Categories
Uncategorized VPS

Panduan Cara Install WordPress di VPS

Panduan Cara Install WordPress di VPS

Cara Install WordPress dengan LAMP
LAMP adalah singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP. Kegunaan LAMP adalah untuk membuat server website dan aplikasi menjadi dinamis. Fungsinya sama dengan XAMPP yang ada di sistem operasi Windows.

Dengan menggunakan beberapa aplikasi tambahan, server Anda dapat menjadi sistem yang cukup andal. MySQL berfungsi sebagai database pada web server. Sedangkan Apache digunakan sebagai server web itu sendiri. Terakhir, PHP digunakan untuk memproses konten yang dinamis.

Berikut ini adalah beberapa contoh tutorial Install WordPress dengan LAMP di beberapa OS server VPS.

1. Cara Install WordPress dengan LAMP di CentOS 7
Menginstall WordPress di VPS memiliki beberapa cara, setiap sistem operasi yang berbeda maka perintah instalasinya pun berbeda. salah satunya adalah menggunakan VPS dengan sistem Operasi CentOS.

Pada sistem operasi CentOS proses instalasi WordPress dengan LAMP, menggunakan perintah yum. Perintah yum digunakan untuk manajemen aplikasi-aplikasi yang ada di server CentOS.

Yum (Yellowdog Update Modified) merupakan package management yang dapat secara otomatis melakukan update aplikasi dan juga memberikan analisa antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.

Dengan menggunakan perintah yum kita dapat melakukan instalasi aplikasi, mengupdate aplikasi dan juga menghapus aplikasi. Selanjutnya, untuk proses instalasi lengkapnya dapat Anda ikuti di artikel kami: cara install wordPress dengan LAMP di CentOS 7

2. Cara Install WordPress dengan LAMP di Ubuntu 16.04
Menginstall WordPress dengan LAMP di Ubuntu bukanlah hal yang sulit. Anda hanya perlu menggunakan perintah apt. Perintah apt (Advanced Package Tool) merupakan tool yang digunakan untuk melakukan manajemen software melalui command line.

Untuk perintah lengkapnya Anda dapat membaca di panduan cara install WordPress dengan LAMP di Ubuntu 16.04.

3. Cara Install WordPress dengan LAMP di Debian 9
Selanjutnya ada install WordPress dengan LAMP di Debian 9, pada OS server Debian perintah yang digunakan sama dengan Ubuntu yaitu menggunakan perintah apt (Advanced Package Tool).

Bagaimana cara lengkapnya? Anda bisa mengikuti panduan kami: cara install WordPress dengan LAMP di Debian 9.

Cara Install WordPress Menggunakan LEMP
LEMP merupakan singkatan dari Linux, Nginx, MariaDB, dan PHP. LEMP berfungsi untuk membuat server website dan aplikasi menjadi dinamis. Fungsinya sama dengan XAMPP yang ada di sistem operasi Windows.

Nginx adalah web server yang berfungsi sebagai penerima request dari browser yang kemudian memberikan tanggap dengan mengirimkan halaman situs web dalam bentuk dokumen HTML. Keunggulan Nginx dapat memproses lebih dari 1000 koneksi konten statis dua kali lebih cepat dibandingkan Apache.

Berikut ini adalah dua contoh panduan Install WordPress menggunakan Nginx di VPS Ubuntu dan CentOS.

1. Cara Install WordPress Menggunakan Nginx di Ubuntu
Dalam proses instalasi WordPress menggunakan Nginx di Ubuntu, hal pertama yang harus dilakukan adalah install Nginx menggunakan perintah apt. Dan dilanjutkan dengan install MySQL dan PHP, agar WordPress dapat berjalan di server Ubuntu Anda.

Untuk perintah instalasi WordPress Anda dapat cek pada artikel install WordPress menggunakan Nginx di Ubuntu.

2. Cara Install WordPress Menggunakan Nginx di CentOS
Untuk Instalasi WordPress menggunakan Nginx di CentOS, Anda dapat melihat perintah-perintah instalasi WordPress pada artikel kami yang berjudul cara install WordPress menggunakan Nginx di CentOS.

3. Cara Install WordPress Menggunakan EasyEngine di Ubuntu
EasyEngine adalah web panel berbasis Nginx tanpa Graphics User Interface (GUI). Jadi, EasyEngine lebih banyak beroperasi dengan Command Line Interface (CLI).

Dengan menggunakan EasyEngine Anda juga bisa melakukan instalasi WordPress. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa cek artikel kami yang berjudul Cara Install WordPress Menggunakan EasyEngine di Ubuntu.

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install OpenLiteSpeed di CentOS 7

Cara Install OpenLiteSpeed di CentOS 7

Cara Install OpenLiteSpeed di CentOS 7
Sebelum melakukan instalasi OpenLiteSpeed di server CentOS 7, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan yaitu sebagai berikut:

  • Membuat sudo user di server Anda. Ikuti panduan berikut → 7 Langkah Konfigurasi Awal VPS Ubuntu 16.04 untuk membuat sebuah user non-root dengan sudo privileges.
  • Mengamankan website Anda dengan SSL. Web server OpenLiteSpeed menampilkan informasi bersifat dinamis dan mengelola informasi para penggunanya. Untuk melindunginya, Anda perlu menggunakan TLS/SSL, yaitu teknologi yang menjaga keamanan website. Untuk itu, ikuti panduan → Cara Install Let’s Encrypt di Ubuntu 16.04.

Setelah melakukan persiapan di atas, masuklah ke server Anda dan ikuti langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Update Server
Pertama, install EPEL repository untuk package tambahan. Gunakan perintah berikut.

sudo yum install epel-release -y
Selanjutnya, Anda perlu melakukan update server CentOS 7 menggunakan perintah berikut:

sudo yum clean all && sudo yum update -y

Langkah 2: Menginstal OpenLiteSpeed
Kemudian, tambahkan repository OpenLiteSpeed pada server CentOS 7 Anda. Pada saat tutorial ini dibuat, kami menggunakan versi OpenLiteSpeed 1.5.11.

Untuk menambahkan repository OpenLiteSpeed masukkan perintah berikut:

sudo rpm -ivh http://rpms.litespeedtech.com/centos/litespeed-repo-1.2-1.el8.noarch.rpm
Setelah Anda menambahkan repository OpenLiteSpeed, install OpenLiteSpeed menggunakan perintah berikut. Lalu, tunggu hingga proses instalasi selesai.

sudo yum install openlitespeed -y

Langkah 3: Install PHP 7
Sebelum melakukan instalasi PHP 7 pada server CentOS 7 Anda, Anda harus memilih beberapa paket instalasi PHP 7 yang Anda butuhkan. Untuk itu, gunakan perintah berikut:

yum list lsphp*
Lalu, berikut ini adalah beberapa paket dan modul PHP 7 yang paling umum digunakan untuk OpenLiteSpeed. Berikut ini perintahnya.

sudo yum install lsphp71 lsphp71-mysqlnd lsphp71-common lsphp71-gd lsphp71-pdo lsphp71-process lsphp71-mbstring lsphp71-mcrypt lsphp71-opcache lsphp71-bcmath lsphp71-xml -y
Dengan menggunakan perintah di atas, Anda akan langsung melakukan instalasi beberapa paket dan modul PHP 7 sekaligus. Makanya, proses download dan install akan memakan waktu agak lama.

Langkah 4: Konfigurasi Kata Sandi
OpenLiteSpeed hadir dengan tampilan Web Admin UI yang mudah digunakan. Sebelum Anda dapat menggunakan halaman UI dari OpenLiteSpeed, Anda harus menyiapkan akun yang digunakan untuk login ke halaman UI OpenLiteSPeed. Berikut ini perintahnya:

sudo /usr/local/lsws/admin/misc/admpass.sh
Setelah memasukkan perintah di atas, Anda akan diminta untuk membuat

  • User Name: buat username yang digunakan untuk login OpenLiteSpeed.
  • Password: masukkan password yang digunakan untuk login OpenLiteSpeed.
  • Retype Password: masukkan ulang password.

Setelah selesai mengisi data informasi di atas tekan ENTER untuk menerima konfigurasi.

Cara Merubah Port Untuk Halaman Default OpenLiteSpeed
Port pada halaman default OpenLiteSpeed adalah 8088. Jika Anda susah mengingatnya dan Anda ingin mengganti menggunakan port yang sesuai Anda inginkan, Anda bisa menggantinya melalui halaman panel OpenLiteSpeed.

Berikut ini panduan cara mengubah port untuk halaman default OpenLiteSpeed.

