Categories
domain Uncategorized

Ingin Punya Website dengan Hosting WordPress Gratis?

Anda ingin punya website tanpa mengeluarkan biaya? Anda bisa mewujudkannya dengan hosting WordPress gratis. 

Nah, karena ada beberapa pilihan cara hosting WordPress gratis, pastikan Anda memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keahlian Anda, ya.

Di artikel ini, kami akan menjelaskan dua cara membangun website dengan hosting gratis WordPress. Plus, cara menggunakan nama domain yang unik untuk membuatnya lebih profesional. 

Categories
domain Uncategorized

Cara Setting CDN QUIC.cloud di WordPress

Cara Setting CDN QUIC.cloud di WordPress

Mau website bisa diakses dari seluruh penjuru dunia dengan cepat dan aman? Sudah coba berbagai cara, tapi kecepatan website masih segitu-gitu aja? Sepertinya, Anda harus coba setting CDN QUIC.cloud di WordPress!

Ibaratnya seperti kita menyimpan data website di seluruh server di dunia, sehingga visitor dari manapun bisa mengakses website dengan lebih cepat.

Jika Anda juga ingin menjangkau visitor global dan mengembangkan website, di artikel ini Anda akan disuguhkan tutorial CDN QUIC.cloud secara mudah!

Apa itu CDN QUIC.cloud?
CDN atau Content Delivery Network adalah kumpulan server global yang terletak di data center dan tersebar di berbagai negara. Tugasnya, mengirimkan data website dari server yang lokasinya paling dekat dengan visitor.

Misalnya, saat website Anda dikunjungi oleh seseorang dari Amerika, sedangkan server Anda berada Indonesia. Jarak yang jauh memungkinkan pengiriman data semakin lambat.

Beda cerita dengan CDN yang mengirimkan data website dari server terdekat dari lokasi pengunjung. Sehingga, website dapat diakses jauh lebih cepat karena server pengirim berada di wilayah yang sama.

Nah, QUIC.cloud adalah salah satu platform CDN yang pertama dan satu-satunya yang bisa menyimpan cache halaman WordPress yang dinamis.

Dengan cara ini, data website kita bisa tersimpan di setiap server di seluruh dunia. Data website Anda akan disimpan dalam cache khusus, sehingga proses transfer data ke visitor akan lebih cepat.

Namun untuk saat ini, QUIC.cloud baru tersedia bagi pengguna WordPress. Dan Anda perlu menginstal plugin LiteSpeed Cache untuk integrasi antara CDN dan WordPress.

Kenapa Harus Setting CDN QUIC.cloud?
Terdapat beberapa alasan mengapa setting CDN QUIC.cloud menjadi sangat penting, yaitu:

  • Website dapat diakses oleh visitor global lebih cepat dan aman;
  • Dapat disetting tanpa perlu plugin tambahan;
  • Dapat menyimpan beragam konten, seperti gambar, CSS, JavaScript;
  • Proteksi keamanan tambahan dari serangan DDoS dan cyber crime lainnya;
  • Terenkripsi SSL;
    Update data dan sinkronisasi otomatis antara website dengan QUIC.cloud, jadi pengunjung dari manapun dapat mengakses data website terbaru, dll.
    Benefit lain yang harus Anda pertimbangkan adalah pengembangan website. Proses ini sangat cocok untuk website yang sedang berkembang dan ingin menjaring visitor global.

Terutama bagi toko online yang menjangkau pasar luar negeri, aspek keamanan akan lebih terjamin dengan private cache.

Cara Setting CDN QUIC.cloud di WordPress
Pada dasarnya, setting CDN QUIC.cloud sangatlah simpel. Hanya dibagi menjadi empat langkah, yaitu:

1. Request domain key;
2. Menghubungkan WordPress ke Quic.cloud;
3. Setting DNS di CloudFlare;
4. Verifikasi DNS.

Namun sebelum itu, WordPress Anda sudah harus terpasang LiteSpeed Cache plugin. Tenang, kami sudah menyiapkan tutorialnya di → Website Makin Gesit Pakai LiteSpeed.

Jika WordPress Anda sudah terpasang LiteSpeed Cache, saatnya kita setting QUIC.cloud CDN!

1. Request Domain Key
Untuk dapat mengakses fitur-fitur QUIC.cloud, Anda harus melakukan request domain key terlebih dahulu.

Domain key ini berupa kode khusus domain Anda, yang secara otomatis dapat diintegrasikan ke QUIC.cloud.

Caranya, masuk ke dashboard WordPress > buka bagian LiteSpeed Cache > pilih menu General > dan klik Request Domain Key.

Setelah menunggu beberapa saat, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa request domain key telah dibuat.

Silakan refresh halaman tersebut. Jika request domain key telah di-approve, pada kotak domain key akan terisi kode, selanjutnya klik Link to QUIC.cloud.

2. Hubungkan WordPress ke QUIC.cloud
Selanjutnya, Anda akan menghubungkan WordPress ke QUIC.cloud. Hal ini bertujuan agar QUIC.cloud yang di-setting dapat sinkron dengan website Anda.

Setelah mengklik tombol Link to QUIC.cloud, Anda akan dibawa ke halaman login/signup QUIC.cloud.

Jika sudah memiliki akun, silakan login. Jika belum, Anda akan diarahkan untuk register terlebih dahulu.

Setelah masuk, Anda akan kembali ke dashboard WordPress secara otomatis.

Dan lihat! Sekarang tombol yang tadinya Link to QUIC.cloud, telah berubah menjadi Visit My Dashboard on QUIC.cloud.

Saat meng-klik tombol tersebut, Anda akan dibawa ke tab baru yang berisi detail akun dan persentase penggunaan QUIC.cloud.

Pada tahap ini, Anda sudah bisa menikmati beberapa fitur, seperti Image Optimization, pengaturan CSS, dan Low Quality Image Placeholder. Namun, fitur CDN masih belum bisa digunakan.

Ketika telah berhasil menghubungkan WordPress ke QUIC.cloud, saatnya aktivasi fitur CDN.

Cara aktivasinya pun sama sekali tidak rumit. Anda hanya perlu mengarahkan DNS domain Anda ke CNAME yang ada di QUIC.cloud dan meng-update DNS.

3. Setting DNS di CloudFlare
DNS atau Domain Name Server adalah sebuah sistem yang menghubungkan URL dengan IP address. Sedangkan CNAME adalah jenis DNS record yang digunakan untuk membuat alias domain atau subdomain.

Singkatnya, untuk menggunakan fitur CDN, QUIC.cloud membutuhkan nama alias atau CNAME website Anda. Tujuannya, agar bisa dengan mudah menyimpan dan mengirim file website Anda ke seluruh dunia.

DNS tersebut akan dihubungkan melalui CloudFlare terlebih dahulu, di CloudFlare memungkinkan untuk flattening DNS.

Pertama, mari kita aktifkan dulu QUIC.cloud CDN di plugin LiteSpeed Cache. Silakan masuk ke dashboard WordPress > klik plugin LiteSpeed Cache > pilih menu CDN > gulir toggle opsi QUIC.cloud CDN menjadi ON > Save Changes.

Selanjutnya, silakan masuk ke dashboard QUIC.cloud > pilih domain yang akan diaktifkan CDN-nya.

Setelah memilih domain mana yang ingin Anda hubungkan dengan QUIC.cloud, Anda perlu menyalin IP server di kolom Server IP pada tab Settings.

Lalu, pilih tab CDN dan klik Enable CDN.

Setelahnya, Anda akan mendapatkan CNAME dari QUIC.cloud. Biasanya berupa kode kombinasi angka, tier, dan quicns.com.

Selanjutnya, Anda perlu melakukan konfigurasi DNS di CloudFlare, agar QUIC.cloud dapat terhubung ke DNS Anda.

Silakan update CNAME yang diberikan QUIC.cloud ke Content CloudFlare. Pastikan pula Proxy status diubah ke DNS only, ya.

4. Verifikasi DNS
Jika sudah, mari kembali ke dashboard QUIC.cloud dan melakukan verifikasi. Anda bisa melakukan verifikasi DNS di DNS status.

Biasanya, proses verifikasi Anda akan berada dalam masa tunggu. Bisa jadi hitungan menit jika website Anda memiliki sertifikat SSL. Namun, bisa jadi 1 x 24 jam jika tidak punya.

Anda hanya perlu menunggu hingga verifikasi berhasil dengan sendirinya, dan selamat! Verifikasi DNS telah berhasil.

Sekarang, website Anda dapat diakses dari seluruh penjuru dunia! Mudah bukan?

Sudah Siap Setting CDN QUIC.cloud?
Bagaimana? Tutorial CDN QUIC.cloud mudah bukan?

Hanya dengan beberapa langkah di atas, website Anda dapat diakses dengan cepat dan aman dari manapun oleh siapapun.

Maka, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan CDN QUIC.cloud.

Apalagi Anda bisa men-setting segalanya dengan mudah hanya dari Member Area Niagahoster. Login WordPress otomatis? Bisa! Atau login cPanel satu kali klik? Sangat bisa!

