dapat Anda ikuti panduan Laravel Tutorial untuk Pemula.

Cara Install Laravel di cPanel
Cara install Laravel di cPanel setidaknya terdapat lima langkah sederhana yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Login ke cPanel
  • Akses Fitur Softaculous Apps Installer
  • Menjalankan Script instalasi Laravel
  • Pengaturan Software Setup
  • Pengecekan

Kelima langkah itu akan secara otomatis menginstall Laravel di hosting sesuai dengan domain yang dipilih.

Kebutuhan yang Perlu Dipersiapkan
Apa yang diperlukan sebelum menerapkan cara install Laravel?

  • Akses ke akun cPanel.
  • Pastikan Hosting Anda mendukung Laravel.

Bagi Anda pengguna layanan hosting di tridaya.cloud.com tidak perlu khawatir, karena hosting tersebut sudah sepenuhnya mendukung penggunaan Laravel dan percobaan pada artikel ini menggunakan salah satu layanan hosting dari tridaya.cloud.com.

Bagi Anda yang belum mempunyai hosting dan ingin mendapatkan layanan hosting dengan dukungan Laravel, silakan kunjungi halaman web hosting Indonesia untuk mendapatkan layanannya dengan mudah.

Langkah-langkah Install Laravel di cPanel
Cara install Laravel di cPanel dapat diikuti melalui panduan di bawah ini.

Langkah 1 – Login cPanel Hosting
Langkah install Laravel di cPanel yang pertama adalah melakukan akses ke cPanel. Anda dapat membuka cPanel dengan mengakses URL: https://namadomain/cpanel

Atau dapat mengikuti panduan Cara Membuka cPanel Melalui Android dan Desktop untuk membuka cPanel melalui Android.

Langkah 2 – Akses Fitur Softaculous Apps Installer
Di halaman utama cPanel, klik Softaculous. Akan lebih mudah jika Anda menggunakan kolom pencarian untuk membuka fitur ini.

Langkah 3 – Menjalankan Script instalasi Laravel
Di halaman utama Softaculous terdapat beberapa pilihan script yang bisa dijalankan. Gunakan kolom pencarian kembali untuk mencari Laravel.

Saat halaman instalasi Laravel terbuka, di sana akan terdapat beberapa informasi, termasuk update terakhir maupun alokasi penyimpanan dan fitur-fitur terbarunya.

Anda tinggal klik “Install Now” untuk mengakses halaman Software Setup.

Langkah 4 – Pengaturan di Software Setup
Isi kolom sesuai dengan petunjuk.

Keterangan:

  • Quick Install, pilihan ini untuk melakukan proses instalasi secara lebih sederhana, hanya memilih folder penyimpanan dan domain saja.
  • Choose Protocol, pilihan ini untuk memilih protokol apa yang ingin dipakai: HTTPS atau HTTP. Jika domain sudah menggunakan SSL, maka disarankan untuk menggunakan protokol HTTPS.
  • Choose Domain, pilihan ini untuk memilih domain yang akan diinstall dengan Laravel. Jika domain yang dimaksud tidak ada, kemungkinan domain belum terhubung ke hosting, jadi harus dihubungkan terlebih dahulu.
    Anda dapat mengikuti panduan cara melakukan addon domain atau cara menghubungkan domain ke vps.
  • In Directory, pilihan ini untuk memilih folder penyimpanan yang akan digunakan untuk Laravel. Jika ingin menyimpan di folder utama, cukup membiarkan kolom terisi http://mydomain/ atau jika ingin menyimpan di “foldersaya” maka diisi http://mydomain/foldersaya.
  • Backup Location (Advance Mode), pilihan ini untuk menentukan folder yang digunakan untuk mem-backup folder Laravel.
  • Email installation details to, masukkan email jika ingin mendapatkan informasi ke email jika proses instalasi sudah selesai.

Periksa kembali, pastikan tidak ada ada kesalahan.

Langkat selanjutnya adalah klik tombol “Install” untuk melanjutkan proses instalasi.

Langkah 5 – Selesai! Laravel Berhasil Diinstall
Jika proses instalasi sudah berhasil dan tidak ada masalah, maka akan muncul informasi sebagai berikut.

Akses https://namadomain/ atau https://namadomain/ untuk mengecek hasil instalasi, pada contoh di atas saya menggunakan folder utama di public_html.

Panduan Upload File Laravel ke cPanel Hosting
Kebutuhan yang Perlu Dipersiapkan
Apa yang diperlukan sebelum menerapkan cara install Laravel?

  • Akses ke akun cPanel
  • File backup Laravel

Langkah-langkah Upload File Laravel ke cPanel Hosting

Pada panduan ini kita akan memindahkan file dari akses localhost ke domain https://duniakaktus.com/public.

Langkah 1 – Mengarahkan Rute ke Folder Laravel
Secara default, Laravel akan mengakses folder root Laravel dan tidak langsung mengakses folder public miliknya. Sehingga perlu dibuatkan rute agar ketika mengakses domain, maka akses langsung diarahkan ke file index.php di folder “public”.

Caranya? Buat file index.php di dalam folder root Laravel.

Langkah 2 – Compress Seluruh File Laravel
Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan seluruh file Laravel menjadi satu buah file dengan cara di-compress. Agar dapat di ekstrak di cPanel, gunakan ekstensi .zip pada file.

Langkah 3 – Akses Halaman cPanel Hosting
Langkah cara upload file Laravel ke cPanel selanjutnya adalah melakukan akses ke cPanel. Anda dapat membuka cPanel dengan mengakses URL: https://namadomain/cpanel.

Atau dapat mengikuti panduan Cara Membuka cPanel Melalui Android dan Desktop untuk membuka cPanel melalui Android.

Langkah 4 – Klik Fitur “File Manager”
Gunakan kolom pencarian untuk mencari fitur File Manager, kemudian akses fitur tersebut.

Langkah 5 – Upload File Laravel
Arahkan navigasi ke folder root yang ingin digunakan untuk penyimpanan Laravel.

Saat file zip sudah terupload, klik kanan file itu dan “Extract”, maka susunan file dan folder akan sesuai dengan yang di atas.

Langkah 6 – Tes Hasil Upload File Laravel
Pengecekan dapat dilakukan dengan mengakses domain atau subdomain yang digunakan untuk menyimpan file Laravel. Hasilnya akan menjadi seperti di bawah ini.