Langkah 1: Login Panel OpenLiteSpeed
Langkah pertama, akses panel OpenLiteSpeed menggunakan IP server atau domain Anda. Lalu, tambahkan port 7080 pada URL IP server atau domain Anda. Berikut contohnya:

https://IP_Server_Anda:7080
Maka, Anda akan diarahkan pada halaman login panel OpenLiteSpeed. Persis seperti pada gambar di bawah ini.

Tinggal masukkan username dan password yang telah Anda buat. Lalu klik Login.

Langkah 2: Pilih Menu Listeners
Setelah Anda berhasil login ke dalam panel OpenLiteSpeed, Anda akan diarahkan ke dalam dashboard tampilan awal panel OpenLiteSpeed. Kemudian klik menu Listeners untuk mengubah port panel.

Selanjutnya, klik icon view pada fitur Actions.

Setelah itu, Anda akan diarahkan ke halaman General Address Settings. Lalu, klik icon Edit pada menu General. Seperti contoh pada gambar di bawah ini.

Langkah 3: Edit Address Settings
Selanjutnya, ubah angka pada form Port sesuai dengan port yang Anda inginkan. Pastikan port yang digunakan terdapat dua angka dan maksimal empat angka.

Pada panduan ini, kami menggunakan empat angka, yaitu 1598. Jika Anda sudah memasukan Angka klik icon Save yang berada pada pojok kanan. Seperti pada gambar di bawah ini.

Setelah selesai melakukan perubahan pada Address Settings, restart server menggunakan panel OpenLiteSpeed. Caranya cukup dengan klik icon restart pada panel. Seperti contoh pada gambar di bawah ini.

Langkah 4: Cek Hasil
Langkah terakhir adalah cek hasil perubahan menggunakan URL IP server dan domain. Caranya cukup dengan menambahkan port pada URL. Pada panduan ini menggunakan port 1598. Berikut contoh dan hasil dari perubahan port pada OpenLiteSpeed.

https://IP_Server_Anda:1598

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install CyberPanel di CentOS 7

Cara Install CyberPanel di CentOS 7

Apa itu CyberPanel?
CyberPanel adalah salah satu web panel yang digunakan untuk manajemen VPS. Seperti halnya web panel pada umumnya, fungsi dari CyberPanel sama seperti cPanel, Plesk, VestaCP, Webuzo, dan lain-lain. Yaitu untuk mempermudah dalam menjalankan atau memanajemen VPS.

 

CyberPanel memiliki file manager yang user friendly layaknya cPanel. Tidak seperti kontrol panel umumnya yang mengandalkan layanan open source seperti net2ftp, extplorer atau lainnya, CyberPanel mengembangkan fitur ini mandiri sehingga sangat mudah digunakan.

Hal-hal yang perlu disiapkan
Sebelum memulai proses Instalasi CyberPanel di CentOS 7, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan.

  • Pastikan Anda menggunakan Server CentOS versi 7.
  • Kapasitas penyimpanan minimal 10GB.
  • Pastikan server sudah terinstall Python versi 2.7
  • Pastikan RAM pada server minimal 1GB.
  • Pastikan CPU minimal 0.5 core.

Jika sudah memiliki kriteria server dengan syarat di atas, Anda bisa memulai cara install CyberPanel di CentOS 7. Berikut ini langkah-langkah untuk install CyberPanel di CentOS 7.

Cara Install CyberPanel di CentOS 7
1. Download dan Install CyberPanel
Pertama, login ke dalam server VPS Anda sebagai root. kemudian download file installer CyberPanel menggunakan perintah berikut:

sh <(curl https://cyberpanel.net/install.sh || wget -O – https://cyberpanel.net/install.sh)

Lalu tekan ENTER untuk memulai proses download dan instalasi CyberPanel.

2. Pilihan untuk Instalasi CyberPanel
Selanjutnya, Anda akan diberikan pilihan untuk melanjutkan proses instalasi. Berikut penjelasannya.

  • Pilihan pertama untuk instalasi CyberPanel.
  • Pilihan kedua untuk instalasi Addons dan Miscellaneous
  • Pilihan ketiga untuk keluar dari proses instalasi.

Pada panduan ini kami memilih opsi pertama, yaitu Install CyberPanel karena kami akan menginstall CyberPanel. tekan ENTER untuk melanjutkan instalasi.

3. Pilih Versi Instalasi CyberPanel
Kemudian, installer CyberPanel akan menampilkan spesifikasi sistem Anda dan memberikan opsi versi CyberPanel yang akan Anda install. berikut ini penjelasan dari versi CyberPanel.

  • Pilihan pertama adalah menginstall CyberPanel versi free.
  • Pilihan kedua adalah menginstall CyberPanel versi berbayar.
  • Pilihan ketiga adalah perintah untuk keluar dari instalasi CyberPanel.

Pada panduan ini kami memilih opsi pertama, yaitu Install CyberPanel With OpenLiteSpeed karena kami akan menginstall versi free CyberPanel. Lalu tekan ENTER untuk melanjutkan instalasi.

4. Buat Password CyberPanel
Setelah itu, Anda akan diminta memasukkan password untuk login CyberPanel Anda. Jika Anda tidak mengisinya, CyberPanel secara otomatis akan memberikan password default, yaitu 1234567.

Terdapat dua pilihan lain dalam membuat password. Anda bisa memilih password random atau membuat password. Jika ingin memilih password random, masukkan huruf R. Jika ingin membuat password sendiri, masukkan huruf S.

Pastikan password mengandung kombinasi huruf dan angka untuk meningkatkan keamanan.

5. Instalasi Memcached
Pada langkah selanjutnya, Anda akan diberikan pilihan untuk menginstall Memcached dan Redis. Pada langkah ini, kami hanya akan menginstall Memcached karena Memcached memiliki kelebihan lebih cepat dan mudah dikembangkan, serta sangat efisien dalam menyelesaikan masalah mengenai cache data besar.

Masukkan pilihan y untuk menginstall dan n untuk tidak menginstall. Lalu tekan ENTER untuk melanjutkan proses instalasi.

Maka proses instalasi akan berjalan. Proses ini akan memakan waktu yang cukup lama. Pastikan koneksi internet Anda tidak lambat. Agar tidak terjadi error saat proses instalasi.

6. Proses Instalasi CyberPanel
Setelah proses instalasi selesai, Anda akan diberikan detail untuk mengakses CyberPanel seperti contoh di bawah ini. Lalu tekan y untuk restart server.

7. Login CyberPanel
Terakhir , untuk memastikan proses instalasi CyberPanel berhasil, Anda bisa mengakses CyberPanel dengan contoh seperti di bawah ini.

http://IP-Server-Anda:8090

Setelah itu, Anda akan diarahkan pada halaman login CyberPanel seperti gambar di bawah ini.

Masukkan username dan password yang ada pada detail instalasi. Lalu klik Sign in untuk masuk ke dashboard halaman CyberPanel.

Setelah Anda login ke dashboard CyberPanel Anda dapat melakukan membuat nameserver CyberPanel, membuat user login CyberPanel, menambahkan domain atau website, membuat database CyberPanel, install WordPress, dan sebagainya.

Keunggulan CyberPanel
Selain tampilan interface yang user friendly, CyberPanel juga dikenal sebagai panel yang sangat ringan dan cepat untuk diakses.

Berikut adalah beberapa keunggulan CyberPanel:

1. Ringan
Penggunaan Openlitespeed sebagai web server dalam panel ini membuat CyberPanel terasa lebih ringan. Jadi loading time web Anda akan lebih cepat.

2. Multi PHP
CyberPanel juga memberikan pilihan beragam untuk versi PHP yang ingin Anda gunakan. Cukup dengan memilih versi PHP yang Anda butuhkan.

3. Auto SSL
Fitur Auto SSL mempermudah anda untuk menginstall dan menggunakan SSL gratis melalui web panel. Jadi Anda tidak perlu ribet membeli SSL berbayar untuk website Anda.

4. Auto Installer
CyberPanel menyediakan auto installer untuk WordPress, Joomla, dan Prestashop. Jadi Anda hanya perlu melakukan beberapa klik untuk membuat website dengan pilihan CMS beragam. Fitur ini sangat jarang ditemukan di control panel gratis lainnya.

5. File Manager User Friendly
Fitur ini sangat mudah digunakan layaknya file manager pada cPanel. Tidak seperti control panel umumnya yang mengandalkan layanan open source seperti net2ftp, extplorer atau lainnya, CyberPanel mengembangkan fitur ini mandiri sehingga lebih mudah digunakan.

6. Fitur Backup – Restore
Cyberpanel mempunyai 1 fitur yg sangat penting serta paling diperlukan yaitu, Backup and Restore. Tidak semua web panel mempunyai fitur ini.