Categories
domain Uncategorized

Perbedaan Domain & Hosting + Cara Kerjanya

Perbedaan Domain & Hosting + Cara Kerjanya

Saat ingin membuat sebuah website, tentunya Anda pernah mendengar istilah domain dan hosting.

Namun, Anda mungkin masih bingung: Apa itu domain dan hosting? Apa perbedaannya dan bagaimana cara kerja keduanya?

Pengertian & Jenis-Jenis Hosting + Harganya
Hosting atau web hosting adalah server tempat di mana semua file website Anda disimpan serta dapat diakses dan dikelola melalui internet. Mulai dari file gambar, video, script, dll.

Kalau diibaratkan rumah, Anda seperti menyewa sebuah hunian yang bisa menyimpan semua perabot Anda.

Nah, server hosting itu tidak berdiri sendiri. Server tersebut dikelola dan disimpan dalam data center. Hal itu supaya server hosting aman dan dapat bekerja secara optimal.

Untuk memberikan pelayanan maksimal, Niagahoster menggunakan data center berstandar Tier 4 dengan tingkat availability 99,9999%.

Artinya, kemungkinan terjadinya gangguan server sangat kecil. Itu mengapa, keamanan data user Niagahoster sangat terjamin.

Jenis hunian yang disewakan di luar sana pasti beragam ya, sama seperti hosting.

Hosting yang disewakan juga bermacam-macam dan Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Harga yang ditawarkan pun mengikuti fasilitas yang diberikan.

Sebagai contoh, berikut beberapa jenis hosting di tridaya.cloud.com:

Nah, sebelum eksekusi ke pembuatan website, mari kenali lebih dalam tentang apa itu domain dan hosting di artikel ini.

1. Shared Hosting
Shared web hosting adalah layanan hosting dimana sebuah server digunakan bersama-sama oleh banyak pengguna sekaligus.

Sebagai contoh, bayangkan jika Anda menyewa satu unit kos atau kamar di dalam satu rumah bersama. Anda akan berbagi fasilitas yang sama dengan penghuni unit lainnya. Misalnya, kamar mandi, dapur, dll.

Sama halnya dengan shared hosting, file website Anda akan ditempatkan bersama-sama dengan user lain. Serta akan berbagi fasilitas yang sama seperti, kecepatan, disk space, dll.

Kelebihan:

  • Harga ekonomis, tersedia dalam beberapa pilihan paket;
  • Pengelolaan server dilakukan oleh penyedia layanan hosting;
  • Support 24 jam;
  • Fasilitas terbilang lengkap, mulai dari disk space, unlimited bandwidth, database, SSL, hingga gratis domain;
  • Dapat menampung traffic belasan hingga ratusan ribu pengunjung per bulan.

Kekurangan:

  • Karena digunakan bersama-sama, jika ada salah satu user yang menggunakan fasilitas berlebihan dan menyebabkan overload, maka user lain dapat ikut merasakan dampaknya;
  • Akses server sangat terbatas, user hanya dapat mengelola filenya sendiri;
  • Adanya limit penyimpanan file dan fasilitas server, jadi performa server tetap optimal.

Harga:

Terdapat beberapa paket shared hosting di tridaya.cloud.com, yaitu Bayi, Pelajar, Personal, dan Bisnis. Harganya pun bervariasi tergantung paket hosting yang Anda pilih.

Shared HostingBayiPelajarPersonalBisnis
Harga per bulanRp10.164Rp40.788Rp26.813Rp84.816
Jenis websitePemula atau Belajar WebsiteWebsite Standar, Landing Page, Blog PribadiWebsite Bisnis, Organisasi, Komunitas, UMKM, Toko OnlineWebsite Bisnis, Toko Online, Portal Berita, Website Media, dll.
DomainGratisGratisGratis
Addon Domain10UnlimitedUnlimited
Traffic per bulan~15.000~60.000~135.000~180.000

2. VPS
VPS atau Virtual Private Server adalah server pribadi yang keseluruhan resource-nya hanya digunakan oleh satu user saja.

Karena private, maka server Anda tidak tidak akan terpengaruh oleh pengguna lain.

Maka, Anda memiliki kebebasan untuk konfigurasi dan setting pada resource Anda. Namun, Anda memerlukan skill teknis untuk proses ini.

Dalam satu server fisik dibagi menjadi beberapa resource yang berbeda. Dan pembagian server ini menggunakan software, itu kenapa disebut virtual.

Ya anggap saja seperti komplek perumahan dan Anda menempati salah satu rumah. Anda bebas mengatur dan melakukan apapun di rumah Anda sendiri.

Namun, karena masih berada dalam satu komplek yang sama, maka sumber daya utamanya masih berbagi. Misalnya, listrik, air, dll. Jika mati listrik, ya satu komplek akan merasakannya.

Sama seperti VPS yang jika servernya mengalami down, maka user VPS di server tersebut juga akan merasakannya.

Kelebihan:

  • Lebih terjangkau dibanding Dedicated Server;
  • Bebas kustomisasi server VPS;
  • Memiliki alamat IP dedicated;
  • Full root access;
  • Pilihan OS dan control panel beragam;
  • Dapat mengelola banyak akun hosting;
  • Bersifat scalable, dapat menurunkan atau menaikkan resource tanpa harus mengalami downtime;
  • Monitoring dan Backup rutin VPS.

Kekurangan:

  • Biaya lebih tinggi dari Shared Hosting;
  • Instal control panel sendiri;
  • Memerlukan pengetahuan dasar tentang server dan sistem operasi.

Harga:

Niagahoster menyediakan beberapa pilihan VPS yang dibedakan dari ukuran fasilitas yang berbeda. Selengkapnya terdapat pada tabel berikut.

VPSRamCPU CoreDisk SpaceBandwidthHarga/bln
Nano1 GB1 Cores20 GB1000 GBRp104.000
Mikro2 GB2 Cores40 GB2000 GBRp192.000
Starter3 GB3 Cores60 GB3000 GBRp245.000
Bisnis4 GB4 Cores80 GB4000 GBRp360.000
BizExtra6 GB6 Cores120 GB6000 GBRp525.000
Enterprise8 GB8 Cores

160 GB

8000 GBRp630.000

3. Cloud Hosting
Cloud web Hosting adalah hosting dengan dedicated resource seperti VPS, tapi dengan kemudahan seperti Shared Hosting.

Caranya, dengan menyebarkan beban ke beberapa server sekaligus. Sehingga jika satu server mati, masih memiliki back-up server lain.

Tujuannya, untuk menyeimbangkan beban (load) dan memaksimalkan jam kerja server (uptime).

Bedanya, Cloud Hosting dilengkapi dengan bantuan teknis dari pengelola hosting (full managed).

Selain itu, pengaturan dan konfigurasi dapat dilakukan di control panel, sehingga tidak memerlukan pengetahuan teknis.Ibaratnya, Anda membuka warung atau restoran cabang. Dimana semua konsumen tidak fokus berada di satu tempat. Sehingga dapat menghindari antrian yang panjang jika pengunjung membludak.

Kelebihan:

Bebas konfigurasi atau kontrol penuh untuk meningkatkan spesifikasi sendiri;
Resource yang besar;
Performa tinggi dan aman;
Dapat menampung traffic yang sangat tinggi tanpa membuat website down;
Metode pembagian backup resource, jika salah satu server overload maka beban akan dibagi ke server lain;
Full managed, konfigurasi dan pengelolaan server dibantu oleh pengelola hosting;
Tanpa perlu pengetahuan teknis terlalu dalam.
Kekurangan:

Biaya lebih tinggi dari VPS dan Shared Hosting.
Harga:

Layanan Cloud web Hosting adalah layanan dengan disc space besar yang mampu menampung ratusan ribu hingga jutaan traffic, dapat Anda miliki dengan harga yang bervariasi.

Cloud HostingBasicStandardPremiumCorporate
Visitor per bulan~450.000~660.000~900.000~1.350.000
Disk Space20 GB40 GB60 GB120 GB
RAM3 GB4 GB6 GB10 GB
Harga per bulanRp150.000Rp210.000Rp150.000Rp720.000

Memilih Spesifikasi Layanan Hosting Terbaik
Layanan web hosting adalah aspek penting yang akan sangat berpengaruh pada performa website Anda nantinya. Jadi, Anda harus bijak dalam memilihnya. Terdapat beberapa kriteria yang harus diperhatikan sebelum memilih layanan hosting.

Apa saja? Mari kita ulas spesifikasi yang harus ada di layanan hosting Anda.

1. Disk Space – Kapasitas penyimpanan data pada server, ibarat truk yang mengangkut muatan barang.

Untuk website skala kecil atau pribadi biasanya masih membutuhkan disk space kurang dari 20 GB. Sedangkan, untuk website skala besar (toko online, portal berita, dll) membutuhkan lebih dari 20 GB hingga unlimited.

2. Bandwidth – Jumlah transfer data yang terjadi antara server hosting dengan komputer pengunjung website.

Aktivitas bandwidth akan sangat sering terjadi di website Anda. Jadi, pilihlah layanan hosting yang menyediakan unlimited bandwidth agar performa website makin lancar.

3. Webmail – Pengelolaan email pada server hosting menggunakan akhiran nama domain Anda. Tujuannya, agar lebih terlihat profesional.