Categories
Hosting Uncategorized

Apa Itu Cloud Hosting & Mengapa Anda Memerlukannya?

Apa Itu Cloud Hosting & Mengapa Anda Memerlukannya?

Apa itu Cloud Hosting?
Cloud hosting adalah tipe web hosting yang tidak hanya menggunakan satu server saja, melainkan menggunakan beberapa server untuk menyeimbangkan beban (load) dan memaksimalkan jam kerja server (uptime). Dengan kata lain, cloud hosting merupakan teknologi yang menggabungkan beberapa server untuk berjalan layaknya satu server utuh. Tujuannya tak lain untuk menjaga performa.

Jadi, tipe hosting ini tidak menggunakan single server tetapi menggunakan teknologi yang dikenal dengan nama “cluster” –menggabungkan beberapa resource server secara terpusat. Semakin banyak server yang tergabung di dalam satu cluster maka semakin besar resource yang ditambahkan.

Teknologi cluster memungkinkan website tetap berjalan meski salah satu server bermasalah. Saat salah satu server bermasalah, server lain akan menjaga website tetap berjalan. Hal itu membuat tingkat uptime-nya cenderung tinggi karena server saling mem-backup.

Selain itu, resource di cloud hosting tidak dipengaruhi atau tidak dibagi dengan pengguna lain karena sudah dedicated.

Cloud hosting secara garis besar berbeda dengan shared hosting pada umumnya. Fokus pada uptime, fleksibilitas dan kemudahan proses scalling, serta private resource adalah beberapa keunggulan dari cloud hosting.

Simpelnya, cloud hosting adalah shared hosting rasa VPS. Kenapa? Karena proses pengelolaan/manajemennya sama mudahnya seperti layanan web hosting yang sudah sering Anda gunakan, tapi kualitas dan resource setara dengan VPS.

Cara Kerja Cloud Hosting

Bagian ini akan membahas lebih lanjut bagaimana cara kerja cloud hosting.

Server yang ada di dalam jenis hosting ini saling membantu saat melakukan serangkaian tugas atau program.

Di saat ada server terjadi masalah, server lain yang masih aktif aktif lainnya sementara menggantikan tugas server yang bermasalah untuk melayani permintaan (request) website.

Proses yang sama terjadi pada saat server mengalami kelebihan beban (overload). Server lain di dalam cluster yang sama akan membantu server yang kewalahan memproses permintaan dari website.

Jadi, cloud hosting melakukan pendekatan distribusi. Karena setiap permintaan website didistribusikan ke beberapa lokasi sehingga masalah downtime bisa dicegah saat server cluster mengalami gangguan.

Bisa dikatakan jenis hosting ini menerapkan prinsip gotong royong antar server. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan uptime dan lebih cepat melayani permintaan website. Hal ini sangat berbeda dengan server shared hosting yang bekerja secara individu, bahkan saling berebut resource.

Fungsi Cloud Hosting Untuk Website Anda
Jika Anda menggunakan shared hosting dan penggunaan sudah sering melebihi kapasitas yang semestinya, bisa saja Anda beralih ke VPS. Namun jika Anda takut tidak bisa menggunakan VPS atau tidak paham cara menggunakannya, solusi yang paling ideal adalah menggunakan cloud hosting.

Alasannya simple: Performanya lebih cepat dibandingkan dengan shared hosting biasa dengan keleluasaan resource dedicated seperti VPS. Bayangkan saja, dengan kecepatan tersebut Anda pasti dapat menampung ribuan trafik dalam satu waktu layanya VPS. Namun dibandingkan dengan VPS, cloud hosting lebih mudah pengelolaannya dengan layanan Full Managed.

Selain itu, berikut 3 alasan utama mengapa Anda membutuhkan cloud hosting:

1. Mampu Menampung Trafik Masif
Anda tidak perlu khawatir mendapatkan trafik yang berlebihan yang dapat membuat website down dan kehilangan pengunjung. Teknologi cluster memungkinkan website untuk menampung trafik yang masif.

Sehingga, server dapat diakses ribuan bahkan jutaan orang secara bersamaan. Ketika ada salah satu server yang overload maka beban akan dibagi dengan server lain. Metode pembagian ini dikenal dengan sistem back-up resource.

Dengan ini, Anda bisa lebih fokus untuk mengembangkan website Anda dan mendapa pengunjung lebih banyak lagi.

2. Performa Tinggi dan Aman
Layanan cloud hosting mempunyai berbagai macam fitur unggulan. Fitur yang dimiliki dapat membantu Anda membangun website yang andal.

Pengembang dapat dengan mudah menambahkan resource saat trafik tinggi dan menguranginya ketika trafik sudah mulai normal kembali.

Jadi, Anda dapat menciptakan platform yang cepat, fleksibel, dan dengan mudah dikustomsisasi.

Ketika kebanyakan layanan hosting mengalami masalah keamanan seperti penyadapan jaringan, invansi ilegal, dan penyalahgunaan data. Layanan cloud hosting menawarkan keamanan dan kerahasiaan data, kontrol akses data, dan intergritas data.

Selain itu, penyedia layanan juga dapat menambahkan algoritma enkripsi untuk melindungi data pribadi dan privasi.

3. Kemudahan Manajemen (Full Managed)
Proses manajemen cloud hosting sama seperti shared hosting, yaitu menggunakan kontrol panel. Anda tidak perlu khawatir kesulitan melakukan berbagai macam pengaturan. Karena semua pengaturan dengan mudah Anda lakukan menggunakan panel yang ada.

Penyedia layanan cloud hosting terkadang menyediakan layanan Full Manage –salah satunya adalah tridaya.cloud,com. Full Managed berarti segala konfigurasi dan pengelolaan server dilakukan oleh tim dari penyedia layanan.

Layanan Full Managed membuat pengguna tidak perlu ribet untuk melakukan instalasi dan konfigurasi website, karena semua kemudahan ada dalam satu dashboard Anda. Anda dapat menggunakan fitur Auto Installer untuk menginstall dan mengkofigurasi website dari awal hingga akhir.

Anda juga dapat menggunakan WordPress Staging untuk melakukan uji fitur dan ide baru di sandbox sebelum website Anda live. Selain Auto Install dan WordPress Stagging, masih banyak fitur yang ditawarkan seperti LiteSpeed Web Server dan WP Accelerator.