Kelemahan CyberPanel
Meski terlihat sempurna untuk sebuah control panel yang gratis, CyberPanel tetap memiliki beberapa kelemahan. Berikut adalah beberapa kelemahan CyberPanel:

1. DNS Zone
DNS Zone di Cyberpanel tak sepenuhnya otomatis dibangun saat Anda menambahkan website. Beberapa record wajib ditambahkan dengan cara manual seperti NS Record, salah satu record paling penting dalam DNS domain website Anda.

2. Tidak ada Versi Staging dan Rollback Ketika Update
CyberPanel cukup aktif melakukan pengembangan dan versi terbaru 1.9.1 Stable dirilis 15 Oktober 2019. Sayangnya, meski minor, kami menemukan beberapa bug saat upgrade dan tidak dapat di-rollback. Mereka baru akan melakukan patch di upgrade selanjutnya.

3. Username di Web Panel Tidak Sama dengan Username Server
Penggunaan username yang tidak sama antara web panel dan server bisa merepotkan Anda. Misal, ketika MySQL down, panel tidak akan dapat diakses karena username-nya berbeda dengan username server. Akibatnya, Anda perlu melakukan root untuk membereskan masalah ini.

 

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install dan Konfigurasi CentOS Web Panel (CWP)

Cara Install dan Konfigurasi CentOS Web Panel (CWP)

Apa itu CentOS Web Panel?
CentOS Web Panel adalah control panel gratis untuk VPS yang bersifat open source. Panel ini didukung pada sistem operasi CentOS/RHEL 6.x dan CloudLinux. Panel ini membuat sederhana proses pengelolaan situs web dengan berbagai fitur panel modern.

Selain itu, CentOS Web Panel juga memiliki berbagai fitur yang akan memudahkan Anda dalam mengelola VPS. Beberapa di antaranya adalah,

  • User Management
  • DNS
  • Email
  • Security
  • MySQL
  • System Management.
  • LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP)

Web Panel CentOS menawarkan sejumlah opsi besar dan fitur manajemen server dalam packet control panelnya dan secara otomatis menginstall LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) di server Anda.

Cara Install CentOS WebPanel (CWP)
Berikut ini adalah langkah-langkah cara install CWP (CentOS Web Panel). pada panduan ini kami menggunakan VPS dengan sistem operasi CentOS 7.

Langkah 1: Persiapan Server
Untuk melakukan instalasi CWP pada VPS CentOS, dibutuhkan package wget. Package wget berfungsi untuk mengunduh aplikasi CWP. Untuk instalasi package wget, gunakan perintah berikut:

yum -y install wget
Langkah 2: Update Server
Selanjutnya, Anda perlu memperbarui sistem operasi CentOS 7 menggunakan perintah berikut:

yum -y update

Langkah 3: Install CentOS WebPanel
Setelah melakukan update pada VPS CentOS 7, masuk ke direktori src untuk melakukan instalasi CentOS Web Panel.

cd /usr/local/src
Kemudian download aplikasi CWP menggunakan package wget yang telah Anda install sebelumnya. Berikut ini perintahnya:

wget http://centos-webpanel.com/cwp-el7-latest
Setelah proses download selesai, jalankan instalasi CWP menggunakan perintah berikut.

sh cwp-el7-latest
Selanjutnya, tunggu hingga proses instalasi sampai selesai. Lama waktu instalasi memakan waktu 10-20 menit menyesuaikan speed server dan koneksi internet yang Anda miliki.

Apabila proses instalasi telah selesai, Anda akan diberi notifikasi dan arahan mengenai cara mengakses control panel CWP pada web browser. Anda juga akan diminta untuk melakukan reboot pada server seperti berikut ini:

Gambar di atas menampilkan informasi berikut:

  • http://IP_Server:2030: digunakan untuk akses web panel menggunakan protokol http
  • https://IP_Server:2031: digunakan untuk akses web panel menggunakan protokol https(secure)
  • Username: username root digunakan untuk login ke dalam CWP.
  • Password: password yang digunakan adalah password SSH untuk mengakses server.
  • MySQL root Password: password database server.

Langkah 4: Reboot Server
Kemudian restart ulang server Anda menggunakan perintah berikut:

reboot
Langkah 5: Akses CWP Via Browser
Setelah control panel CWP telah terinstal dengan sempurna, kami akan mencoba untuk mengakses control panel CWP menggunakan web browser. Untuk mengakses control panel CWP di browser ketikkan IP_Server:2030 bagi IP_Server yang belum (secure).

Apabila IP_Server telah menggunakan protokol https (secure), Anda dapat menggunakan port 2031. Kami di sini akan mencoba akses menggunakan protokol http dengan port 2030. Berikut contohnya:

http://IP_Server:2030

Selesai! Anda telah berhasil menginstal CentOS web panel. Selanjutnya, Anda perlu mempelajari konfigurasi CentOS Web Panel. Tapi sebelumnya Anda harus login ke halaman dashboard CWP menggunakan username dan password yang telah Anda buat saat proses instalasi CWP.

Konfigurasi Dasar CentOS Web Panel
Setelah berhasil login, Anda akan diarahkan ke halaman dashboard CentOS Web Panel seperti pada gambar di bawah ini.

1. Perbarui Email Admin
Setelah berhasil login, hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah perbarui email pada halaman admin CentOS Web Panel. Anda bisa memperbarui email dengan cara pilih menu sebelah kiri, lalu klik menu CWP Settings > Edit Settings.

Kemudian, masukkan email aktif Anda pada kolom Admin email, lalu klik Save Changes untuk menerapkan perubahan.

2. Perbarui Name Server di CentOS Web Panel
Untuk memperbarui nameserver Anda, masuk ke menu DNS Function > Edit Nameserver IPs. sesuaikan Name Server dengan Name Server yang Anda gunakan pada domain. Lalu klik Save Changes untuk menyimpan hasil perubahan.

3. Setup Web Server
Kemudian, Anda bisa melakukan setting web server sendiri. Caranya adalah klik menu WebServer Settings > Select WebServer. Setelah itu, Anda dapat memilih web server apa yang ingin Anda gunakan. berikut ini adalah beberapa web server yang tersedia di CentOS Web Panel.

  • Apache Only
  • Nginx Only
  • LiteSpeed Enterprise (Free 30 days)
  • Nginx & Varnish
  • Nginx & Varnish & Apache

Di sini kami memilih Nginx Only untuk back-end web server dan sebagai main web server. Setelah memilih salah satu web server yang ingin Anda gunakan pada website, klik Save & Rebuild Configuration.

4. Pilih Versi PHP
Setelah melakukan setting web server, Anda perlu melakukan setting PHP yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. Untuk melakukan setting PHP version, masuk ke menu PHP Settings > PHP Version Switcher.

Pilih versi PHP yang Anda inginkan dan pilih extension yang ingin Anda install, kemudian scroll ke bawah dan klik Save & Build.

Kemudian, proses instalasi akan dimulai dan switch ke versi PHP yang Anda pilih. Proses instalasi ini berjalan di background sehingga Anda tidak perlu standby. Untuk waktu lama atau tidaknya proses instalasi tergantung dari spesifikasi VPS yang Anda miliki.

5. Tambahkan Akun Pengguna
Untuk menambahkan akun baru di CentOS Web Panel, masuk ke menu User Account > New Account. Setelah itu, Anda akan diarahkan pada menu New Account seperti di bawah ini.

Kemudian isi form di atas sesuai dengan informasi Anda. Berikut keterangan dari form di atas.

  • Email: Masukkan alamat email yang valid karena berguna untuk menerima notifikasi mengenai user account yang baru saja Anda tambahkan.
  • Package: Pada tutorial ini kami akan memilih default package. Apabila ingin memilih custom package, pastikan Anda sudah menambahkan pilihan tersebut pada package server.
  • Inode: Inode adalah jumlah keseluruhan file, email, dan informasi apa pun yang ada di akun Anda. Biasanya pihak hosting membatasi hingga 150.000 inodes. Namun, di sini Anda bisa mengaturnya menjadi unlimited.
  • Process limit: Di sini kami memilih process limit default, yaitu 40. Untuk process limit, Anda tidak bisa membuatnya menjadi unlimited seperti inode.
  • Open files: Open files adalah pengaturan yang memungkinkan Anda bisa membuka banyak tab untuk file-file yang ada di user account. Anda bebas untuk mencentang ini atau tidak pilihan ini hanya opsi.
    Backup: Pengaturan ini berfungsi untuk mengaktifkan fitur backup pada user account.
  • Shell Access: Aktifkan fitur ini agar user account bisa login melalui Shell Access SSH.
  • AutoSSL: Aktifkan fitur ini agar SSL Let’s Encrypt otomatis terinstall dan diperbarui setiap 90 hari.