Anda juga perlu unlimited email, sehingga dapat menampung aktivitas email yang sangat tinggi. Misalnya, menambah akun email admin website, mengirim email ke klien, dll.

4. cPanel – Control panel yang berfungsi mengelola dan mengatur fitur-fitur pada server hosting dan file website.

Tujuannya, agar user dapat mengelola file websitenya dengan mudah. Contohnya, cPanel yang memberikan fitur lengkap dan user-friendly.

5. Kualitas Data Center – Lokasi penyimpanan server hosting yang dilengkapi dengan infrastruktur untuk menjaga server dari gangguan. Level data center tertinggi dipegang oleh data center tier 4.

Jenis Domain & Pengertiannya
Domain adalah alamat yang berfungsi mengantarkan pengunjung ke website yang diinginkan.

Awalnya, domain berbentuk kombinasi angka dan huruf yang sangat rumit yang menunjukkan alamat server hosting tempat file website disimpan. Sulit sekali diingat oleh pengguna internet.

Dari sana, terciptalah sistem penamaan untuk domain, fungsinya agar memudahkan siapapun untuk mengakses sebuah website.

Sebagai contoh, saat kita mengetik tridaya.cloud.com. Lalu secara otomatis, browser akan otomatis menampilkan homepage website tridaya.cloud.com.

Jadi, browser dapat mengenali lokasi file website dari nama domainnya. Sama seperti alamat pada hunian yang Anda sewa atau server hosting.

Tidak hanya itu, dengan berbekal domain, kita juga bisa tahu informasi tentang pemiliknya. Mulai dari nama, alamat fisik, email, dan lain-lain. Hal itu dikarenakan domain memiliki informasi yang disebut dengan whois. Anda bisa cek domain whois untuk mengetahui informasi pemilik domain.

Nah, domain sendiri dibagi dalam tiga jenis, yaitu;

  • Top Level Domain;
  • Second Level Domain;
  • Third Level Domain;
    Mari kita bahas satu per satu.

1. Top Level Domain
Top Level Domain adalah ekstensi di belakang nama website, misalnya .com, .id, .co.id, .gov, dll. Pemilihan ekstensi ini harus diperhatikan karena Anda dapat memilih yang paling sesuai dengan tujuan website.

TLD ini juga dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • ccTLD atau Country Code Top Level Domains. Biasanya membawa identitas negara, seperti .id, .sg, .au, dll.
  • gTLD atau Generic Top Level Domains. Ekstensi yang paling umum dipakai di dunia, misalnya .com, .org, .edu, dll.
  • Premium TLD. Ekstensi yang menggambarkan website lebih spesifik, contohnya .site, .travel, .doctor, dll.
    Misalnya, jika Anda ingin membuat toko online maka lebih cocok menggunakan .com atau website sekolah dengan .sch.id, dll.

Tujuannya, agar website terlihat lebih fleksibel dan Google mengetahui jenis website Anda.

Faktanya, ada ratusan ekstensi domain di dunia ini. Tiap jenis ekstensi domain memiliki harga yang berbeda-beda.

Nah, berikut beberapa pilihan ekstensi domain yang paling umum digunakan:

  • .com – Rp125.000, ekstensi paling populer;
  • .id – Rp200.000, cocok untuk personal dan institusi di Indonesia;
  • .xyz – Rp18.000, kesan unik dan modern;
  • .co.id – Rp275.000, kredibel untuk perusahaan atau institusi di Indonesia;
  • .net – Rp155.000, domain kreatif untuk website kekinian;
  • .org – Rp175.000, cocok untuk organisasi, komunitas, atau lembaga;
  • .online – Rp15.000, dapat digunakan untuk personal atau profesional;
  • .site – Rp14.000, kesan situs yang profesional.
    Dan masih banyak ekstensi domain lainnya, serta pastikan nama domain yang Anda inginkan masih tersedia ya.

2. Second Level Domain
Nama domain yang diapit oleh Third Level Domain dan Top Level Domain. Misalnya www.niagahoster.co.id, maka SLD-nya adalah niagahoster.

SLD juga bisa berfungsi sebagai nama domain yang Anda daftarkan. Bisa berupa nama merek atau nama perusahaan Anda.

Namun, Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih SLD. Karena nantinya SLD inilah yang akan diingat oleh pengunjung website Anda.

Tenang, kami sudah merangkum 10 Tips Memilih Nama Domain yang Tepat untuk Website Anda.

3. Third Level Domain
Letaknya berada di paling depan, biasanya jika sebuah domain memiliki subdomain. Fungsinya, untuk membagi halaman website sesuai tujuannya, seperti blog, order, course, dll.

Cara Kerja dan Perbedaan Domain Hosting
Sudah mengetahui apa itu domain dan hosting? Mereka adalah dua hal yang berbeda. Cara kerja keduanya pun saling melengkapi.

Domain sebagai alamat yang menuju suatu rumah dan rumah itu adalah hosting. Anda tentu tidak bisa mengunjungi sebuah rumah tanpa adanya alamat.

Sama seperti website yang tidak dapat diakses tanpa mengetahui nama domainnya.

Cara kerja domain dan hosting dapat dirangkum dalam tahapan berikut:

  1. File website disimpan di server hosting;
  2. Pengunjung mengetikkan nama domain di browser;
  3. Browser akan meminta
  4. server untuk mengirim file website ke browser;
    Server mengirimkan file website di browser;
  5. Pengunjung dapat mengakses website.

Terkesan lama ya prosesnya? Namun, lima tahapan di atas terjadi relatif sangat cepat, hanya dalam hitungan detik. Itu semua juga tergantung pada performa server.

Dengan cara kerja seperti itu, dapat kita simpulkan bahwa perbedaan hosting dan domain terletak pada:

PerbedaanHostingDomain
FungsiTempat dimana file website Anda disimpan.Alamat untuk mengakses file website melalui browser.
Jenis Shared Hosting, VPS, Cloud Hosting..com, .id, .co.id, dll.
BentukServer di dalam data center.Nama yang diketikkan di browser, contoh www.niagahoster.co.id
HargaBervariasi tergantung jenis hosting.Bervariasi tergantung tipe ekstensi domain TLD.

Pilih Hosting dan Domain Anda Sekarang!
Kita sudah mempelajari apa itu domain dan hosting, bagaimana cara kerjanya, apa saja jenisnya dan berapa harganya.

Walau keduanya seringkali sulit dibedakan, tapi nampaknya sekarang Anda sudah tahu apa perbedaan hosting dan domain. Keduanya saling berhubungan dan berfungsi untuk membangun website Anda.

Sampai disini sudah paham mengenai apa itu domain dan hosting? Jika sudah, siapkah Anda membuat website?

Categories
domain Uncategorized

Cara Menambahkan Domain (Addon Domain) di cPanel

Dalam satu hosting, Anda bisa menambahkan beberapa domain. Cara menambahkan domain di cPane bisa Anda lakukan menggunakan fitur Addon Domain. Dengan langkah ini, Anda bisa memiliki halaman website tambahan tanpa perlu membeli domain lagi.

Nah, pada tutorial ini kami akan mengulas cara menambahkan domain baru di cPanel. Namun, sebelumnya mari berkenalan terlebih dulu dengan fitur Addon Domains di cPanel.

Apa itu Addon Domain?
Addon Domain adalah fitur cPanel yang memungkinkan Anda dapat menambahkan domain pada satu akun hosting yang sama. Semisal Anda memiliki domain warunghosting.com. Lalu, Anda ingin membuat halaman website misalnya jualdomain.com. Maka, dengan Addon domain, Anda bisa memiliki halaman website baru yaitu, warunghosting.com/jualdomain dalam satu hosting.

Selain membuat domain tambahan, Anda juga bisa membuat akun tambahan seperti email hosting untuk addon domain Anda.

Addon domain ini jadi alternatif terbaik bagi Anda yang ingin memiliki beberapa domain, tetapi tak perlu membeli hosting dan domain lagi. Jadi, Anda bisa lebih hemat biaya dan praktis mengelola beberapa domain dalam satu akun cPanel.

Cara Menambahkan Domain Baru di Cpanel
Berikut ini cara menambahkan domain di cPanel menggunakan Addon Domain dengan mudah.

1. Login ke cPanel
Langkah pertama, login terlebih dulu ke cPanel akun hosting Anda. Jika Anda pengguna hosting Niagahoster, Anda bisa login melalui member area Niagahoster. Dalam halaman Niagahoster, scroll ke bawah, lalu klik tombol Kelola Hosting.

Setelah itu, Anda akan melihat tampilan menu di cPanel, kemudian klik All Features.

2. Cari Fitur Addon Domains
Pilih menu search yang ada pada bagian atas halaman cPanel seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Masukkan kata kunci “Addon” pada kolom pencarian dan klik menu Addon Domains yang tampil pada kolom Domains.

3. Tambahkan Domain di Fitur Addon Domains
Setelah membuka fitur Addon Domains, Anda akan melihat tampil halaman utama Addon Domains. Silakan perhatikan penjelasan serta gambar di bawah ini berkenaan dengan data yang harus Anda masukkan.