LiteSpeed Web Server merupakan teknologi yang menggantikan Apache Web Server tanpa harus mengubah konfigurasi, program, atau detail sistem operasi yang sudah ada. Sedangkan WP Accelerator membantu Anda mempercepat loading website dan performa website menjadi leih optimal.

Kapan Anda Perlu Cloud Hosting?
Cloud hosting merupakan solusi ideal bagi Anda yang ingin menggunakan VPS tetapi tidak paham bagaimana cara menggunakannya. Anda juga dapat mengelolanya seperti mengelola shared hosting menggunakan cPanel.

Performa cloud hosting setara dengan performa VPS dengan kapasitas yang juga dapat disesuaikan

Website Apa Saja Yang Bisa Dibuat Dengan Cloud Hosting?
Di tahap ini, mungkin Anda bertanya-tanya, jenis website apa yang paling cocok untuk menggunakan cloud hosting?

Tenang, semua jenis website bisa menggunakannya kok. Akan tetapi, ada beberapa jenis website yang sangat membutuhkan manfaatnya, contohnya adalah:

  • Toko online
  • High-traffic blog
  • Website proyek
  • Website perusahaan
  • Portal berita

Apakah Anda melihat polanya? Ya, jenis website di atas sama-sama memiliki jumlah traffic yang tinggi. Hal ini bisa diatasi dengan keandalan performa server cloud hosting yang dapat meminimalisir kemungkinan server down.

Selain itu, tipe hosting ini juga relatif lebih aman, terutama jika dibandingkan dengan shared hosting.

Oleh karena itu, jenis hosting ini sangat cocok bagi website-website yang butuh keamanan tinggi seperti toko online dan website perusahaan.

Tapi ingat, penggunaannya tak hanya terbatas pada website-website seperti itu saja. Apapun jenis websitenya, Anda bebas untuk menggunakannya. Dengan catatan, spesifikasi hostingnya memang sesuai dengan kebutuhan website Anda.

Categories
Hosting Uncategorized

Keuntungan Menggunakan Cloud Hosting untuk Website Anda

Keuntungan Menggunakan Cloud Hosting untuk Website Anda

Keuntungan Menggunakan Cloud Hosting
Dibandingkan jenis layanan web hosting lain, cloud hosting memiliki sejumlah kelebihan. Di bagian ini kita akan mengupas tuntas semua manfaat cloud hosting bagi website Anda.

1. Website selalu online dan cepat diakses
Cloud hosting memiliki kemampuan yang setara dengan VPS. Ia menggunakan beberapa server sekaligus untuk menampilkan website. Hal ini membuat website tidak akan down meskipun diakses oleh pengguna dalam jumlah sangat banyak.

Dengan sistem yang sama, web hosting dalam bentuk cloud umumnya juga lebih cepat daripada layanan lainnya. Ini karena data hanya akan ditransfer dari server yang paling responsif. Jika ada ada gangguan di salah satu jaringan server, maka data akan ditransfer melalui server lainnya.

Jika boleh dianalogikan, cloud hosting ini bekerja mirip seperti mobil pribadi di jalan tol. Anda bisa dengan bebas melengang ke manapun, lewat jalur apapun. Dibandingkan dengan shared hosting yang diumpamakan kendaraan umum ─ Anda harus menunggu kendaraan diisi penumpang hingga penuh, sering berhenti untuk menurunkan penumpang, belum lagi terkena risiko mogok di jalan ─ layanan cloud hosting bisa dikatakan sebagai layanan eksklusif.

2. Kelola website secara mudah
Cloud hosting juga cukup mudah untuk dikelola. Ia memiliki berbagai opsi pengaturan dan pengelolaan website. Opsi yang diberikan pun sekilas mirip dengan yang ada di layanan shared hosting. Ini membuat pemilik website yang menginginkan upgrade ke cloud hosting tak perlu khawatir dalam mengelola websitenya.

Layanan cloud hosting tetap memiliki cPanel atau kontrol panel untuk mengatur segala hal teknis di dalam website. Selain itu, terdapat juga fitur WordPress management untuk konfigurasi auto update serta melakukan preview web sebelum online ke publik.

Bukan hanya itu saja, layanan cloud juga kompatibel dengan Laravel dan Web Packages. Dengan kedua software ini, Anda mampu mengembangkan aplikasi berbasis web dengan PHP.

Hal terpenting adalah Anda bisa menginstal platform yang dibutuhkan hanya dalam sekali klik. Ini karena layanan web hosting satu ini juga memiliki fitur auto installer. Lewat fitur inilah platform yang Anda inginkan ─ entah itu WordPress, Joomla, Laravel, Drupal, Weebly, dan lainnya ─ langsung siap digunakan.

3. Aman dari malware dan hacker
Untuk soal keamanan, Anda tak perlu ragu dengan performa yang diberikan cloud hosting. Layanan hosting ini siap mengatasi berbagai celah keamanan yang ada di website. Sebab, layanan cloud dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan untuk menghalau malware dan hacker.

Setidaknya ada lima fitur keamanan yang langsung tersedia dalam cloud hosting tridaya.cloud.com. Pertama, CloudLinux OS. Adanya fitur ini menjaga Anda dari kebocoran data pribadi. Di samping itu, CloudLinux OS juga melakukan update PHP secara teratur untuk menjaga web dari celah keamanan yang tidak diinginkan.

Lalu, terdapat proteksi malware dan DDoS (Distributed Denial of Service). Proteksi malware diberikan dengan melakukan scan berkala untuk memastikan tidak ada malware di dalam website. Sedangkan untuk perlindungan DDoS, menjaga website dari serangan hacker.

Tidak hanya keamanan internal saja yang diurus, reputasi website juga perlu dijamin aman. Cloud hosting sudah termasuk dengan sertifikat SSL kelas dunia. Dengan sertifikat ini, website Anda dianggap aman oleh mesin pencari seperti Google. Ini kemudian akan membantu Anda meningkatkan reputasi dan ranking pencarian.

Tak lupa, layanan web hosting ini juga dilengkapi dengan backup dan restore data. Anda bisa mengatur jangka waktu yang diinginkan untuk melakukan backup data secara otomatis. Karenanya, Anda tak usah khawatir kehilangan data.