Apabila sudah mengisikan informasi yang sesuai, klik Create untuk menambahkan User Account. Kemudian Anda akan mendapatkan tampilan informasi dari akun yang baru saja Anda buat.

6. Login New User Account
Untuk login sebagai user account, Anda perlu mengakses halaman berikut:

http://IP_Server:2083 / http://Domain_Anda:2083

Kemudian masukkan username dan password yang telah Anda buat pada halaman panel admin CWP. Lalu klik Login untuk masuk ke halaman dashboard CentOS WebPanel.

Di halaman dashboard CentOS Web Panel Anda dapat mengakses CWP Settings, File Management, Domains, SQL Services, Email Accounts, DNS Functions dan Addons.

 

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install Webmin di Ubuntu 16.04

Cara Install Webmin di Ubuntu 16.04

Langkah Persiapan Sebelum Install Webmin
Sebagai langkah awal install Webmin Ubuntu, Anda tentu perlu akses ke server Ubuntu. Selain itu, ada dua hal yang juga perlu Anda siapkan, yaitu:

Membuat user sudo di server Anda. Buka panduan ini → 7 Langkah Konfigurasi Awal VPS Ubuntu 16.04 untuk membuat non-root user dengan sudo privileges.
Mengamankan website Anda dengan SSL. Webmin menyimpan, mengelola, dan menampilkan data penting milik para penggunanya. Supaya tidak dicuri dan disalahgunakan, Anda perlu menginstall TLS/SSL. Teknologi ini membantu Anda menjaga data dan mengamankan website secara keseluruhan. Untuk menginstall TLS/SSL ikuti tutorial → Cara Install Let’s Encrypt di Ubuntu 16.04
Setelah melakukan persiapan di atas, masuklah ke server Anda dan ikuti langkah-langkah berikut.

Cara Install Webmin di Ubuntu
Untuk install Webmin Ubuntu, Anda cukup melakukan enam langkah mudah berikut ini:

  1. Konfigurasi Repository
  2. Tambahkan Webmin PGP Key
  3. Update Server
  4. Install Webmin
  5. Edit File Miniserv
  6. Cek Hasil Instalasi

Inilah penjelasan lebih lengkap dari langkah tersebut:

1. Konfigurasi Repository
Langkah install Webmin di Ubuntu dimulai dengan menambahkan link download pada file sources.list. Hal ini dilakukan agar Repository Ubuntu dapat mengenali perintah instalasi Webmin.

2. Tambahkan Webmin PGP Key
Langkah selanjutnya, tambahkan webmin PGP key pada server Ubuntu Anda. Tujuannya, agar repository Ubuntu mempercayai bahwa link yang telah ditambahkan pada file sources.list aman. Gunakan perintah berikut:

wget http://www.webmin.com/jcameron-key.asc
sudo apt-key add jcameron-key.asc

3. Update Server
Kemudian, update server Ubuntu Anda. Ini perlu Anda lakukan agar sistem dapat mendeteksi dan mengupdate penambahan repository baru di dalam server. Untuk update server pada Ubuntu, gunakan perintah berikut ini.

4. Install Webmin
Setelah itu, install Webmin Ubuntu menggunakan perintah berikut. Lalu, tunggu hingga proses instalasi selesai.

sudo apt install webmin
Kalau proses instalasi Webmin yang berhasil, Anda akan mendapati tampilan seperti gambar di bawah ini.

5. Edit File Miniserv
Setelah selesai melakukan instalasi, edit file Miniserv yang ada di dalam direktori Webmin. MiniServ adalah file web server yang membantu proses berjalannya Webmin. Untuk membuka file miniserv.conf gunakan perintah berikut:

6. Cek Hasil Instalasi
Langkah terakhir dari proses instalasi Webmin adalah mengecek keberhasilan proses instalasi Webmin. Caranya dengan membuka IP server dan tambahkan port 10000. Berikut ini contohnya.

Maka, Anda akan diarahkan ke halaman login Webmin seperti pada gambar di bawah ini.

Untuk login ke dalam Dashboard Webmin, masukkan username SSH dan password SSH server Anda. Lalu, klik Sign in.

5+ Fitur Webmin yang Banyak Digunakan
Webmin menyediakan banyak sekali fitur yang dapat digunakan. Ada beberapa fitur yang dapat membantu untuk mengelola sistem Linux, yaitu updating packages, konfigurasi firewall dan manajemen log pada server.

Pada penjelasan ini, kami akan memberikan beberapa contoh fitur yang dapat mempermudah Anda dalam mengelola server. Berikut ini penjelasannya.

1. Webmin Users
Anda dapat menambah atau menghapus user dari server Anda dengan sangat mudah pada menu Webmin Users. Untuk masuk Webmin Users klik menu Webmin >> Webmin Users. Untuk menambahkan user Anda cukup klik, “Create a new Webmin User” seperti pada gambar di bawah ini.

Jika Anda ingin menghapus user, Anda cukup pilih user yang ingin dihapus dengan cara klik centang pada kotak, kemudian hapus dengan tombol, “Delete Selected“.

2. Software Packages
Anda dapat dengan mudah menginstall dan menghapus packages menggunakan Webmin. Caranya, klik menu System > Software Packages. Maka Anda akan diarahkan ke halaman Software Packages seperti pada gambar di bawah ini.

Pada tampilan halaman di atas, Anda dapat mencari package yang terinstall,melihat package, dan menghapus package yang ada di server Anda. Di sini, terdapat menginstall package menggunakan perintah APT, URL, atau melalui link URL package.

Memperbarui package juga cukup mudah. Jika ada pembaruan software tersedia, Anda dapat mengklik notifikasi “package update is available“. Bisa juga, Anda buka halaman Software Package Updates. Dengan cara klik menu System >> Software Package Updates.


Anda dapat memilih masing-masing package yang ingin Anda perbarui dan pilih “Update Selected Packages” seperti pada gambar.

3. Command Shell
Meskipun Webmin memudahkan Anda untuk tidak memakai kode perintah Linux, tetapi terkadang Anda masih membutuhkan beberapa perintah dalam menggunakan server. Oleh karena itu Webmin juga menyediakan “Command Shell“. Anda bisa temukan fitur ini pada menu Others >> Command Shell.

4. File Manager
Webmin juga menyediakan File Manager khusus berbasis web yang sederhana. Bagian ini dapat Anda gunakan untuk mencari, mengunggah, dan mengunduh file. Untuk membuka File Manager caranya pilih menu Others >> klik File Manager.


Untuk membuat file baru atau mengunggah file, Anda dapat menggunakan menu “File” di kanan atas. Anda juga dapat melakukan perubahan file permissions pada menu “Tools“.

5. Webmin Configuration
Webmin memberikan berbagai opsi konfigurasi. Untuk mengakses opsi tersebut, klik Webmin >> pilih Webmin Configuration.


Pada halaman ini, Anda akan menemukan beberapa opsi yang dapat Anda konfigurasi. Mulai dari IP Access Control, Logging, Authenticator, dan lain-lain.

6. Konfigurasi SSL Certificates
Anda juga bisa melakukan konfigurasi SSL certificate from Let’s Encrypt. Fitur ini ada pada menu Webmin >> Webmin Configuration >> SSL Encryption. Sebelum melakukan konfigurasi SSL Anda harus menginstall LAMP pada server CentOS 7 Anda

Categories
Uncategorized VPS

Cara Menggunakan Rsync Linux Command untuk Sinkronisasi File

Cara Menggunakan Rsync Linux Command untuk Sinkronisasi File

Apa Itu Rsync?
Seperti yang telah disebutkan di atas, Rsync adalah fitur pada sistem operasi berbasis Linux (seperti Ubuntu, Fedora, dan Debian) yang berfungsi untuk menyinkronkan file serta folder.

Rsync memungkinkan Anda untuk menyalin file dari satu komputer lokal ke remote server dan sebaliknya melalui koneksi SSH (Secure Shell).

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkannya untuk meng-copy file ke flashdisk atau external hard drive.

Namun, Anda perlu mengingat bahwa Rsync memakan bandwidth. Karena, setiap file yang disalin akan melalui proses kompresi dan dekompresi.

Nah, agar bisa menggunakan Rsync, Anda tentu harus tahu syntax dasarnya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Syntax Dasar Rsync
Berikut ini adalah syntax dasar Rsync:

rsync [optional modifiers] [source] [destination]
Pada syntax tersebut, ada tiga komponen yang dapat Anda tentukan:

  • Optional modifiers — aksi yang ingin Anda lakukan terhadap file atau folder. Ini dilakukan menggunakan beberapa opsi yang tersedia di Rsync. Kami akan membahasnya satu per satu nanti.
  • Source — direktori sumber file atau folder.
  • Destination — direktori yang ingin dituju.