Categories
domain Uncategorized

Apa Itu Domain? [Semua Hal yang Harus Anda Ketahui]

Apa Itu Domain? [Semua Hal yang Harus Anda Ketahui]

Kata domain sendiri sudah banyak tersebar di internet. Namun, apa Anda benar-benar paham apa itu domain? Secara singkat, domain adalah alamat website. Alamat yang Anda tuliskan pada URL bar browser favorit Anda dengan berakhiran .com, .co.id, .id, .ac.id itulah yang disebut dengan nama domain.

Pengertian Domain
Apa itu domain? Domain adalah alamat yang akan mengantarkan Anda ke website yang Anda tuju. Pada dasarnya, domain merupakan bentuk sederhana dari alamat IP yang berupa kombinasi angka rumit. Dengan banyaknya website yang tersebar di internet, menghafalkan kombinasi angka tersebut tentu sangat sulit.

Fungsi domain merupakan alat untuk mengidentifikasi sebuah web hosting. Contoh domain, misalnya adalah tridaya.cloud.com

Niagahoster merupakan website yang ingin Anda tuju, sementara .co.id merupakan ekstensi domain yang dipilih. Dengan nama domain, Anda tidak perlu repot-repot mengecek alamat IP dari website yang ingin Anda tuju. Simple, bukan?

Untuk memiliki nama domain Anda sendiri, maka Anda perlu mendaftarkan nama domain yang Anda inginkan tersebut. Domain akan terdaftar di organisasi bernama ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yang menentukan ekstensi domain apa saja yang bisa digunakan.

Saat mendaftarkan nama domain, Anda dapat memilih nama website Anda dan ekstensi domain sesuai keinginan Anda.

Namun perlu diingat, Anda tidak bisa mendaftarkan nama domain yang sudah terdaftar. Setiap nama domain adalah nama unik, yang artinya tidak akan ada dua nama domain aktif yang sama persis.

Cara Kerja Domain
Setelah memahami apa itu domain, sekarang saatnya mengetahui cara kerja domain.

Masih segar di ingatan, bahwa domain berfungsi sebagai alamat untuk mengantarkan Anda menuju website tertentu. Perlu Anda tahu, di dunia ini ada jutaan domain. Meski sudah unik, pasti tetap sulit menemukannya jika alamat-alamat ini tersebar tak karuan.

Karena itu, domain-domain ini dikumpulkan ke dalam sebuah daftar kontak. Anggap saja seperti buku telepon. Nah, buku telepon ini disebut dengan DNS Server. Layanan web hosting Anda lah yang mengelola buku telepon ini.

Ketika domain yang Anda cari sudah ditemukan dalam DNS Server, browser akan menampilkan halaman yang Anda inginkan. Namun jika alamat tersebut belum juga ditemukan, maka akan dicari di DNS Server lainnya.

Perbedaan Domain dan Hosting
Kami sering menyebutkan hosting di penjelasan domain di atas. Perlu Anda ketahui bahwa hosting dan domain adalah dua hal yang berbeda. Lalu, apa itu domain dan hosting?

Seperti yang sudah dijelaskan, domain adalah alamat yang akan membawa Anda ke suatu website. Nah, sedangkan hosting adalah tempat untuk menyimpan semua file pada website tersebut.

Masih bingung? Baik, supaya memudahkan, kami akan menggunakan analogi perumahan. Pada perumahan, domain adalah alamat rumah Anda. Sedangkan hosting adalah rumah yang Anda tinggali dan menjadi tempat menyimpan berbagai perabotan.

Tanpa adanya alamat, tak ada orang yang bisa mengunjungi rumah Anda. Sama dengan hosting. Tanpa domain, netizen tak akan bisa mengunjungi website tersebut.

Begitu juga sebaliknya, tanpa adanya rumah, orang hanya akan mendapati tanah kosong jika mengunjungi alamat Anda. Tanpa hosting, netizen hanya akan menemukan halaman website kosong yang tak ada kontennya.

Cara Daftar Domain
Cara daftar domain bisa berbeda tergantung penyedia hosting atau provider yang Anda pilih. Berikut cara daftar domain di Niagahoster:

  1. Cek ketersediaan nama domain pilihan Anda terlebih dahulu di sini2.
  2. Masukkan nama domain yang Anda inginkan beserta ekstensinya. Misalnya, nama domain websiteuntukkucing dengan domain .com. Jika domain tersedia, Anda bisa klik Tambahkan ke Cart. Tapi, jika domain tidak tersedia, Anda bisa mengganti nama atau mengganti ekstensinya.

         3. Pilih opsi Tanpa Hosting jika Anda hanya ingin membeli domain saja. Setelah itu, klik Lanjutkan

         4.Lakukan pembayaran dengan metode pembayaran yang Anda inginkan.

          5.Setelah pembayaran Anda terkonfirmasi, domain Anda akan langsung aktif dan bisa digunakan.

Domain Name System & Nameserver
Ketika anda membeli domain dan hosting, mereka tidak langsung terhubung begitu saja. Karena pada dasarnya keduanya adalah 2 hal yang berbeda. Namun, anda bisa menghubungkan keduannya dengan bantuan DNS. Nah apa itu DNS dan apa saja komponennya? Silakan simak penjelasan berikut ini.

Domain Name System (DNS): DNS adalah suatu sistem database yang berfungsi untuk mentranslasi / mengarahkan nama domain menjadi IP address atau sebaliknya.

DNS terdiri dari beberapa Record, diantaranya NS Record, A Record, PTR, CNAME, TXT, SOA, dan sebagainya.

Dengan DNS ini anda bisa mengarahkan domain ke IP server yang Anda kehendaki melalui setting DNS di domain panel tempat anda membeli / mendaftarkan domain.

Nameserver (NS): Nameserver adalah nama unik yang mewakili nama server penyimpan database domain name system (Server DNS) di mana di dalamnya terdapat keterangan IP address yang menuju ke server hosting yang telah ditentukan sebelumnya. Umumnya nameserver dibuat menggunakan nama domain agar lebih mudah diingat dan digunakan.

Contoh:

Ns1.domainku.com
Ns2.domainku.com

Dari penjelasan di atas, Anda saat ini mengetahui bahwa Anda membutuhkan bantuan DNS agar domain dan hosting yang Anda miliki dapat saling terhubung. Dengan DNS tersebut pula, Anda bisa leluasa mengarahkan domain ke layanan manapun yang anda inginkan.

Agar Anda lebih memahami tentang cara menghubungkan domain hosting, Anda bisa membaca lebih lanjut di → Cara Menghubungkan Domain dengan Server Hosting Sendiri

Apa itu Domain dan Subdomain?
Domain dan subdomain tidak dapat dipisahkan. Subdomain bisa digunakan untuk memisahkan domain lain yang masih merupakan turunan dari domain utama yang Anda miliki. Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan subdomain gratis apabila memiliki domain yang terdaftar di sini.

Subdomain merupakan alias dari domain Anda. Biasanya, subdomain akan memuat kata atau nama yang lebih khusus dari keseluruhan website Anda. blog.domain.com merupakan subdomain dari www.domain.com. Kata “blog” yang berada di depan “domain.com” inilah yang disebut dengan subdomain.

Subdomain biasanya digunakan agar konten yang berada di dalamnya tidak tercampur dengan konten utama dari website yang dimiliki user. Jika Anda memiliki toko online namun Anda juga ingin memberikan edukasi tentang barang yang Anda pasarkan, Anda dapat membuat subdomain “blog“. Dengan adanya subdomain ini, Anda tidak akan bingung menempatkan artikel tanpa merusak estetika toko online Anda.

Tidak hanya berguna untuk memisahkan konten khusus dari domain utama Anda, subdomain memiliki manfaat lain. Kegunaan subdomain diantaranya adalah:

  • Search engine melihat subdomain sebagai website unik yang tidak terhubung dengan domain utama Anda. Hal ini berarti, peringkat subdomain Anda juga bisa naik dan menjajari domain utama. Tentunya, hal ini berarti Anda bisa menggeser turun website kompetitor.
  • Jika digunakan dengan benar, subdomain juga bisa langsung terindeks dengan cepat dan mendapatkan manfaat dari domain utama.

    Jenis-Jenis atau Tipe Domain

    Selain subdomain, domain juga umumnya dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Top Level Domain, Second Level Domain, dan Third Level Domain

 

1. TLD atau Top Level Domain
Sejatinya, Top Level Domain merupakan ekstensi domain yang berada di belakang nama website. TLD sendiri adalah ekstensi yang sudah sangat populer. Diantaranya, .com, .net, .gov, .org dan lain-lain.

Banyak yang lebih memilih menggunakan Top Level Domain karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena lebih mudah diingat dan lebih umum. Alasan ini biasanya digunakan oleh website yang sifatnya lebih personal atau tidak merujuk ke suatu organisasi tertentu. Top Level Domain juga membuat hosting/website klien memiliki peringkat yang lebih unggul di search engine Google.

ccTLD – country code Top Level Domains

ccTLD – Country Code Top Level Domain berarti, domain tersebut akan membawa identitas negara dan menunjukkan bahwa isi website tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di negara tersebut, seperti domain dengan akhiran inisial negara .id, .sg, .au.