4. Layanan bantuan
Keuntungan lain dari cloud hosting adalah ketersediaan bantuan. Untuk Anda yang melakukan upgrade ke cloud hosting, Anda tak perlu khawatir soal konfigurasi web. Biasanya pihak support akan membantu Anda memigrasikan website Anda. Jadi, tak perlu memulai segala sesuatunya dari awal.

Bukan hanya soal migrasi website, Anda juga akan mendapatkan bantuan dari customer service selama 24/7. Segala kendala terkait web hosting dan website yang Anda miliki bisa diselesaikan saat itu juga.

Apakah Anda Memerlukan Cloud Hosting?
Kita sudah belajar apa saja manfaat cloud hosting untuk website. Tapi, apakah layanan itu sesuai untuk Anda? Hal itu yang akan coba dijawab di bagian artikel ini.

Layanan cloud hosting menjanjikan akses cepat untuk website yang ber-traffic tinggi. Layanan ini memastikan website Anda tidak akan down meski diakses oleh banyak sekali pengguna.

Jadi, kuncinya di sini adalah Anda akan membutuhkan cloud hosting ketika website Anda memiliki trafik tinggi. Jika website Anda diakses oleh lebih dari 100.000 pengguna tiap harinya, berarti Anda memang perlu upgrade ke layanan cloud hosting.

Lalu siapa saja yang kira-kira membutuhkan layanan ini?

  • Perusahaan, BUMN, dan website pemerintah ─ website institusi besar biasanya diakses oleh pengguna dalam jumlah sangat banyak. Jika tak mau server down, tentu cloud hosting bisa jadi pilihan. Apalagi jika web tersebut mengumpulkan banyak data dari pengguna.
  • Web agency ─ pemilik web agency biasa memiliki dan mengurus beberapa website sekaligus. Lewat cloud hosting, Anda akan dimudahkan karena hanya perlu mengurus dan melanggan satu jenis layanan.
  • Startup ─ website adalah wajah dari startup. Dari website itulah kira-kira reputasi dan keunggulan sebuah startup ditampilkan. Namun, tentunya itu semua hanya berlaku jika website tersebut responsif dan cepat diakses. Jika yang terjadi sebaliknya, bisa jadi performa dan reputasi startup dianggap buruk.
Categories
Hosting Uncategorized

Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya

Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Settingnya

Apa Itu DNS?
Domain Name Server atau DNS adalah sebuah sistem yang menghubungkan Uniform Resource Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP Address).

Normalnya, untuk mengakses internet, Anda perlu mengetikkan IP Address sebuah website. Cara ini cukup merepotkan. Sebab, ini artinya, Anda perlu punya daftar lengkap IP Address website yang dikunjungi dan memasukkannya secara manual.

DNS adalah sistem yang meringkas pekerjaan ini untuk Anda. Kini, Anda tinggal mengingat nama domain dan memasukkannya dalam address bar. DNS kemudian akan menerjemahkan domain tersebut ke dalam IP Address yang komputer pahami.

Misalkan, Anda ingin mengakses Google. Alih-alih menulis 172.217.0.142 ke dalam address bar, Anda tinggal memasukkan alamat Google.com.

Fungsi DNS
Dari penjelasan apa itu DNS, Anda pasti sudah bisa mengira-ngira bagaimana sebetulnya DNS berfungsi. Namun, supaya lebih jelas, berikut kami jabarkan tiga fungsi DNS:

  1. Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain;
  2. Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan;
  3. Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.

Itulah ketiga fungsi DNS yang bekerja secara otomatis ketika anda sedang mengakses internet.

Nah, sebelum masuk ke penjelasan cara kerja DNS, Anda tentu bertanya kenapa harus menggunakan DNS?

Kelebihan DNS
Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan DNS dalam aktivitas berinternet:

  1. Lebih Mudah untuk Berinternet. Dibanding mengingat deretan angka IP address, tentu akan lebih nyaman untuk mengingat nama website. Hadinya DNS telah berhasil menjembatani komunikasi antara pengguna internet dengan komputer.
  2. Lebih Konsisten dalam Penggunaan. Anda bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan pada IP Address yang digunakan. Dengan demikian, akses pengunjung ke salah satu website tetap bisa dilakuakan meskipun telah terjadi penggantian IP Address.
  3. Lebih Mudah Dikonfigurasi. Saat terjadi kendala pada IP Address yang digunakan, Anda bisa mengganti dengan IP yang berbeda dengan mudah. Cukup dengan melakukan update data pencocokan DNS dan IP Address. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Cara Kerja DNS.
  4. Lebih Aman. Ketika menggunakan sistem DNS, semua aktivitas transfer data online akan melalui server DNS yang terjaga keamanannya. Sistem tersebut akan mencegah upaya peretasan yang coba dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Jadi, website akan menjadi lebih aman.

Setelah mengetahui kelebihannya, mari belajar lebih lanjut tentang bagian dari DNS.

Bagian-Bagian DNS
Prinsip dasar cara kerja DNS adalah dengan cara mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP Address. Setiap URL dan IP Address memiliki bagian-bagian yang saling menjelaskan satu dengan yang lain.

Jika Anda sulit membayangkan teknisnya, anggap saja ini seperti kegiatan mencari buku di perpustakaan. Ketika Anda mencari buku di perpustakaan, biasanya Anda akan diberi kode yang menjelaskan letak buku tersebut.

Kode buku perpustakaan tersebut dinamai Dewey Decimal System (DDS). Biasanya ia terdiri atas kode topik buku, kode nama belakang penulis, dan kode tahun buku diterbitkan.

Kira-kira prinsip yang sama diterapkan dalam DNS. Untuk memahaminya lebih dalam, Anda perlu mengetahui bagian-bagian URL yang tersusun dalam hierarki DNS. Sama seperti kode buku perpustakaan, setiap bagiannya menjelaskan bagian domain.

Satu perbedaan kentara ialah kode perpustakaan mulai dari depan. Di sisi lain, kode yang berlaku pada DNS diurutkan dari belakang. Maka dari itu, kita akan runut bagian-bagian DNS ini dari belakang. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Root-Level Domain merupakan bagian tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya ia berwujud tanda titik (.) di bagian paling belakang sebuah URL.
  • Top-Level Domain adalah ekstensi yang berada di bagian depan root-level domain. Terdapat dua jenis TLD yang umumnya dipakai. Keduanya, yaitu Generic Top-Level Domain (GTLD) dan Country Code Top-Level Domain (CCLTD).

GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Katakanlah, website untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu, .EDU untuk institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.

Di sisi lain, CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara dari pemilik situs. Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk Inggris, dan sebagainya.

  • Second-Level Domain ialah nama lain untuk domain itu sendiri. Ia sering digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam kasus URL en.wikipedia.org, yang dimaksud SLD adalah wikipedia.
  • Third-Level Domain atau subdomain merupakan bagian dari domain utama yang berdiri sendiri. Apabila domain diibaratkan sebagai rumah, subdomain adalah salah satu ruang khusus di rumah itu sendiri.
  • Hostname atau bisa disebut juga dengan scheme. Ini merupakan bagian yang mengawali sebuah URL. Bagian ini menunjukkan sebuah fungsi dari sebuah website atau halamannya. Contoh paling banyak digunakan, yaitu HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.

Cara Kerja DNS
DNS bekerja dalam tahapan-tahapan. Dimulai proses meminta informasi atau DNS query. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain seperti DNS recursion, root nameserver, TLD nameserver, hingga authoritative nameserver.

Tanpa perlu basa-basi lagi, berikut adalah penjelasan soal cara kerja DNS. Semuanya diurutkan tahap per tahap.

DNS Query
DNS Query merupakan istilah teknis untuk meminta informasi soal IP Address. Tahapan ini dimulai ketika Anda mengetikkan URL ke address bar.

DNS server kemudian mencari informasi di filehosts. Jika informasi yang dicari tidak ditemukan, server akan berusaha mencari kepingan informasi atau rekam informasi yang pernah tercatat di sistem (cache).

Dalam tahapan awal ini sendiri, terdapat tiga jenis DNS Query. Ketiganya adalah recursive query, iterative query, dan non-recursive query. Di bawah ini, Anda bisa temukan pengertiannya:

Recursive query
User memberikan hostname yang mana kemudian DNS Resolver harus berikan jawaban. Ada dua kemungkinan jawaban yang diberikan. Pertama, DNS akan menyediakan informasi relevan setelah mencari di Root Server ataupun Authoritative Name Server. Kedua, browser akan menampilkan pesan error karena informasi tak bisa ditemukan.

Iterative query
User memasukkan hostname. DNS resolver akan mencari cache yang relevan di memori. Jika tidak berhasil, DNS resolver akan mencari informasi di Root Server dan Authoritative Name Server yang paling dekat dan relevan dengan DNS zone.

Non-recursive query
Ini merupakan proses pencarian informasi yang tercepat. Tipe ini tidak memerlukan pencarian di Root Server atau Authoritative Name Server karena data yang dicari tersimpan dalam cache.

DNS Recursor / DNS Recursive Resolver
DNS recursor merupakan tahapan pertama pencarian informasi. Ketika user memasukkan URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache, sistem akan mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider (ISP).

Root Name Server
Katakanlah informasi yang Anda cari tak bisa ditemukan di ISP. Maka kemudian, sistem akan mencari informasi yang Anda butuhkan ke root name server.

Root name server merupakan semacam database yang menjawab pertanyaan soal nama domain dan IP Address. Server ini tidak memiliki jawaban tepat untuk informasi yang dicari.

Akan tetapi, server ini bisa meneruskan permintaan informasi ke pihak yang lebih mengetahui. Di dunia ini, terdapat 13 root server yang bekerja. Root server tersebut diurutkan secara alfabetis dari A sampai M.

Root server semacam ini dikelola organisasi seperti Internet Systems Consortium, Verisign, ICANN, the University of Maryland, and the U.S. Army Research Lab.

TLD Name Server
Dari root name server, sistem akan membaca jenis informasi yang dicari dari top-level domain. Setiap TLD seperti .COM, .ORG, .EDU, .ID, .AU, dan sebagainya memiliki server yang spesifik.

Dengan membaca informasi ini, sistem bisa meneruskan pencarian informasi ke server yang benar-benar memiliki data yang dicari.

Authoritative Name Server
Setelah menemukan klu di mana server yang diinginkan, sampailah kita pada authoritative name server. Jenis server satu ini memiliki semua informasi lengkap soal situs web yang dituju.

Ketika informasi yang diminta sesuai dengan hasilnya, maka browser akan menampilkan situs web atau halaman yang Anda minta di awal. Tentu saja hasil pencarian ini memiliki masa waktu tertentu.

Proses pencarian ini akan diulang untuk memastikan informasi yang ditampilkan tetap up-to-date. Namun, tentu saja, beberapa informasi ini disimpan dalam bentuk cache di device untuk berjaga-jaga agar proses query berjalan cepat.

Macam-Macam DNS
Informasi yang diminta user dalam sistem DNS disebut dengan DNS record. Ada beberapa jenis informasi yang bisa diminta dalam sistem DNS. Berikut adalah 10 DNS record yang paling sering dijumpai:

  • A Record atau Address record ─ menyimpan informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.
  • AAA Record ─ menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 address.
  • MX Record ─ merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.
  • CNAME Record ─ digunakan untuk me-redirect domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.
  • NS Record ─ merujuk subdomain pada authoritative name server yang diinginkan. Record ini berguna jika subdomain Anda di web hosting berbeda dengan domain.
  • PTR Record ─ memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi soal IP Address dan menampilkan hostname (reverse DNS lookup).
  • CERT Record ─ menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.
  • SRV Record ─ menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, semacam Priority, Name, Weight, Port, Points, dan TTL
  • TXT Record ─ membawa dan menyalurkan data yang hanya bisa dibaca oleh mesin.
  • SOA Record ─ bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian yang sama juga merujuk pada Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah domain.