Namun, syntax dasar Rsync sedikit berbeda jika Anda menggunakan remote shell. Di bawah ini adalah syntax ketika Anda mengakses remote shell (PULL):

rsync [optional modifiers] [[email protected]]host:source [destination]
Sedangkan di bawah ini adalah syntax ketika Anda mengakses remote shell (PULL):

rsync [optional modifiers] source [[email protected]]host:[destination]
Sebelum menggunakannya, sebaiknya Anda memeriksa versi Rsync yang ada pada perangkat Anda terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa Anda menggunakan versi terbarunya. Caranya akan dijelaskan di bagian berikut ini.

Cara Memeriksa Versi Rsync
Untuk memeriksa versi Rsync pada perangkat Anda, silakan log in ke server VPS yang Anda gunakan. Kemudian, gunakan command berikut:

rsync -version
Contoh output yang muncul:

rsync version 3.1.2 protocol version 31
Output tersebut memberitahukan bahwa versi Rsync yang digunakan adalah 3.1.2.

Cara Install Rsync
Rsync umumnya telah terpasang sebagai fitur bawaan. Akan tetapi, bisa saja perangkat Anda belum memilikinya.

Jika memang tidak ada di komputer Anda, install Rsync dengan menjalankan perintah di bawah ini:

apt-get install rsync
Perintah tersebut diperuntukkan perangkat Debian dan Ubuntu. Apabila komputer Anda menggunakan Fedora atau CentOS gunakan perintah berikut:

yum install rsync
Setelah instalasi, Anda juga dapat menjalankan perintah cek versi sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Rsync benar-benar sudah terpasang.

Cara Menggunakan Rsync
Operasi Rsync terdiri dari beberapa perintah. Masing-masing dilakukan dengan sebuah opsi, seperti:

  • -r — mensinkronkan file dan folder.
  • -a — mensinkronkan file dan folder dan menyimpan informasi-informasinya.
  • -delete — menghapus file dan folder di perangkat tujuan yang sudah tidak ada di perangkat asal.
  • -z — mengkompres file dan folder.

Agar tidak rumit, kami akan mencontohkannya dengan dua perangkat yang dinamai Original dan Duplicate.

Perangkat Original memiliki beberapa file di dalamnya, sedangkan Duplicate masih kosong.

Menyalin File
Jika ingin menyalin semua file ke perangkat Duplicate, Anda tinggal menjalankan perintah berikut:

rsync original/* duplicate/
Tanda asterisk (*) pada perintah itu digunakan untuk mengisyaratkan bahwa semua file dalam direktori di perangkat Original akan di-copy.

Namun, perlu diingat bahwa perintah di atas tidak akan menyinkronkan subdirektori atau folder yang ada dalam perangkat Original ke perangkat Duplicate.

Di samping itu, perintah tadi hanya berlaku sekali. Jika ada file baru di perangkat Original, Anda perlu menjalankannya lagi dan hanya file tersebut yang akan disalin di perangkat Duplicate.

Oleh karena itu, Rsync command ini sangat bermanfaat jika perangkat atau server Linux Anda memiliki bandwidth yang sangat terbatas.

Menyalin Subdirektori (Folder)
Berhubung perintah tadi hanya akan meng-copy semua file di direktori perangkat Original, Anda tidak dapat sekaligus menyinkronkan subdirektori atau folder. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, Anda dapat menggunakan perintah ini:

rsync -r original/ duplicate/
Bedanya, di perintah tersebut tidak ada tanda asterisk, tetapi ada opsi -r. Opsi tersebut memerintahkan perangkat untuk meng-copy subdirektori atau folder dari satu perangkat ke yang lain.

File dan Folder dari Perangkat Tujuan
Kedua perintah di atas berguna untuk meng-copy file atau folder dari perangkat asal ke perangkat tujuan.

Namun, Anda juga dapat melakukan sebaliknya dengan perintah berikut:

rsync -r original duplicate/
Intinya, Anda tinggal menghilangkan tanda / setelah nama perangkat asalnya.

Menggunakan Rsync dalam Mode Archive
Perlu diketahui bahwa file dan folder yang disinkronisasi dengan ketiga perintah di atas tidak disertai dengan permission dan informasi lainnya, seperti waktu dan tanggal pembuatan file.

Jika Anda ingin agar file dan folder yang disalin memiliki informasi yang sama dengan aslinya, Anda perlu menggunakan mode archive. Mode ini diwakili oleh opsi -a. Contohnya seperti demikian:

rsync -av original/ duplicate/
Pada perintah di atas, opsi -a juga dapat disertai opsi -v atau verbose yang berfungsi untuk menunjukkan proses sinkronisasi. Tentunya ini sangat membantu jika file yang disalin berjumlah banyak dan Anda ingin mengetahui kemajuannya.

Menghapus File
Ketika Anda ingin mensinkronkan dua perangkat atau lebih, mungkin ada file atau folder dalam perangkat asal yang sudah dihapus karena tidak dibutuhkan lagi. Namun, salinan file atau folder tersebut masih terdapat di perangkat lainnya.

Tentunya Anda ingin bisa menghapusnya, bukan? Untungnya, Rsync memiliki opsi -delete yang memudahkan Anda untuk melakukannya.

Penggunaan opsi tersebut seperti pada perintah di bawah ini:

rsync -av –delete original/ duplicate/
Dengan tambahan opsi -delete, perintah itu memungkinkan Anda untuk mensinkronkan file sembari menghapus file atau folder yang sudah tidak ada di perangkat asal.

Mengkompres File
Rsync juga memiliki kemampuan untuk mengkompres file atau folder dalam proses sinkronisasi. Fitur ini diwakili dengan opsi -z. Dengan menggunakannya, proses sinkronisasi dapat dipercepat dengan ukuran file yang lebih kecil.

Contoh perintahnya seperti berikut:

rsync -za original/ duplicate/
Pada perintah tersebut, file atau folder yang disalin ke perangkat tujuan akan di-archive dan dikompres.

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install Redis di Ubuntu

Cara Install Redis di Ubuntu

Apa itu Redis?
Redis merupakan singkatan dari Remote Dictionary Server. Redis adalah penyimpanan data yang open source dan super cepat . Redis biasa digunakan sebagai database, cache, perantara pesan, dan lain-lain.

Redis memiliki waktu respons di bawah satu milidetik. Hal ini memungkinkan aplikasi mengajukan jutaan permintaan data per detik. Jadi, Redis sangatlah cocok untuk aplikasi real-time pada game, Ad-tech, layanan finansial, layanan kesehatan, dan IoT.

Redis bekerja dengan menyimpan semua data di dalam memori. Hal inilah yang membuatnya tak perlu mengakses database dalam disk atau SSD. Dengan menghilangkan proses ini, Redis menghindari waktu loading untuk mencari data. Hasilnya, Redis dapat mengakses data dalam hitungan mikrodetik.

Redis juga dilengkapi dengan struktur data yang serba guna, Misalnya, geospasial, Lua scripting, transaksi, persistensi disk, dan dukungan klaster. Ini semua membuat Redis lebih mudah digunakan untuk membuat aplikasi yang sifatnya real-time.

Cara Install Redis
Berikut ini adalah cara instalasi Redis di VPS Ubuntu 16.04:

Langkah 1: Update Repository
Sebelum Anda menginstall Redis, Anda harus memperbarui cache repository APT pada Ubuntu Anda terlebih dahulu. Gunakan perintah berikut untuk update repository Ubuntu:

sudo apt-get update && apt-get upgrade -y

Langkah 2: Install Redis
Selanjutnya adalah proses instalasi Redis. Untuk instalasi Redis, gunakan perintah di bawah ini:

sudo apt install redis-server
Setelah proses instalasi selesai, pastikan aplikasi Redis sudah berjalan pada server Anda. Cek status Redis menggunakan perintah berikut.

sudo systemctl status redis-server

Apabila Anda mendapatkan tampilan active (running) seperti pada gambar di atas, maka aplikasi Redis sudah berjalan pada server Anda. Jika tulisan inactive yang muncul, Anda bisa menggunakan perintah berikut untuk mengaktifkan Redis.

sudo systemctl enable redis-server.service

Langkah 3: Install Redis PHP Extension
Kemudian, Anda perlu install Redis PHP Extension. Dengan instalasi ini, Anda bisa menggunakan Redis dari aplikasi PHP dengan baik alias tanpa error. Untuk menginstall Redis PHP Extension, Anda dapat menggunakan perintah berikut ini:

sudo apt-get install php-redis
Langkah 4: Tes Koneksi ke Redis Server
Setelah Anda mengikuti proses instalasi Redis di atas, Anda perlu melakukan tes koneksi ke server Redis. Ini dilakukan untuk memastikan instalasi Redis Anda berhasil. Caranya, masukkan perintah di bawah ini ke dalam command line VPS Anda.

redis-cli
Jika Anda berhasil terhubung ke Redis server, hostname Anda akan berubah seperti pada gambar di bawah ini.