Di Indonesia sendiri, banyak variasi domain yang dapat digunakan perusahaan untuk melengkapi URL website mereka. Contohnya:

  • .ac.id: digunakan bagi lingkungan akademik/perguruan tinggi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
  • .co.id: digunakan bagi organisasi komersial yang hanya diperuntukan bagi perusahaan tersebut.
  • .sch.id: digunakan bagi akademik/sekolah
  • .web.id: digunakan oleh personal maupun organisasi Indonesia.

Kelebihan domain ccTLD

  • Kejelasan identitas ( mendaftar domain ccTLD bisanya mengharuskan mengupload scan identitas atau passport )
  • Peluang digunakan untuk penipuan ataupun kegiatan melanggar hukum sangat kecil karena pendaftaran diharuskan menggunakan identitas.
  • Lebih banyak pilihan nama domain karena pengguna domain ‘.ccTLD’ belum sebanyak ‘.com’
  • Pada search engine didahulukan untuk pasar negara bersangkutan.
  • Kekurangan domain ccTLD

    • Penamaan ekstensi nama domain kurang populer.
    • Prosedur pendaftaran yang membutuhkan verifikasi identitas sehingga aktivasi tidak secepat .com & sejenisnya.
    • Pada beberapa ekstensi cctld harga domain cenderung lebih tinggi dari domain gTLD seperti .com & sejenisnya.

    Domain ccTLD cocok untuk …

    • Pemilik bisnis yang ingin terlihat lebih profesional.
    • Alternatif domain .com yang sudah dimiliki oleh orang lain.

gTLD – generic Top Level

gTLD atau Generic Top Level Domain adalah domain dengan ekstensi umum dan paling banyak digunakan user di dunia.  Domain yang terdapat pada jenis ini memiliki akhiran .com, .net, .biz, .org, .edu, dan lain-lain. Tiap-tiap ekstensi juga memiliki penjelasan dan kegunaannya masing-masing.

  • .com: digunakan untuk keperluan komersial
  • .biz: digunakan untuk keperluan bisnis
  • .org: digunakan untuk keperluan organisasi
  • .edu: digunakan untuk keperluan edukasi/pendidikan

Kelebihan domain gTLD

  • Ekstensi terpopuler dibandingkan TLD lainnya.
  • Tidak dibutuhkan dokumen identitas untuk mendaftarkan.
  • Harga yang relatif murah dari domain Premium atau beberapa ccTLD.
  • gTLD atau Generic Top Level Domain adalah domain dengan ekstensi umum dan paling banyak digunakan user di dunia.  Domain yang terdapat pada jenis ini memiliki akhiran .com, .net, .biz, .org, .edu, dan lain-lain. Tiap-tiap ekstensi juga memiliki penjelasan dan kegunaannya masing-masing.

    • .com: digunakan untuk keperluan komersial
    • .biz: digunakan untuk keperluan bisnis
    • .org: digunakan untuk keperluan organisasi
    • .edu: digunakan untuk keperluan edukasi/pendidikan

    Kelebihan domain gTLD

    • Ekstensi terpopuler dibandingkan TLD lainnya.
    • Tidak dibutuhkan dokumen identitas untuk mendaftarkan.
    • Harga yang relatif murah dari domain Premium atau beberapa ccTLD.

Kesimpulan

Jadi, apa pengertian domain?

Domain merupakan alamat yang akan membawa Anda ke website yang ingin Anda kunjungi. Dengan nama domain, Anda menghemat waktu untuk menghafalkan alamat IP yang sangat rumit. Untuk memiliki domain, Anda perlu mendaftarkannya terlebih dahulu.

Di Indonesia, layanan penyedia domain dan web hosting sudah sangat banyak. Salah satunya adalah Niagahoster. Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan nama domain unik dengan harga murah yang sesuai keinginan Anda.

Anda juga tidak perlu khawatir dengan ekstensi domain yang tersedia di Niagahoster. Temukan promo domain com serta ekstensi lainnya dan onlinekan bisnis Anda sekarang juga!

Kalau Anda sudah punya domain dan ingin beralih ke Niagahoster, Anda bisa melakukan transfer domain secara mudah ke Niagahoster.

Demikian artikel mengenai penjelasan tentang apa itu domain dan subdomain serta istilah-istilah di dalamnya. Setiap minggu akan ada artikel baru yang akan di terbitkan, jangan sungkan subscribe untuk mendapatkan artikel terbaru dari Niagahoster Blog. Terima kasih.

Categories
domain Uncategorized

Cara Redirect Domain Melalui cPanel

Cara Redirect Domain Melalui cPanel

Anda sedang mencari cara redirect domain? Anda telah mengunjungi artikel yang tepat! Langkah ini sangat penting dilakukan terutama jika Anda ingin mengarahkan domain lama ke halaman website lain atau ke domain baru?

Cara redirect domain ini pun bisa Anda lakukan sendiri dengan menggunakan fitur Redirect pada cPanel.

Nah, di artikel ini kami akan membahas cara redirect domain ke website lain melalui cPanel. Sebagai contoh, pada tutorial ini kami akan menggunakan website dengan nama domain websitepercobaan.com dan mengarahkannya ke google.com.

Bagaimana Cara Redirect Domain Melalui cPanel?
Berikut ini cara redirect domain ke website lain melalui cPanel yang bisa Anda coba.

1. Login ke cPanel
Cara redirect domain yang pertama ialah login ke cPanel dengan akun hosting Anda. Jika Anda pengguna hosting Niagahoster, Anda bisa login cPanel melalui member area Niagahoster.

Login ke member area dengan akun hosting Anda. Jika sudah login, klik menu Layanan Anda > Hosting > Kelola Hosting. Anda akan otomatis diarahkan ke tampilan menu cPanel, klik All Features.

2. Cari Menu Redirects
Jika sudah login ke cPanel, cari menu Redirects dan buka menu tersebut.

3. Pilih Tipe Redirect Domain

Untuk mengarahkan domain ke domain lain, Anda perlu pilih tipe (Type) redirect domain. Ada tipe permanen dan temporary. Berikut penjelasannya:

  • Permanent – Pilihan ini berfungsi untuk memberitahu search engine dan pengunjung bahwa URL tersebut sudah diubah secara permanen (diarahkan ke alamat lain). Jadi, setiap URL tersebut dibuka akan langsung diarahkan ke alamat baru. Pilihan ini yang akan kita gunakan pada tutorial ini.
  • Temporary – Pilihan ini berfungsi untuk memberitahu search engine, jika URL sudah dirubah. Tapi untuk pengunjung dari browser, sebelum diredirect akan tampil url lama terlebih dahulu. Sederhananya, tipe ini akan memberitahu browser seperti: “Hey, nomor telepon saya sudah diganti untuk sementara, tapi belum pasti berapa lama, jika ada kepentingan, silakan menghubungi nomor lama dulu apakah sudah aktif atau belum. Jika belum, Anda akan diarahkan ke nomor baru secara otomatis”.

4. Arahkan Domain ke Domain Lain

Selanjutnya, pada menu dropdwon https?://(www.)?, pilih domain yang akan Anda arahkan. Berikut penjelasannya:

  • All Public Domains – Pilihan ini berfungsi untuk meredirect semua domain yang ada di cPanel.
  • Your chosen domain name – Pilihan ini berfungsi ntuk menentukan domain tertentu untuk diredirect. Pilihan ini yang akan kita gunakan pada tutorial ini.
    Lalu, pada kolom berikutnya, masukan slug dari website Anda, jika Anda ingin meredirect subfolder tertentu. Pada contoh ini kami masukkan subfolder. Sehingga nanti link yang akan diredirect adalah https://websitepercobaan.com/subfolder. Silakan kosongkan jika anda ingin mengarahkan domain utama Anda.

Kemudian Kolom Redirects to, masukkan URL tujuan redirect. Contoh ini akan mencoba redirect ke http://google.com. Hasilnya, jika Anda mengakses URL http://www.websitepercobaan.com/subfolder akan diarahkan ke http://google.com.

5. Konfigurasi www

Pada bagian “www.redirection”, Anda harus memilih salah satu dari 3 pilihan yang ada.

  • Only redirect with www. – Pilihan ini akan melakukan redirect jika domain diakses mengunakan “www”. Sebagai contoh jika mengakses: www.websitepercobaan.com/subfolder pada browser.
  • Redirect dengan atau tanpa www. – Pilihan ini adalah kombinasi pilihan pertama dan ketiga, jadi website Anda akan di-redirect dengan atau tanpa “www”.
  • Do Not Rediret www . – Pilihan ini berfungsi untuk me-redirect URL tanpa “www” didepan nama domain. Sebagai contoh, URL akan diredirect jika mengakses websitepercobaan.com/subfolder pada browser.
    Kami menyarankan centang pilihan Redirect dengan atau tanpa www.

Lalu ada pilihan Wild Card Redirect. Fitur ini akan me-redirect semua file dalam direktori ke nama file yang sama dalam direktori tujuan. Anda tidak dapat mengarahkan domain utama ke direktori berbeda dalam website Anda. Jika Anda memilih pilihan ini, semua file dalam folder yang di-redirect akan diarahkan ke file yang sama di folder tujuan.