Bagaimana Cara Setting DNS Domain?
Untuk dapat melakukan setting DNS Domain, Anda perlu membuka fitur Zone Editor di cPanel. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk melakukan setting DNS:

  1. Login ke cPanel.
  2. Cari bagian Domains.
  3. Klik Zone Editor.
  4. Pilih domain dan klik Manage.
  5. Tambahkan record sesuai yang dibutuhkan (A, AAAA, CAA, CNAME, MX, SRV, atau TXT)
  6. Simpan record.
  7. Tunggu waktu propagasi hingga 1×24 jam.
  8. Setting DNS selesai dilakukan.
Categories
Hosting Uncategorized

DNS Google dan Cara Menggunakannya

DNS Google dan Cara Menggunakannya

Mengapa DNS itu Penting?
Protokol DNS merupakan bagian yang penting dari infrastruktur web. Ibarat jaringan telekomunikasi, DNS merupakan buku telepon yang mempunyai daftar nomor telepon yang ada di seluruh dunia. DNS menyimpan seluruh domain yang ada di internet.

Saat Anda mengunjungi halaman website, perangkat Anda menjalankan proses pencarian DNS atau yang biasa dikenal dengan nama DNS lookup. Proses pencarian ini tidak dilakukan oleh browser, komputer, atau web server tetapi oleh server DNS di internet. Server DNS ini membantu browser menemukan letak server domain sesuai dengan alamat IP yang tersimpan.

Halaman website yang cukup kompleks sering kali membutuhkan beberapa proses pencarian DNS sebelum dimuat. Maka dari itu, server DNS harus powerful supaya proses pencarian menjadi lebih cepat. Apalagi setiap perangkat dapat melakukan ribuan pencarian DNS setiap hari. Jika server DNS yang dipakai jelek tentu saja dapat mempengaruhi kecepatan browsing.

Anda bisa membaca beberapa informasi terkait dengan DNS melalui artikel apa itu DNS dan beberapa fungsinya.

Kenapa Anda Perlu Mencoba DNS Google?
Perkembangan teknologi membuat pencarian DNS terus bertambah dan memperlambat proses browsing. Pencarian yang bertambah banyak disebabkan karena halaman website lebih kompleks dengan mengambil resource yang tersebar di beberapa domain. Hal ini membuat proses pengambilan website melibatkan banyak proses pencarian yang dilakukan DNS server (DNS Lookup).

Google sebagai salah satu penyedia search engine terbesar saat ini meluncurkan layanan DNS yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Google mengimplementasikan beberapa pengembangan di dalam segi keamanan, performa, dan beberapa penyesuaian fitur DNS server miliknya.

Server DNS ini cukup cepat karena infrastruktur Google sudah tersebar di seluruh dunia. DNS Google juga menyediakan layanan internet yang lebih aman dan cepat dengan perutean Anycast miliknya.

Ada pun beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan antara lain:

1. Mempercepat Browsing
Layanan DNS dari Google menggunakan jaringan anycast server secara global. Ini memungkinkan DNS Google untuk mencari server DNS terdekat dengan pengguna sehingga mempercepat proses pencarian domain di DNS server.

Selain itu, Google juga menjalankan metode yang dapat menurunkan latency –waktu jeda yang diperlukan untuk memproses paket dari pengirim ke penerima– di dalam proses query pada server. Selain itu, Google juga melakukan beberapa optimasi untuk mengelola cache pada infrastruktur miliknya.

2. Meningkatkan Keamanan
Selain kecepatan, DNS Google juga menawarkan keamanan. Salah satu masalah yang dialami oleh penyedia DNS publik adalah kemungkinan layanan mereka dipakai untuk serangan Denial of Service (DDoS). Selain itu juga dimanfaatkan untuk serangan Amplification atau teknik penerjemahan yang mengeksplisitkan atau memparafrase suatu informasi yang implisit dalam bahasa sumber. DNS Google mempunyai fitur yang dapat melindungi pengguna dari berbagai serangan ini, apalagi jika Anda masih menggunakan perangkat dengan versi lama.

3. Memproses Request Tanpa Redirection
Salah satu keunggulan dari Google Public DNS adalah tidak melakukan redirect ketika website yang diakses tidak ada. DNS yang disediakan oleh ISP terkadang melakukan redirect ketika domain atau website yang diakses sebenarnya tidak ada.

DNS Google tidak melakukan ini tetapi memberikan hasil query yang sesuai dengan kondisi aslinya. Jadi ketika domain tidak tersedia atau kesalahan dalam mengetikkan domain, user menerima respon NXDOMAIN yang memberi tahu bahwa user mengakses domain yang tidak dikenal, bukan malah melakukan redirect seperti DNS server pada umumnya.

4. Mencakup Geografis yang Luas
Bagi DNS tertutup (private DNS) hal ini mungkin tidak masalah. Akan tetapi bagi DNS publik, semakin server dekat dengan user semakin kecil latency yang akan mereka dapatkan. Kebalikannya, semakin jauh lokasi user dengan server maka semakin tinggi latency yang akan didapatkan. Jadi pemilihan server DNS akan tidak jauh dengan lokasi di mana web server berada.

Google Public DNS terdapat di beberapa data center yang ada di seluruh dunia. Tentu saja infrastruktur ini juga didukung perutean anycast untuk mengirimkan response dari data center terdekat dengan web server secara geografis.

5. DNS melalui HTTPS
Google public DNS mengembangkan akses DNS menggunakan HTTPS atau koneksi DNS dengan enkripsi HTTPS. DNS yang terenkripsi menggunakan HTTPS dapat mencegah kerusakan, penyadapan (spoofing), dan dapat meningkatkan keamanan koneksi yang terjadi antara user dengan Google Public DNS. Sistem keamanan ini melengkapi sistem keamanan sebelumnya (DNSSEC) untuk menyediakan pencarian DNS yang terotentikasi dari ujung ke ujung.

Cara Menggunakan DNS Google
Pada dasarnya baik di semua sistem operasi atau perangkat yang terhubung dengan internet sama saja, Anda hanya perlu memasukkan alamat IP DNS server ke dalam pengaturan koneksi yang dipakai.

IPv4 DNS Google: 8.8.8.8 dan 8.8.4.4
IPv6 DNS Google: 2001:4860:4860::8888 dan 2001:4860:4860::8844

Namun, setiap perangkat punya pengaturan berbeda-beda. Anda bisa mengaktifkan DNS Google mengikuti langkah-langkah di bawah ini sesuai perangkat yang Anda gunakan:

Cara Menggunakan DNS Google di Windows 7,8, dan 10
Pengaturan DNS Google di Windows cukup mudah karena Anda hanya perlu melakukan beberapa klik saja dan memasukkan alamat IP DNS server.