Keunggulan Redis
Redis memiliki banyak keunggulan dan bagus digunakan untuk pengembangan aplikasi Supaya Anda lebih paham mengenai keunggulan menggunakan Redis, berikut ini adalah beberapa kelebihan menggunakan Redis.

1. Mudah digunakan
Redis sangat mudah digunakan. Hal ini karena Redis dapat menyederhanakan kode tanpa struktur data. Dengan menggunakan Redis, kode yang memiliki banyak line juga akan diubah menjadi lebih sederhana.

Redis hadir dengan struktur data native dan banyak opsi untuk memanipulasi dan berinteraksi dengan data Anda. Bahasa yang didukung termasuk Java, Python, PHP, C, C++, C#, JavaScript, Node.js, Ruby R, Go, dan banyak lagi.

2. Struktur Data Fleksibel
Redis memiliki beragam struktur data untuk memenuhi aplikasi Anda. Berikut ini adalah beberapa tipe data Redis:

  • String – data teks atau biner hingga berukuran 512Mb.
  • List – kumpulan string pada urutan yang ditambahkan.
  • Set – kumpulan string tanpa urutan dengan kemampuan cutting, uniting, and combining tipe set lain.
  • Sorted Set – set yang diurutkan menurut nilai.
  • Hash – struktur data untuk menyimpan daftar bidang dan nilai.
  • Bitmap – tipe data yang menawarkan Anda operasi level bit.
  • HyperLog – Struktur data probabilistik untuk memperkirakan item unik i dalam set data.

3. Penyimpanan Data di dalam Memori
Keunggulan dari Redis adalah semua data Redis terdapat di memori utama server. Penyimpanan data di dalam memori seperti Redis dapat mendukung magnitudo sehingga membuat waktu respons lebih cepat.

Redis hanya memerlukan rata-rata waktu kurang dari satu milidetik untuk membaca dan menulis ulang data. Karena kinerjanya yang super cepat, Redis dapat mendukung jutaan operasi per detik.

Jenis penyimpanan seperti ini jelas lebih unggul dibandingkan dengan database berbasis disk. Contohnya, PostgreSQL, Cassandra, dan MongoDB, yang sebagian besar operasinya memerlukan round trip ke disk.

4. Multi-utility Tool
Redis memiliki multi-utility tool dan dapat digunakan untuk proses caching, messaging-queues , dan menyimpan data singkat dalam aplikasi (web sessions aplikasi, web page hit counts, dan lain-lain).

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install Webmin di CentOS 7

Cara Install Webmin di CentOS 7

Cara Install Webmin di CentOS 7
Berikut ini adalah langkah-langkah install Webmin di CentOS 7:

Langkah 1: Update Server
Pertama, yang perlu Anda lakukan adalah meng-update CentOS 7 menggunakan perintah berikut:

yum -y update
Langkah 2: Install Ekstensi Tambahan
Selanjutnya, install ekstensi tambahan pada server Anda. Fungsi dari ekstensi tambahan ini adalah untuk mendukung proses instalasi Webmin. Untuk install ekstensi, masukkan perintah berikut:

yum -y install perl perl-Net-SSLeay openssl perl-IO-Tty perl-Encode-Detect

Langkah 5: Cek Hasil Instalasi
Langkah terakhir dari proses instalasi Webmin adalah mengecek keberhasilan proses instalasi Webmin. Caranya dengan membuka IP server dan tambahkan port 10000. Berikut ini contohnya.

http://IP_Server_Anda:10000

Maka, Anda akan diarahkan ke halaman login Webmin seperti pada gambar di bawah ini.

Untuk login ke dalam Dashboard Webmin, masukkan username SSH dan password SSH server Anda. Lalu, klik Sign in. Maka, Anda akan diarahkan ke dalam Dashboard halaman Webmin seperti pada gambar di bawah ini.

5+ Fitur Webmin yang Banyak Digunakan
Webmin menyediakan banyak sekali fitur yang dapat digunakan. Ada beberapa fitur yang dapat membantu untuk mengelola sistem Linux, yaitu updating packages, konfigurasi firewall dan manajemen log pada server.

Pada penjelasan ini kami akan memberikan beberapa contoh fitur yang dapat mempermudah Anda dalam mengelola server. Berikut ini penjelasannya.

1. Software Packages
Anda dapat dengan mudah menginstall dan menghapus packages menggunakan Webmin. aranya, klik menu System >> Software Packages. Maka Anda akan diarahkan ke halaman Software Packages seperti pada gambar di bawah ini.

Pada tampilan halaman di atas, Anda dapat mencari package yang terinstall,melihat package, dan menghapus package yang ada di server Anda. Di sini, terdapat menginstall package menggunakan perintah YUM, URL, atau melalui link URL package.

Memperbarui package juga cukup mudah. Jika ada pembaruan software tersedia, Anda dapat mengklik notifikasi “package update is available“. Bisa juga, Anda buka halaman Software Package Updates. Dengan cara klik menu System >> Software Package Updates.

menu software package update

Anda dapat memilih masing-masing package yang ingin Anda perbarui dan pilih “Update Selected Packages” seperti pada gambar.

2. Webmin Users
Anda dapat menambah atau menghapus user dari server Anda dengan sangat mudah pada menu Webmin Users. Untuk masuk Webmin Users klik menu Webmin >> Webmin Users. Untuk menambahkan user Anda cukup klik, “Create a new Webmin User” seperti pada gambar di bawah ini.

Jika Anda ingin menghapus user, Anda cukup pilih user yang ingin dihapus dengan cara klik centang pada kotak, kemudian hapus dengan tombol, “Delete Selected“.

3. File Manager
Webmin juga menyediakan File Manager khusus berbasis web yang sederhana. Bagian ini dapat Anda gunakan untuk mencari, mengunggah, dan mengunduh file. Untuk membuka File Manager caranya pilih menu Others >> klik File Manager.

Untuk membuat file baru atau mengunggah file, Anda dapat menggunakan menu “File” di kanan atas. Anda juga dapat melakukan perubahan file permissions pada menu “Tools“.

4. Command Shell
Meskipun Webmin memudahkan Anda untuk tidak memakai kode perintah Linux, tetapi terkadang Anda masih membutuhkan beberapa perintah dalam menggunakan server. Oleh karena itu Webmin juga menyediakan “Command Shell“. Anda bisa temukan fitur ini pada menu Others >> Command Shell.

5. Webmin Configuration
Webmin memberikan berbagai opsi konfigurasi. Untuk mengakses opsi tersebut, klik Webmin >> pilih Webmin Configuration.

fitur konfigurasi webmin

Pada halaman ini, Anda akan menemukan beberapa opsi yang dapat Anda konfigurasi. Mulai dari IP Access Control, Logging, Authenticator, dan lain-lain.

6. Konfigurasi SSL Certificates
Anda juga bisa melakukan konfigurasi SSL certificate from Let’s Encrypt. Fitur ini ada pada menu Webmin >> Webmin Configuration >> SSL Encryption. Sebelum melakukan konfigurasi SSL Anda harus menginstall LAMP pada server CentOS 7

konfigurasi SSL Certificates

 

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install NPM di Windows

Cara Install NPM di Windows

Apa Itu NPM?
NPM adalah Node Package Manager, yaitu package manager yang dipakai untuk platform Node js.

Sebenarnya ada dua kegunaan yang ditawarkan oleh NPM. Pertama, repository online di mana penggunanya dapat membagikan modul Node.js dan aplikasi karyanya.

Jika ingin menggunakan sebuah modul, Anda tinggal mencarinya di repository ini, mengunduhnya, lalu meng-installnya di komputer Anda.

Kedua, NPM juga merupakan command line yang digunakan untuk meng-install modul-modul tersebut beserta dependency-nya.

Dengan kedua fungsi tersebut, tentunya proses pembuatan proyek Anda akan lebih cepat. Lalu bagiamana cara kerja NPM? Mari simak di bagian selanjutnya.

Bagaimana Cara Kerja NPM?
Ketika Anda membuat proyek baru dengan menggunakan NPM, maka NPM akan meminta Anda untuk mengisi data proyek yang akan dibuat. Berikut ini data yang harus Anda isi untuk proyek Anda:

  • Nama proyek
  • Versi
  • Deskripsi
  • Entry point
  • Test command
  • Repositori git
  • Keyword
  • Lisensi
  • Dependensi
  • devDependency

Data tersebut nantinya akan mempermudah dalam membuata dan mengidentifikasi proyek.