Sebagai contoh, jika Wild Card Redirect diaktifkan untuk homedomain.com/subfolder ke destinationdomain.com. Hasilnya homedomain.com/subfolder/picture1.png akan diarahkan langsung ke destinationdomain.com/subfolder/picture1.png.

Jika sudah selesai klik tombol Add.

6. Lakukan Pengecekan
Setelah menyelesaikan semua langkah redirect, saatnya untuk melakukan pengecekan. Silakan akses URL yang Anda redirect melalui browser. Jika masih belum berhasil diarahkan ke URL baru, silakan lakukan langkah di bawah ini.

Cek apakah website Anda berjalan dengan baik melalui situs downforeveryoneorjustme.com.
Hapus cache browser Anda (tekan Ctrl+Shift+Delete pada keyboard). Biasanya browser masih menampilkan konten pada cache dari website ketika redirect tidak berfungsi.
Coba akses melalui browser yang berbeda.
Cek kembali apakah domain Anda sudah terarah dengan baik ke nameserver hosting Anda (Anda dapat mengeceknya melalui intodns.com).

7. Hapus Redirect (Optional)
Apabila cara redirect domain di atas tidak bekerja dengan baik dan redirect Anda tetap tidak berfungsi, silakan hapus dan lakukan pengaturan dari Langkah 1. Pada gambar di bawah ini, Anda dapat melihat URL yang di-redirect pada bagian Current Redirects.

Pada bagian Actions, silakan klik Delete. Pilihan ini akan menghapus URL yang di-redirect.

Kesimpulan
Itu tadi cara redirect domain ke domain lain melalui cPanel yang bisa Anda coba. Jika tidak berfungsi dengan baik, coba cek terlebih dahulu apakah website tujuan sedang down atau hapus cache browser Anda.

Apabila masih gagal, Anda dapat menghapus pengaturan redirect dan memulainya dari langkah awal sampai redirect berfungsi.

Praktek langsung adalah cara terbaik, jadi jangan ragu untuk melakukan percobaan semua pilihan yang ada pada fitur redirect ini.

Nah, kalau Anda ingin pindah domain baru Anda bisa beli domain termurah dan terlengkap di Niagahoster. Oya, domain Niagahoster sering ada promo diskon lho. Langsung aja cek domain Anda!

Categories
domain Uncategorized

Cara Membuat Subdomain di cPanel

Cara Membuat Subdomain di cPanel

Anda punya website dan ingin membuat laman khusus seperti forum atau blog? Tak usah beli domain baru, bikin subdomainnya aja.

Subdomain merupakan anak dari domain utama Anda. Format dari subdomain ini ialah subdomain.domainanda.com atau dapat diakses melalui domainanda.com/subdomain.

Cara membuat subdomain ini juga tidak sulit, kok. Di artikel ini kami akan jelaskan cara membuat subdmain sendiri di cPanel. Simak tutorialnya di berikut ini!

Apa itu Subdomain?
Subdomain adalah ekstensi dari sebuah domain. Subdomain memiliki fungsi yang terpisah dari domain utama, sehingga dapat Anda gunakan untuk menginstal website lain.

Misalnya Anda memiliki domain domainanda.com. Kemudian, Anda ingin membuat forum atau blog untuk domain utama. Forum atau blog ini dapat Anda letakkan di domain utama Anda menggunakan subdomain. Anda dapat menginstalnya pada forum.domainanda.com dan blog.domainanda.com.

Subdomain tersebut juga dapat diakses melalui domainanda.com/forum dan domainanda.com/blog.

Cara Membuat Subdomain dengan Mudah
Berikut ini cara membuat subdomain sendiri di cPanel yang bisa Anda ikut!

      1. Login ke cPanel Hosting Anda
Langkah pertama, cara membuat subdomain adalah login ke cPanel hosting Anda. Jika Anda pengguna hosting Niagahoster, Anda bisa login cPanel melalui member area.

Tinggal pilih menu Layanan Anda > Hosting > Kelola Hosting. Anda akan melihat akan melihat menu dari cPanel. Selanjutnya klik All Features.

     2. Pilih Menu Subdomains
Setelah login cPanel, pilih menu Subdomains pada tab Domain.

3. Buat Menu Subdomain Anda
Di dalam menu subdomain itu, masukkan nama dan subdomain yang Anda inginkan. Berikut detail penjelasannya:

  • Subdomain – Isi dengan nama subdomain yang ingin Anda gunakan. Pada bagian ini hanya ekstensi subdomain yang dimasukkan.
  • Domain – Silakan pilih domain yang ingin Anda tambahkan subdomain.
  • Document Root – Folder dari subdomain. Folder ini dibuat dalam direktori public_html.

Setelah itu klik Create untuk membuat subdomain. Jika telah berhasil akan muncul pesan seperti berikut.

4. Upload File ke Folder Subdomain
Setelah berhasil membuat subdomain, akan ada folder baru di public_html dengan nama sesuai dengan subdomain yang Anda buat. Di contoh ini kami membuat dengan nama “subdomain”, maka akan ada folder dengan nama subdomain.

Nah, sekarang Anda tinggal upload file website ke folder tersebut. Jika subdomain yang dibuat berasal dari Addon Domain, folder dari subdomain akan berada di dalam direktori addon domain. Sebagai contoh: public_html/direktori_addon_domain/direktori_subdomain.

5. Cara Menghapus Subdomain
Jika subdomain tidak lagi diperlukan atau terjadi kesalahan penulisan nama, Anda dapat menghapusnya. Subdomain dapat dihapus dengan menekan tombol Remove pada menu Subdomains.

Setelah itu, silakan tekan tombol Delete Subdomain.

Buat Subdomain Sendiri dengan Mudah, Sekarang!
Kini Anda telah memahami tutorial cara membuat subdomain dari domain utama Anda. Mudah, bukan? Jika pada langkah berikut ini terjadi kesalahan, silakan hubungi penyedia layanan hosting Anda.

Penggunaan subdomain dapat cukup efektif membantu Anda membuat laman website tanpa perlu membeli domain baru. Baik itu forum, blog, toko online, dan lainnya. Anda hanya cukup menginstal website pada subfolder domain utama Anda.

Oya, Anda ingin punya domain murah berkualitas? Pesen di tridaya.cloud.com aja. Tapi kalau sudah punya domain, bagaimana? Gampang. Anda bisa Transfer domain ke tridaya.cloud.com dengan cepat dan aman. Langsung aja cek caranya di bawah.

Categories
domain Uncategorized

Mengurangi Propagasi DNS dengan DOH (DNS-over-HTTPS) di Browser Firefox [Terbaru]

Mengurangi Propagasi DNS dengan DOH (DNS-over-HTTPS) di Browser Firefox [Terbaru]

Ketika Anda baru membeli domain, memang domain tersebut tidak akan langsung bisa diakses. Tapi, jangan khawatir. Itu hanya masalah propagasi DNS saja, kok.

Propagasi DNS adalah periode tunggu pengenalan DNS ke ISP (Internet Service Provider) atas sebuah domain. Umumnya, periode ini berlangsung antara 24 jam sampai 72 jam, tergantung ISP yang Anda gunakan.

Lalu, bisakah masa propagasi dipercepat?

Nah, di artikel ini kami akan menjelaskan tentang cara mempercepat propagasi DNS dengan DOH (DNS over HTTPS) Firefox. Tujuannya, agar domain bisa segera diakses tanpa menunggu hingga 72 jam. Yuk, simak penjelasannya!

Langkah Mempercepat Propagasi DNS dengan DOH
Berikut ini langkah yang perlu Anda lakukan untuk mengurangi propagasi DNS dengan DNS-over-HTTPS di Firefox:

  1. Klik tombol menu yang ada di pojok kanan, lalu pilih Options

              2. Scroll hingga menemukan menu Network Settings, lalu klik Settings.

           3. Centang DNS over HTTPS yang ada di bagian bawah untuk aktivasi DNS over HTTPS Firefox. Lalu, pilih Cloudflare. Jika sudah, klik OK.

  Kesimpulan
Demikian cara mengurangi propagasi DNS dengan DOH pada browser Firefox. Sangat mudah, bukan? Meskipun masa propagasi akan tetap ada, setidaknya dengan cara ini Anda tak perlu menunggu hingga maksimal waktu yang ditentukan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jangan ragu bertanya di kolom komentar kalau masih ada pertanyaan, ya!

 

Categories
domain Uncategorized

Apa itu Propagasi DNS? Cari Tahu Cara Cek Propagasi DNS di Sini!

Apa itu Propagasi DNS? Cari Tahu Cara Cek Propagasi DNS di Sini!

Apakah Anda tak bisa mengakses domain yang baru saja Anda beli? Padahal layanan hosting sudah aktif dan domain Anda sudah terdaftar. Tenang, jangan panik dulu. Hal itu bisa disebabkan oleh propagasi DNS.

Namun, apa itu propagasi DNS? Untuk lebih jelasnya, di artikel ini kami akan jelaskan pengertian, cara mengecek, dan cara mempercepatnya. Jadi, domain Anda bisa segera diakses banyak orang. Penasaran bagaimana penjelasannya? Yuk simak artikel ini sampai selesai ya.