Langkah 1. Buka Pengaturan Jaringan

Pertama Anda perlu membuka pengaturan jaringan yang ada di Windows. Klik-kanan icon ‘Network’ kemudian klik “Open Network and Internet Settings”.

Langkah 2. Buka Pengaturan Koneksi Jaringan

Kemudian klik ‘Change adapter options’ untuk melihat berbagai macam koneksi yang tersedia.

Langkah 3. Pilih Koneksi yang Ingin Diubah

Di dalam ‘Network Connections’ klik-kanan koneksi yang ingin diubah alamat IP DNS, pilih “Properties”. Anda bisa menyesuaikan koneksi mana yang ingin diubah. Biasanya Ethernet merupakan koneksi yang berasal dari jaringan LAN. Sedangkan jika Anda menggunakan WiFi tinggal sesuaikan saja dengan pilihan yang tersedia. Untuk panduan ini, kami memilih koneksi WiFi.

Langkah 4. Pilih Jenis Koneksi

Pada ‘WiFi Properties’ pilih tab “Internet Protocol Version 4 (TCP / IPv4)” kemudian klik “Properties”.

Langkah 5. Memasukkan Alamat IP DNS

Langkah terakhir adalah memasukkan alamat IP DNS server. Pada bagian bawah menu ‘Internet Protocol Version 4 (TCP / IPv4)’ terdapat pengaturan DNS yang dapat Anda ubah.

Pilih opsi ‘Use the following DNS server addresses’ kemudian masukkan alamat IP DNS Google yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Jangan lupa klik “Save” untuk menyimpan konfigurasi yang sudah Anda tambahkan.

Langkah 6. (Opsional) Melakukan Clear Cache DNS di Windows

Terkadang Anda perlu melakukan proses clear cache DNS supaya informasi yang dihasilkan baru, bukan hasil cache yang sudah lama. Cache DNS yang sudah usang akan memberikan informasi yang tidak sesuai ketika mengakses website.

Anda dapat mengikuti artikel cara flush DNS untuk membersihkan cache DNS yang ada di Windows.

Categories
Hosting Uncategorized

Apa Itu SSH dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu SSH dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa itu SSH?
SSH adalah sebuah protokol administrasi yang memungkinkan user untuk mengakses dan memodifikasi berbagai macam pengaturan maupun file yang ada di dalam server.

Anda pernah mengenal Telnet? Nah, SSH merupakan pengembangan dari Telnet yang sebelumnya dianggap tidak aman karena tidak adanya proses enkripsi.

Berbeda dengan Telnet, koneksi yang terjadi SSK dienkripsi menggunakan beberapa teknologi, seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya merupakan teknik kriptografi yang menjamin koneksi yang terenkripsi. Itulah mengapa dinamakan SSH yang berasal dari kata Secure Shell Connection atau koneksi Shell yang aman.

Jika menggunakan SSH, Anda mempunyai opsi untuk melakukan autentikasi pengguna remote sebelum melakukan koneksi. Selain itu, SSH juga dapat mengirimkan input dari SSH client ke host (server) kemudian mengirimkan kembali hasilnya kembali ke user client.

Contoh di atas merupakan tampilan koneksi SSH yang berhasil dilakukan. Jadi jika melakukan koneksi SSH ke alamat IP server, Anda dapat mengubah konfigurasi yang ada di dalam server sesuai dengan user yang dipakai. Tidak hanya di OSX saja, Anda bisa menggunakan SSH di sistem operasi lain seperti Windows dan Linux. Jika Anda menggunakan Windows, terdapat aplikasi SSH yang cukup terkenal, yaitu Putty.

Jadi SSH memudahkan Anda untuk mengelola server tanpa harus datang ke lokasi fisik server. Tidak hanya server saja, Anda dapat memanfaatkan SSH untuk mengatur dan mengelola komputer maupun perangkat desktop yang ada di jaringan yang sama tanpa harus menyentuh perangkat tersebut.

Setelah mengetahui apa itu SSH, ada baiknya untuk tahu juga manfaat SSH.

Manfaat SSH
SSH akan mengantar Anda pada sejumlah keuntungan. Apa sajakah manfaat SSH? Mari simak ulasannya di bawah ini.

1. Bebas Mengontrol Hosting
Menggunakan SSH, kontrol hosting jarak jauh bukan lagi hal yang mustahil. Ibaratnya, Anda memiliki remote control untuk mengendalikan pesawat Anda sesuai keinginan.

Dengan demikian, SSH memungkinkan Anda memiliki hak penuh untuk mengontrol hosting. Tanpa harus mendatangi server fisiknya, Anda bebas memantau log server, menginstal/menghapus instalasi aplikasi, transfer data, dan banyak lagi.

2. Menghindari Cyber Crime
SSH menyediakan teknik kriptografi kunci tertentu. Secara otomatis, SSH akan memutus koneksi ketika ada hacker yang berusaha membajak koneksi Anda.

Alhasil, Anda pun selamat dari berbagai serangan cyber crime seperti spoofing IP dan DNS, manipulasi data, pelacakan ilegal, dan lain-lain.

3. Keamanan Ketat dengan Sistem Autentikasi
Pencurian data oleh hacker akan lebih sulit dilakukan jika Anda menggunakan SSH. Sebab, SSH memungkinkan enkripsi data sehingga hacker tidak bisa meretas password dan informasi pengguna begitu saja.

Cara Kerja SSH
Cara kerja protokol SSH adalah menggunakan model client-server. Jadi koneksi yang terjadi adalah SSH client melakukan koneksi ke SSH server.

SSH client melakukan proses koneksi dan menggunakan kunci kriptografi untuk memverifikasi dan mengidentifikasi SSH server. Selama kunci yang dipakai SSH client tidak sama dengan SSH server maka koneksi tidak akan pernah dapat tersambung.

SSH client dan SSH server dapat tersambung menggunakan kunci yang sama serta melalui proses verifikasi. Kemudian koneksi yang tersambung dienkripsi menggunakan symmetric encryption dan hashing algorithm. Proses enkripsi ini bertujuan untuk memastikan kerahasiaan dan keutuhan data yang dipertukarkan antara client dengan server.

Jadi SSH client mengawali koneksi dengan memanggil SSH server menggunakan aplikasi SSH client (PuTTY di Windows). Kemudian SSH server mengirimkan public key ke SSH client. Kemudian SSH client merespon dengan memberikan pasangan kunci yang diberikan oleh SSH server.