Cara Install NPM di Windows
Untuk dapat menggunakan NPM, tentunya Anda harus sudah meng-install Node.js runtime di komputer Anda. Kabar baiknya, NPM sudah satu paket dengan installer Node.js.

1. Install Node.js dan NPM
Langkah pertama yang diperlukan adalah mengunduh installer Node.js dari situsnya.

Jika menginginkan fitur-fitur Node.js terbaru, Anda dapat mengunduh installer versi paling kini yang ada di sebelah kanan. Namun, tidak ada salahnya untuk menggunakan installer dengan versi yang lebih lama apabila Anda tidak memerlukan fitur terbaru.

Setelah proses mengunduh selesai, jalankan installer-nya dan ikuti langkah-langkah yang diberikan pada window instalasinya.

2. Cek Instalasi Node.js dan NPM
Untuk memastikan instalasi Node.js dan NPM berjalan lancar, Anda dapat memeriksanya dengan menjalankan dua perintah berikut melalui Command Prompt:

node -v
npm -v
Setelah Anda mengetikkan kedua perintah tersebut, Command Prompt akan menunjukkan versi Node.js dan NPM yang ter-install di komputer.

3. Install Modul NPM
Di awal telah disebutkan bahwa salah satu kegunaan NPM adalah untuk meng-install berbagai macam modul Node.js. Namun, perintah di bawah ini dapat mempersingkat langkah instalasinya jika Anda sudah tahu modul yang diinginkan.

npm install
npm i
Anda tinggal mengganti dengan nama modul yang ingin di-install. Dengan perintah tersebut, modul akan langsung dipasang di komputer Anda. Sangat mudah, bukan?

4. Membuat Aplikasi Sederhana dengan NPM
Karena Node.js dan NPM sudah tersedia di komputer Anda, sekarang mari coba membuat aplikasi sederhana bernama “Hello World”.

Untuk melakukan ini, kami menganjurkan Anda untuk menggunakan Windows PowerShell. Anda dapat mencarinya melalui menu search di taskbar atau di dalam menu start.

Pertama-tama, ketikkan perintah berikut ini di PowerShell:

c:\Users\<username>\myprogram.js
Jangan lupa untuk mengganti <username> dengan username komputer Anda sebelum menjalankan perintah tersebut.

Intinya, perintah tadi digunakan untuk membuat file bernama myprogram.js. Ketika dijalankan, akan ada pernyataan bahwa file tersebut tidak ada. Kemudian, sistem akan menanyakan jika Anda ingin membuat file tersebut atau tidak. Pada titik ini, klik Yes untuk mengiyakannya.

Langkah kedua, bukalah file myprogram.js di text editor yang Anda miliki. Lalu, masukkan kode ini ke dalamnya:

var http = require(‘http’);
http.createServer(function (req, res) {
res.writeHead(200, {‘Content-Type’: ‘text/html’});
res.end(‘Hello World’);
}).listen(8080);
Jika sudah, simpan dan tutup filenya.

Ketiga, masuklah ke Windows PowerShell lagi dan jalankan perintah berikut:

node \users\<your_username>\myprogram.js
Perintah ini berfungsi untuk menjadikan komputer Anda sebagai server yang menjalankan aplikasi sederhana tadi.

Windows Defender akan memperingatkan bahwa komputer Anda dapat menerima traffic. Karena ini hanya percobaan, Anda tinggal membiarkan peringatan tersebut.

Sekarang, jika Anda mengakses http://localhost:8080 melalui web browser, teks “Hello World” akan muncul pada halaman tersebut.

Untuk mematikan aplikasi ini, Anda tinggal masuk ke PowerShell dan menekan kombinasi tombol Ctrl dan C pada keyboard.

Onlinekan Proyek NPM Anda di tridaya.cloud.com
Dengan mengikuti langkah-langkah tadi, Anda sudah siap untuk menggunakan NPM dan Node.js untuk berkarya.

Ketika nanti ingin meluncurkan proyek Anda secara online, tentunya Anda membutuhkan server dengan performa tinggi yang telah mendukung NPM.

Kabar baiknya, seluruh server Cloud hosting dan Cloud VPS hosting tridaya.cloud.com sudah mendukung NPM.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan akses penuh atas pengelolaan server, Cloud VPS hosting adalah pilihan tepat. Selain itu, Anda dapat memilih sistem operasi server dan panel kontrol sendiri.

Namun, jika tidak ingin repot-repot mengelola server, Anda dapat memilih Cloud hosting. Dengan kemudahan yang lebih, Anda dapat lebih fokus pada pengembangan proyek Anda.

Menariknya lagi, biaya kedua jenis layanan hosting tersebut sangat terjangkau. Dengan Rp 150.000 (Cloud hosting) atau Rp 104.000 (Cloud VPS hosting) per bulan, Anda sudah dapat memanfaatkan server super cepat dengan uptime 99.9%.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera pilih paket Cloud hosting atau Cloud VPS hosting Anda di tridaya.cloud.com!

Categories
Uncategorized VPS

Cara Install WordPress Menggunakan OpenLiteSpeed di Ubuntu

Cara Install WordPress Menggunakan OpenLiteSpeed di Ubuntu

Cara Install WordPress Menggunakan OpenLiteSpeed di Ubuntu
Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi beserta konfigurasi WordPress menggunakan OpenLiteSpeed di Ubuntu 18.04:

Langkah 1: Install MySQL
MySQL adalah sistem manajemen basis data. MySQL akan mengatur dan menyediakan akses ke database situs Anda. Berikut adalah langkah-langkah install MySQL.

Pertama, yang perlu Anda lakukan adalah meng-update repository server Ubuntu Anda menggunakan perintah berikut:

sudo apt-get update
Selanjutnya, install MySQL di server Anda menggunakan perintah berikut:

sudo apt install mysql-server
Perintah di atas akan menampilkan daftar paket yang akan diinstall bersama dengan kapasitas disk yang akan digunakan. Tekan Y untuk melanjutkan.

Setelah instalasi selesai, jalankan skrip keamanan. Skrip tersebut akan menghapus beberapa pengaturan default yang tidak aman. Skrip keamanan juga akan mengunci akses ke sistem database Anda.

Masukkan perintah berikut ini untuk menjalankan skrip keamanan:

sudo mysql_secure_installation

Langkah 2: Membuat Database
Selanjutnya, masuk ke MySQL untuk membuat database WordPress. Untuk melakukannya, gunakan perintah berikut:

mysql -u root -p
Perintah di atas akan meminta Anda untuk memasukkan kata sandi akun root Anda.

Setelah Anda masuk ke dalam MySQL, buat database dengan perintah berikut. Di sini, kami akan membuat nama database wordpress. Anda bisa menggunakan nama lain untuk pembuatan database.

CREATE DATABASE wordpress DEFAULT CHARACTER SET utf8 COLLATE utf8_unicode_ci;
Kemudian, buat pengguna dan privileges untuk database yang baru saja Anda buat. Di sini kami menggunakan nama user wp-admin. Pastikan Anda mengubah text password menjadi kata sandi yang akan Anda gunakan untuk database. Berikut ini perintahnya:

GRANT ALL PRIVILEGES ON wordpress.* TO ‘wp-admin’@’localhost’ IDENTIFIED BY ‘password’;
Selanjutnya, masukkan perintah Flush Privileges untuk memastikan user dan password disimpan dan tersedia di dalam database.

FLUSH PRIVILEGES;
Setelah itu, keluar dari MySQL menggunakan perintah berikut:

exit;

Langkah 3: Instalasi Ekstensi PHP
Setelah instalasi sistem basis data berhasil dan sudah diatur, Anda dapat melanjutkan untuk menginstal PHP. PHP digunakan untuk menjalankan website yang diakses secara online. PHP akan mengelola kode program menjadi tampilan halaman website.

Di tutorial ini, kami akan menginstall package lsphp73. Package tersebut adalah kompilasi PHP yang dioptimalkan untuk OpenLiteSpeed. Package ini telah menggunakan LiteSpeed SAPI untuk berkomunikasi dengan aplikasi eksternal.

Masukkan perintah berikut pada Terminal SSH untuk memulai instalasi PHP.

sudo apt install lsphp73-common lsphp73-curl lsphp73-imagick lsphp73-imap lsphp73-json lsphp73-memcached lsphp73-mysql lsphp73-opcache lsphp73-redis

Langkah 5: Konfigurasi Direktori WordPress
Sebelum Anda melakukan pengaturan berbasis web untuk WordPress, Anda perlu menyesuaikan beberapa item dalam direktori WordPress Anda.