Apa itu Propagasi DNS?
Propagasi DNS adalah waktu yang dibutuhkan untuk update DNS ke server saat baru membeli domain. Langkah ini perlu dilakukan untuk menyamakan informasi DNS ke semua server yang tersebar di sejumlah lokasi. Sehingga domain dapat berfungsi dengan benar dan stabil.

Selama proses propagasi ini berjalan, Anda dan pengunjung tidak akan dapat mengakses website tersebut. Bahkan, jika website Anda merupakan migrasi dari server lain, akses menuju website tersebut kemungkinan juga tak dapat dilakukan saat proses propagasi DNS.

Nah, update informasi ke semua server memiliki waktu yang berbeda-beda. Umumnya membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam.

Akan tetapi, lama cepatnya propagasi DNS dapat berbeda-beda. Sebab ada beberapa hal yang dapat menyebabkan proses ini lebih lama.

Apa yang Mempengaruhi Proses Propagasi DNS?
Proses propagasi terkadang memang membutuhkan waktu yang lama. Hal itu dapat terjadi karena beberapa pengaruh berikut:

1. Internet Service Provider (ISP)
Lamanya propagasi DNS ternyata juga bisa disebabkan oleh provider internet Anda. Sebab, ISP harus mengupdate DNS (domain name server) mereka saat Anda mengakses server hosting yang baru.

Nah, kendalanya, terkadang ISP memakai cache memori yang besar sehingga menyebabkan proses refresh jaringan internet atau update DNS akan sangat lama. Sehingga akan berimbas ke lamanya propagasi DNS.

2. Perubahan DNS Cache
Dalam propagasi DNS, seluruh DNS pada website perlu mengupdate informasi domain baru. Nah, biasanya informasi domainnya disimpan dalam cache.

DNS cache tersebut berfungsi untuk mempermudah pencarian domain. Sehingga, ketika ada pengunjung yang ingin mengakses suatu website, informasi domainnya sudah tersedia di dalam cache.

Nah, ketika ada domain yang mengarah ke IP address baru, seluruh DNS cache harus di-update ke alamat yang baru. Proses inilah yang menyebabkan propagasi domain membutuhkan waktu yang lebih lama.

3. Perubahan Informasi WHOIS
Whois merupakan tool yang digunakan untuk mengetahui identitas pemilik domain, seperti nama, alamat, email, nomor telepon, administratif, dan kontak teknikal.

Nah, ketika Anda membeli domain baru, Whois akan mengupdate informasi pemilik domainnya dalam database. Hal inilah yang dapat mempengaruhi lamanya propagasi domain.

4. Registrar Domain
Registrar atau tempat pendaftaran nama domain juga dapat mempengaruhi lamanya propagasi DNS.

Biasanya nama domain internasional atau TLD (Top Level Domain) seperti .COM, .NET, atau .ORG, memiliki proses propagasi yang lebih cepat. Sementara itu, nama domain lokal atau ccTLD memiliki respon yang lebih lambat.

Baca juga: Mengapa Anda Harus Menggunakan Domain .COM

Bagaimana Cara Cek Propagasi DNS?
Untuk mengetahui status propagasi DNS, Anda bisa mengeceknya dengan beberapa cara seperti berikut.

1. Menggunakan Alat Propagasi DNS
Ada beberapa alat pengecek propagasi DNS yang bisa Anda pakai, misalnya DNSChecker atau ViewDNS.

Pada contoh ini kami memakai situs DNS Checker yang mudah digunakan. Begini caranya:

  1. Buka situs https://dnschecker.org/
  2. Tulis alamat domain pada kolom DNS Check, lalu klik search atau tekan enter

           3.Hasil status DNS Propagasi akan ditampilkan seperti tampilan berikut

Anda akan melihat daftar lokasi server domain Anda di seluruh dunia, lookup result dan status propagasi domain. Jika telah centang semua, artinya proses propagasi domain telah selesai dan berhasil.

2. Menggunakan Command Prompt
Cara lain cek propagasi DNS yaitu menggunakan command prompt. Begini caranya:

Login cPanel terlebih dulu untuk mengetahui IP hosting Anda. Caranya tinggal buka link website cpanel Anda, misalnya http://websiteanda.com/cpanel. Lalu masukkan username dan password Anda.
Jika Anda pengguna tridaya.cloud.com, Anda bisa masuk lewat Client Area tridaya.cloud. Setelah masuk, klik Kelola Hosting > All Features.

           2. Jika sudah masuk ke cPanel, lihat informasi IP hosting di bagian kanan dashboard cPanel

              3. Lalu klik tombol Windows+R untuk membuka aplikasi command prompt atau cmd.
              4. Ketik ping namadomainanda.com, lalu enter
              5. Jika IP dari respon tersebut sama seperti IP hosting di cPanel, artinya domain telah didaftar dengan benar.

Cara Mempercepat Proses Propagasi DNS
Ada beberapa cara mempercepat proses propagasi DNS yang bisa Anda coba seperti berikut:

1. Melakukan Refresh Browser
Salah satu cara mempercepat propagasi DNS ialah melakukan refresh beberapa kali pada browser Anda.

Untuk cara cepatnya Anda bisa langsung tekan tombol CTRL + F5 secara bersamaan untuk merefresh halaman browser. Jika cara tersebut belum mengatasi masalah, cobalah langkah berikutnya.

2. Menghapus Cache Web Browser
Menghapus cache browser juga bisa jadi cara mempercepat propagasi DNS. Langkah ini dilakukan supaya browser bisa mengakses halaman website yang baru terupdate.

Soalnya, cache browser sering kali menyimpan informasi yang belum diperbarui. Ini yang membuat Anda tidak bisa mengakses suatu website.

Caranya, tinggal tekan tombol CTRL + Shift + Delete. Kemudian klik tombol Clear Data.

Setelah selesai menghapus cache browser, jangan lupa untuk merestart browser terlebih dulu.

3. Mematikan ISP Sementara
Seperti yang telah dijelaskan di atas, masalah pada ISP merupakan salah satu penyebab lamanya propagasi DNS.

Untuk memastikannya, Anda bisa ganti koneksi internet lain atau meminta bantuan orang lain untuk mengakses domain Anda. Jika berhasil mengakses, artinya koneksi ISP Anda bermasalah.

Sebagai solusinya, coba restart koneksi internet Anda sementara waktu. Hal ini dilakukan sebagai upaya mempercepat proses refresh jaringan internet ISP Anda. Setelah itu coba aktifkan kembali. Jika belum berhasil, Anda perlu menghubungi tim support dari ISP Anda untuk mendapat bantuan lebih lanjut.

4. Mengatur TTL (Time to Live) DNS
TTL (time to Live) adalah waktu yang dibutuhkan nameserver untuk melakukan perubahan DNS. Nah, Anda dapat mengatur waktu TTL lebih cepat pada setiap record DNS. Begini caranya.

  1. Login ke member area tridaya.cloud.com
  2. Pilih menu Layanan Anda > Domain > Kelola > DNS Management

          3. Lalu klik ikon pensil (edit) pada record DNS.
          4. Ganti nilai TTL lebih kecil, misalnya menjadi 7200 atau proses perubahan data akan dilakukan selama 2 jam.

         5. Setelah itu klik Save Record.

5. Melakukan Flush DNS
Flush DNS adalah perintah untuk memperbarui cache DNS yang sudah lama pada komputer Anda. Cache DNS yang sudah lama tersebut dapat menampilkan informasi yang belum diperbarui.

Dalam hal ini, propagasi DNS mungkin telah selesai tapi Anda belum bisa mengakses domain karena masalah cache DNS.

Nah, begini cara melakukan flush DNS pada Windows:

  1. Buka Command Prompt dengan tekan Windows + R

       2. Ketik perintah ipconfig/flushdns, lalu enter untuk menghapus cache DNS.
       3.Hasil flush DNS akan ditampilkan seperti gambar berikut.

Periksa dan Percepat Propagasi DNS Anda Sekarang!
Nah, itu tadi penjelasan mengenai DNS propagasi secara lengkap. Jadi, jika domain yang baru Anda beli belum bisa diakses, kemungkinan hal itu karena propagasi DNS.

Propagasi DNS merupakan waktu untuk memperbarui DNS pada ke server. Proses tersebut dapat memakan waktu 24 hingga 48 jam. Ada beberapa faktor yang memungkinkan propagasi DNS ini berjalan lebih lama, misalnya kendala pada ISP Anda, perubahan DNS cache, perubahan informasi WHOIS, dan registrar domain.

Meski demikian, Anda juga bisa melakukan upaya untuk mempercepat propagasi DNS seperti:

  1. Melakukan Refresh Browser
  2.  Menghapus Cache Web Browser3.
  3. Mematikan ISP Sementara
  4. Mengatur TTL (Time to Live)
  5. Melakukan Flush DNS
    Jika cara tersebut belum juga dapat mempercepat propagasi DNS, cobalah menghubungi tim support layanan penyedia hosting Anda, untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Oya, kami juga punya ebook panduan membuat website WordPress untuk membantu Anda mewujudkan website terbaik.