Selanjutnya keduanya melakukan negosiasi atau verifikasi koneksi dan memulai membuka koneksi yang aman. Setelah selesai, SSH client sudah dapat masuk ke dalam server dengan pertukaran data yang terus dienkripsi.

Apa itu SSH client?
SSH client adalah aplikasi yang dipakai untuk menghubungkan sistem operasi dengan SSH server. Aplikasi ini terkadang sudah terpasang pada sistem operasi, seperti Linux dan MacOS. Sedangkan jika menggunakan Windows, Anda bisa menggunakan aplikasi semacam PuTTY. Anda bisa mengikuti artikel cara menggunakan PuTTY untuk panduan lengkapnya.

Pengguna MacOS dan Linux tidak perlu menginstall aplikasi tambahan karena fitur SSH client sudah ada di Terminal masing-masing. Anda hanya tinggal menggunakan perintah “$ ssh [email protected]_server” untuk melakukan koneksi, contohnya berikut ini:

Perintah SSH di atas mengirimkan perintah ke sistem untuk melakukan koneksi SSH yang dienkripsi menggunakan user ‘semutireng’. Sedangkan ‘31.22.72.55’ merupakan alamat IP website atau SSH server. Alamat IP ini bisa Anda ganti menggunakan alamat domain dari SSH server.

saat menjalankan perintah SSH dengan melakukan klik ‘Enter’, Anda akan diminta untuk memasukkan password dari user yang dipakai. Jika Anda memasukkan password sesuai dengan username yang benar, koneksi dapat terhubung dan melalui Terminal tersebut Anda dapat mengontrol SSH server.

3 Teknologi Enkripsi SSH
Pada bagian apa itu SSH tadi sudah disinggung sedikit mengenai teknologi enkripsi SSH. Setidaknya ada tiga teknologi yang ditawarkan seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya berfungsi untuk memastikan proses pertukaran data yang lebih aman antara client dan server.

1. Enkripsi Simetris (Symmetric Encryption)
Enkripsi simetris biasa dikenal dengan nama enkripsi kunci bersama (shared key). Sesuai dengan namanya, enkripsi simetris merupakan jenis enkripsi memanfaatkan kunci untuk melakukan dekripsi maupun enkripsi data yang dipertukarkan antara client dan server.

Enkripsi simetris menggunakan sepasang kunci. Biasanya satu kunci ada di sisi server dan kunci yang lain berada di sisi user supaya server dapat mengenali user yang benar-benar terpercaya. Jadi setiap user yang mempunyai kunci tersebut dapat melihat data yang sedang dipertukarkan.

Enkripsi simetris akan terus menjalankan tugasnya selama proses berjalannya koneksi SSH client dengan server sesuai dengan metode yang disepakati. Persetujuan metode komunikasi ini juga bertujuan untuk menghalangi pihak ketiga untuk membaca data yang sedang dipertukarkan.

Algoritma Pertukaran Kunci berperan pada proses pembuatan enkripsi simetris dalam pertukaran data. Selain itu, selama proses pertukaran data, kunci di client maupun server tidak ikut dipertukarkan sehingga membuat algoritma ini aman.

Jadi uniknya di dalam Algoritma Pertukaran Kunci adalah proses enkripsi dan dekripsi berjalan di masing-masing perangkat (client maupun server). Hal ini membuat pihak ketiga yang mencoba mencuri atau mengintip pertukaran data yang sedang terjadi tidak akan pernah bisa membacanya.

2. Enkripsi Asimetris (Asymmetric Encryption)
Jenis enkripsi asimetris cukup berbeda dengan enkripsi simetris. Jika enkripsi simetris menggunakan satu kunci yang dipakai untuk client maupun server, di dalam enkripsi asimetris terdapat dua kunci yaitu kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key). Biasanya kunci private hanya dimiliki oleh server, sedangkan public key dimiliki oleh user atau client.

Sesuai dengan namanya, kunci publik atau public key secara terbuka dapat dipakai oleh semua client. Tetapi, dalam proses pertukaran data, proses enkripsi hanya bisa dilakukan oleh pasangan public key dan private key –tidak bisa oleh kunci yang berbeda. Jadi hubungan yang terjadi adalah satu arah sehingga host (server atau client) yang mempunyai kunci publik tidak akan pernah bisa membuka pesannya sendiri setelah dienkripsi.

3. Hashing
SSH juga menggunakan salah satu teknik enkripsi hashing. Hashing merupakan salah satu jenis kriptografi yang tidak dapat didekripsi sehingga dinamakan juga one-way-hash (hashing satu arah).

One-way-hash mempunyai fungsi untuk membuat enkripsi panjang dengan tidak mempunyai pola yang jelas untuk dieksploitasi. Jadi fungsi dari enkripsi one-way-hash adalah membuat nilai yang panjang dan unik. Enkripsi ini tentu tentu saja untuk mengamankan setiap data yang sedang dipertukarkan selama proses koneksi SSH berlangsung. Melalui enkripsi hashing seluruh data mengalami enkripsi satu arah dan tidak dapat dibalik (dekripsi)

One-way-hash ini tidak bisa dipakai di seluruh jenis pertukaran data. SSH hanya menggunakan enkripsi one-way-hash untuk mengecek keaslian dari pesan dan sejenisnya. Anda dapat menggunakan sistem pengecekan seperti HMAC (Hash-based Message Authentication) untuk melakukan pengecekan. Sistem secaman HMAC memastikan data sangat sulit untuk dimanipulasi dengan cara apapun.

Penutup
SSH merupakan salah satu hal yang sangat perlu Anda pelajari. Apalagi jika sering berhubungan dengan koneksi client-server. Meskipun sudah ada Telnet sebelumnya, tapi belum bisa menjamin keamanan koneksi yang dihasilkan. Sedangkan SSH mampu mengamankan pertukaran data yang sedang terjadi menggunakan berbagai macam teknologi enkripsi yang diperolehnya.

Semoga sedikit penjelasan apa itu SSH dan cara kerjanya ini dapat bermanfaat untuk Anda. Silakan tinggalkan komentar melalui kolom di bawah ini jika masih ada pertanyaan dan juga jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi seputar teknologi, digital marketing, dan bisnis dari kami.