Mulailah dengan perintah chown yang akan memberi OpenLiteSpeed kemampuan untuk membaca dan menulis file di dalam direktori wordpress. Untuk melakukannya, gunakan perintah berikut:

sudo chown -R nobody:nogroup /usr/local/lsws/Example/html/wordpress
Selanjutnya, jalankan dua perintah find untuk mengatur izin yang benar pada direktori dan file WordPress. Ggunakan perintah berikut:

sudo find /usr/local/lsws/Example/html/wordpress/ -type d -exec chmod 750 {} \;
sudo find /usr/local/lsws/Example/html/wordpress/ -type f -exec chmod 640 {} \;
Setelah itu, Anda akan mengubah beberapa pengaturan dalam file konfigurasi WordPress. Langkah pertamanya, Anda perlu membuat sandi rahasia untuk mengamankan instalasi . Kalau Anda ingin memiliki sandi yang kuat, WordPress menyediakan fitur generator sandi yang bisa Anda pakai. Jadi, Anda tidak perlu menciptakan sandi sendiri.

Untuk menggunakan generator sandi WordPress, ketikkan command berikut:

curl -s https://api.wordpress.org/secret-key/1.1/salt/
Anda akan mendapat daftar sandi seperti berikut:

Perlu diingat bahwa Anda harus meminta sandi baru setiap kali ingin mengubah file konfigurasi WordPress.

Sekarang, bukalah file tersebut dengan command ini:

sudo nano /usr/local/lsws/Example/html/wordpress/wp-config.php
Lalu, carilah bagian yang menunjukkan sandi palsu seperti di bawah:

define(‘AUTH_KEY’, ‘put your unique phrase here’);define(‘SECURE_AUTH_KEY’, ‘put your unique phrase here’);define(‘LOGGED_IN_KEY’, ‘put your unique phrase here’);define(‘NONCE_KEY’, ‘put your unique phrase here’);define(‘AUTH_SALT’, ‘put your unique phrase here’);define(‘SECURE_AUTH_SALT’, ‘put your unique phrase here’);define(‘LOGGED_IN_SALT’, ‘put your unique phrase here’);define(‘NONCE_SALT’, ‘put your unique phrase here’);
Setelah dihapus dan diganti dengan sandi yang Anda dapatkan, command akan berubah seperti pada gambar di bawah ini.

Selanjutnya, Anda perlumengubah pengaturan koneksi database pada bagian awal file konfigurasi. Gantilah nama, user, dan password database yang ada di file ini sesuai dengan yang telah Anda buat untuk MySQL.

Selain itu, tentukan cara yang akan digunakan WordPress untuk menulis data di filesystem. Anda bisa memilih cara ‘direct’ karena web server telah diizinkan untuk melakukan hal yang sama pada filesystem. Jika pengaturan ini gagal, WordPress akan meminta kredensial akun FTP Anda ketika melakukan beberapa hal.

Untuk mengaktifkan pengaturan di atas, Anda dapat mengetikkan command berikut di bawah setting koneksi database atau bagian manapun dari file konfigurasi WordPress. Contoh seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian, simpan file menggunakan perintah Ctrl+X > Y > ENTER.

Langkah 6: Konfigurasi OpenLiteSpeed
Sekarang Anda telah berhasil menginstal WordPress di server Ubuntu Anda. Namun, instalasi OpenLiteSpeed Anda belum dikonfigurasi. Pada langkah ini, Anda akan mengakses halaman interface admin OpenLiteSpeed dan membuat beberapa perubahan pada konfigurasi server OpenLiteSpeed.

Untuk mengakses halaman admin OpenLiteSpeed, buka IP server atau domain dan diikuti oleh :7080. Contoh seperti berikut:

https://IP_atau_domain_Anda:7080
Setelah Anda berhasil mengakses halaman login OpenLiteSpeed, Anda perlu memasukkan username dan password yang telah Anda buat untuk OpenLiteSpeed. Lalu, klik Login untuk masuk ke halaman admin OpenLiteSpeed.

Setelah Anda berhasil masuk ke halaman admin OpenLiteSpeed, klik menu Server Configuration pada menu sidebar sebelah kiri. Kemudian pilih tab External App, cari LiteSpeed SAPI App, dan klik tombol Edit:

Pada saat proses instalasi di atas Anda menginstal package lsphp73, kompilasi PHP dioptimalkan untuk bekerja dengan OpenLiteSpeed melalui LiteSpeed SAPI. Namun, pengaturan default di halaman External App mengarah ke lsphp bukan lsphp73. Karena itu, instalasi OpenLiteSpeed Anda tidak akan dapat menjalankan skrip PHP dengan benar.

Untuk memperbaikinya ubah beberapa tabel berikut:

  • Tabel name: menjadi lsphp73
  • Tabel address: menjadi uds://tmp/lshttpd/lsphp73.sock
  • Tabel command: menjadi $SERVER_ROOT/lsphp73/bin/lsphp

Setelah melakukan perubahan, klik ikon Save di sudut kanan atas kotak LiteSpeed SAPI App.

Selanjutnya, klik Virtual Hosts di bagian menu sebelah kiri. Lalu, klik ikon View. Di sini, kami akan menggunakan virtual host default Example/.

Kemudian, buka tab General Virtual Host. Pilih pada bagian kolom General dan klik tombol Edit.

Karena semua konten dan file WordPress Anda disimpan di direktori WordPress yang telah Anda buat sebelumnya, Anda perlu perbarui isian pada kolom Document root. Ubah isi kolom Document Root menjadi $VH_ROOT/html/wordpress/.Lalu, klik icon save di bagian kanan tab General.

Selanjutnya, Anda perlu mengaktifkan file index.php. Perintah ini digunakan untuk memproses permintaan yang tidak dapat ditangani oleh file statis. Pengaturan ini juga akan membuat logika utama WordPress berfungsi dengan baik.

Masih pada tab General, scroll ke bawah di bagian Index File. Klik icon Edit.

Pada kolom Index Files, ubah menjadi index.php, index.html. Cara tersebut akan mengizinkan file indeks PHP untuk diutamakan. Lalu klik icon Save pada pojok kanan.

Kemudian, pindah ke tab Rewrite pada menu Virtual Host. Cari pada bagian kolom Rewrite Control dan tekan tombol Edit yang ada di pojok kanan. Persis seperti contoh gambar di bawah ini.

Virtual Host default yang ada di OpenLiteSpeed mencakup beberapa area yang dilindungi kata sandi untuk menampilkan fitur otentikasi pengguna OpenLiteSpeed. WordPress menyertakan mekanisme otentikasi sendiri dan panduan ini tidak akan menggunakan otentikasi berbasis file yang ada di dalam OpenLiteSpeed. Anda harus menghapus otentikasi ini dengan cara berikut.

Klik pada tab Security. Kemudian klik icon Delete dalam tabel Realm List seperti contoh pada gambar di bawah ini.

Selanjutnya, klik pada tab Context. Di daftar Context List, hapus /protected/ yang berhubungandengan pengaturan keamanan yang baru saja Anda hapus. Seperti contoh pada gambar di bawah ini.

Setelah itu, tekan icon Restart yang berwarna hijau di sudut kanan atas konsol OpenLiteSpeed. Proses restart ini akan memulai ulang server OpenLiteSpeed agar perubahan yang telah Anda buat disimpan dan langsung teraplikasikan.

Dengan melakukan restart, Server OpenLiteSpeed Anda telah sepenuhnya dikonfigurasi. Selanjutnya Anda harus menyelesaikan instalasi pada halaman WordPress di browser Anda.

Langkah 7: Proses Instalasi WordPress
Setelah melakukan konfigurasi server selesai, Anda perlu melakukan instalasi WordPress melalui browser halaman interface website. Buka domain atau IP server Anda pada web browser dan diikuti oleh :8080. Contoh seperti di bawah ini.

http://IP_Server_atau_domain:8088
Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke halaman pengaturan utama WordPress. Isikan informasi berupa judul website dan detail info untuk pembuatan user login WordPress. Berikut adalah informasi yang harus Anda isi.

  • Site Title: judul website yang ingin dibuat
  • Username: username untuk login WordPress
  • Password: password digunakan untuk login WordPress
  • Your Email: email yang digunakan untuk verifikasi penambahan user WordPress.

Jika sudah memasukkan informasi tersebut, klik Install WordPress.

Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman login. Silakan masukkan username dan password yang telah Anda buat. Klik Log in untuk masuk ke dashboard WordPress.

Setelah Anda berhasil login, Anda akan dibawa ke dashboard WordPress seperti pada gambar di bawah ini.

Pada halaman dashboard WordPress ini, Anda dapat melakukan posting blog, mengubah tampilan, menambahkan gambar, menginstall plugin, dan masih banyak yang lainnya.