Categories
domain Uncategorized

Cara Konfigurasi Email dengan Domain Sendiri

Cara Konfigurasi Email dengan Domain Sendiri

Punya akun email dengan domain yang berbeda seperti tridaya.cloud.com dan tridaya.cloud.com Kalau harus login ke akun yang berbeda untuk mengecek email setiap hari tentu cukup merepotkan, bukan?

Jangan khawatir, ada cara membuat email dengan domain sendiri dan menghubungkannya dengan Gmail Anda! Bagaimana caranya, ya?

Nah, artikel berikut akan menjelaskannya secara lengkap. Yuk, langsung ikuti saja panduannya

Bagaimana Cara Membuat Email Dengan Domain Sendiri
Untuk melakukan konfigurasi email dengan domain sendiri, Anda harus menyiapkan akun Gmail aktif yang akan Anda gunakan untuk menghubungkannya dengan email hosting Anda.

Jika sudah disiapkan, Anda dapat mulai melakukan konfigurasi email dengan lima langkah mudah, yaitu :

  1. Login cPanel2.
  2. Cek Detail POP3 dan SMTP
  3. Konfigurasi Gmail untuk Menerima Email4.
  4. Konfigurasi Gmail untuk Mengirim Email5.
  5. Mengecek Keberhasilan Konfigurasi
    Simak penjelasan lengkapnya!

1. Login cPanel
Jika Anda sudah memiliki hosting dan domain yang aktif. Anda dapat langsung login ke cPanel dengan cara ketik domainAnda.com/cPanel pada kolom pencarian browser Anda.

Bagi pengguna layanan tridaya.cloud.com, Anda juga bisa login ke cPanel melalui Member Area tridaya.cloud.com.

2. Cek Detail POP3 dan SMTP
Sebelum melakukan konfigurasi Gmail, Anda perlu mendapatkan detail POP3 dan SMTP dari akun email Anda di hosting yang ingin dikonfigurasi ke Gmail terlebih dahulu.

Berikut ini merupakan langkah pengecekan detail POP3 dan SMTP melalui cPanel :

1. Setelah Anda berada di halaman cPanel, masuk ke menu Email Account yang berada di kolom Email.

Untuk membuat email baru dengan menggunakan domain website, masukkan nama email dan password yang akan Anda gunakan. Lalu, klik tombol Create seperti pada gambar berikut :

Sampai tahap ini Anda sudah berhasil membuat email dengan nama domain sendiri. Selanjutnya, Anda hanya perlu menghubungkannya dengan akun Gmail yang Anda miliki.

2. Anda dapat melihat email yang baru saja Anda buat di halaman Email Accounts. Untuk mengecek detail POP3 dan SMTP, klik tombol Connect Devices seperti pada gambar berikut ini.

3. Pada halaman ini, cPanel akan menampilkan dua pilihan pengaturan, yaitu Secure SSL/TLS Settings dan Non-SSL Settings.

Kami menyarankan Anda untuk menggunakan Secure Settings. Namun jika tidak berhasil, Anda dapat menggunakan Non-SSL Settings.

Anda dapat menyimpan detail tersebut pada catatan Anda atau langsung membuka tab browser baru untuk melanjutkan langkah berikutnya.

3. Konfigurasi Gmail untuk Menerima Email dari Akun Email di cPanel
Langkah pertama untuk melakukan konfigurasi Gmail untuk menerima email dari akun email di cPanel adalah dengan login ke akun Gmail yang akan Anda gunakan terlebih dahulu.

1. Pilih menu Settings yang terdapat di bagian pojok kanan atas halaman Gmail, lalu klik See all settings.

2. Setelah berada di halaman Settings, pilih tab Accounts and Import. Pada bagian Check mail from other accounts klik Add a mail account untuk melakukan konfigurasi penerimaan email.

3. Akan muncul jendela baru untuk melakukan pengaturan email. Masukkan alamat email yang sudah Anda buat di cPanel hosting pada kolom yang tersedia. Kemudian klik tombol Next.

5. Selanjutnya, pilih Import emails from my other account (POP3), lalu klik Next.

6. Nah, sekarang Anda memerlukan detail POP3 yang sudah Anda dapatkan di langkah sebelumnya untuk mengisi form berikut.

Gunakan Username dan Password yang Anda gunakan saat membuat email hosting, dan masukkan ke form popup di Gmail.

Untuk kolom POP Server, masukkan hostname Incoming Server. Pastikan Port yang digunakan sama dengan detail konfigurasi dari email Anda di cPanel.

Terakhir, Anda perlu memilih 4 pilihan pengaturan. Berikut adalah penjelasannya :

Leave a copy of retrieved message on the server – Jika di centang, email yang diterima oleh Gmail akan ada juga di server akun email. Jadi untuk email masuk, selain masuk ke Gmail juga masuk ke akun email di hosting Anda. Jika tidak dicentang maka email di server akan dihapus ketika diambil oleh Gmail.
Always use a secure connection (SSL) when retrieving mail – Silakan dicentang jika Anda menggunakan Secure SSL/TLS Settings.
Label incoming messages – Jika Anda mencentang pilihan ini, semua email yang masuk akan diberi label warna. Sehingga Anda dapat membedakan email dari alamat email berbeda dalam satu inbox.
Archive incoming messages (Skip the Inbox) – Pesan email akan masuk ke folder khusus yang berbeda dengan direktori inbox.
Setelah Anda mengisi semua informasi yang diperlukan, klik tombol Add Account. Jika konfigurasi berhasil, Anda akan melihat pesan seperti pada gambar di bawah ini:

Jika muncul pesan error, silahkan dicek kembali apakah konfigurasinya sudah sesuai atau belum. Jika masih muncul error, Anda dapat menghubungi layanan hosting yang Anda gunakan.

4. Konfigurasi Gmail untuk Mengirimkan Email dari Akun Email Hosting

Jika hosting Anda mengizinkan untuk menggunakan SMTP, Anda dapat langsung melanjutkan panduan konfigurasi Gmail untuk mengirimkan email dari akun email hosting berikut ini :

1. Pada pesan berhasil sebelumnya, pilih Yes, I want to be able to send mail as … lalu klik tombol Next.

Tidak perlu khawatir jika Anda telah menutup pesan berhasil. Anda tetap bisa melakukan konfigurasi Gmail untuk mengirimkan email dari akun email hosting dengan cara pilih Settings > Accounts and Import, lalu klik Add another email address.

2. Pada langkah selanjutnya, masukkan nama yang akan ditampilkan di email penerima pada kolom Name. Untuk pilihan lain, Anda dapat membiarkannya sesuai dengan pilihan defaultnya saja. Lalu klik tombol Next Step.

3. Pada bagian ini, silahkan masukkan detail SMTP server Anda.

Berikut penjelasan kolom yang harus diisi :

SMTP Server – Diisi dengan hostname Outgoing Server.

Port – Pastikan Port sama dengan pada settingan di email Anda (jika Anda menggunakan layanan Niagahoster dan muncul error ketika menekan Add Account, silahkan gunakan port 587)

Username dan Password dari akun email Anda :

Terakhir, Anda perlu memilih koneksi menggunakan SSL atau TLS (tergantung dari hosting yang Anda gunakan). Pada umumnya, Anda dapat membiarkannya secara default.

Jika semuanya sudah diisi, jangan lupa klik tombol Add Account.

4. Jika konfigurasi sudah berhasil, akan tampil halaman untuk melakukan verifikasi email.

Anda dapat melakukan verifikasi dengan mengklik link konfirmasi yang dikirimkan ke email Anda atau memasukkan kode verifikasi pada kolom Verify. Untuk mengecek email verifikasi, Anda dapat mengakses email hosting Anda melalui Webmail.

Selamat, sekarang email website Anda sudah dapat terhubung dengan Gmail!

5. Mengecek Keberhasilan Konfigurasi Email dengan Domain Sendiri

Jika seluruh konfigurasi telah selesai, Anda kini dapat memilih email pengirim yang diinginkan ketika Anda akan mengirimkan email seperti pada gambar berikut ini :

Anda dapat memberikan warna yang berbeda setiap akun email yang ditambahkan ke Gmail. Pada contoh ini untuk email [email protected] diberi label merah seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Sudah Bisa Membuat Email Domain Sendiri?
Cara membuat email dengan domain sendiri dan menghubungkan ke Gmail cukup mudah, kan? Intinya, Anda hanya perlu mengikuti langkah berikut :

  1. Mengecek detail POP3 dan SMTP2,
  2. Konfigurasi untuk Menerima Email
  3. Konfigurasi untuk Mengirim Email Sekarang, email website Anda sudah terhubung dengan Gmail. Dengan begitu, Anda dapat mengirim dan menerima email yang masuk ke email website Anda melalui Gmail. Jika Anda ingin menambahkan akun email yang berbeda, Anda juga dapat lakukan dengan langkah yang sama, ya.

Yang terpenting, untuk dapat melakukan konfigurasi email dengan domain sendiri, siapkan hosting dan domain Anda terlebih dahulu, ya. Nah,tridaya.cloud.com bisa menjadi layanan hosting yang tepat sebagai pilihan Anda!